Konten Media Partner

Pedagang di Pantai Parangtritis Sesalkan Penyekatan Dilakukan 24 Jam

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana penyekatan di TPR Pantai Parangtritis. Foto: Erfanto/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Suasana penyekatan di TPR Pantai Parangtritis. Foto: Erfanto/Tugu Jogja

Objek wisata Pantai Parangtritis dan Depok hingga kini masih belum dibuka. Penyekatan dilaksanakan oleh petugas gabungan di depan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) untuk menghalau para wisatawan yang berniat ingin berlibur ke kedua pantai ini.

Penyekatan kian ketat ketika akhir pekan tiba. Karena petugas gabungan melaksanakan penyekatan selama 24 jam penuh menyusul kabar jika banyak wisatawan yang datang dinihari untuk pergi berlibur. Mereka datang dini hari menyiasati petugas karena penyekatan baru dimulai pagi hingga petang.

Amin, salah seorang pengusaha restoran di pantai Parangtritis menyesalkan penyekatan selama 24 jam tersebut. Karena hal tersebut membuat hidup mereka semakin sulit akibat tidak ada wisatawan yang berhasil masuk ke objek wisata Pantai Parangtritis dan Depok.

"Para pedagang sekarang pada Ndlongop (melamun), tidak ada wisatawan sama sekali," ujar dia, Selasa (21/9/2021).

Amin meminta pemerintah untuk memperhatikan nasib mereka. Karena selama ini sama sekali tidak ada bantuan yang mereka dari pemerintah. Warga Parangtritis tersebut heran karena selama ini gencar diberitakan bantuan pelaku wisata yang mencapai miliaran rupiah, namun sama sekali tidak ada yang mereka terima.

kumparan post embed

Pemerintah harus membuat kebijakan yang juga berpihak kepada pelaku wisata di Parangtritis. Pemerintah harus memikirkan bagaimana agar roda perekonomian di pantai tetap berjalan sehingga mereka tetap bisa bertahan hidup.

"Kita sudah mulai ada yang terjerat rentenir ini. Pemerintah harus memberi solusi," tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengusulkan kawasan wisata Pantai Selatan kembali dibuka. Usulan tersebut akan disampaikan ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Kemarin kami sampaikan ke Kemenparekraf terkait usulan itu," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo.

Menurut Kwintarto, di pantai selatan mencapai 13 kilometer dengan 16 destinasi pantai. Dengan begitu, akan menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan. Dan ribuan orang menggantungkan hidupnya dari sektor wisata pantai selatan tersebut.

kumparan post embed

Ia menilai pantai selatan memiliki daya tarik sendiri, yang menurut area memungkinkan untuk datang ke wisata alam. Sehingga ada pertimbangan memulihkan ekonomi pelaku wisata yang terdampak.

Faktor lainnya adalah pelaku wisata di pantai selatan sudah cukup lama terdampak pandemi COVID-19. Sebab, mereka tidak punya mata pencaharian lain. Karena sudah terdampak terlalu lama (pandemi COVID-19), ekonomi semakin terpuruk.

Tonton video menarik dari Tugu Jogja berikut ini:

video youtube embed