Konten Media Partner

Proyek TPST Transisi Piyungan Capai 30 Persen

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembangunan TPST Transisi Piyungan di Bantul. Foto: Len/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Pembangunan TPST Transisi Piyungan di Bantul. Foto: Len/Tugu Jogja

Pemerintah memutuskan untuk membangun TPST Transisi Piyungan Bantul sebagai salah satu upaya untuk atasi penuhnya TPST Piyungan, Bantul. Saat ini pembangunan TPST Transisi Piyungan sudah mencapai 30 persen.

"Kontrak kita sampai 31 Agustus. Progress kita sudah mencapai 30 persen. Dari rencana 19 persen, kami deviasi positif 11 persen," ujar Penanggungjawab Teknis Lapangan TPST Transisi Piyungan, Iwan Arianto, Senin (20/6/2022).

Iwan menjelaskan bahwa luasan galian TPST Transisi Piyungan sebesar 10.121 meter persegi dengan kedalaman 5,5 meter di selatan dan 7 meter di utara.

kumparan post embed

Di lokasi tersebut, akan dibuat tampungan dengan kapasitas 171 ribu meter kubik sampah yang dilengkapi lapisan kedap geomembran dan geotekstil di bawahnya.

“Kemudian kami alirkan air dari sampah itu menuju instalasi pengolahan limbahnya,” katanya.

Selama ini, kata Iwan, kendala yang dihadapi adalah hujan yang mengakibatkan peralatan tidak dapat bekerja dengan maksimal. Pihaknya berupaya agar pembangunan ini bisa segera selesai.

Ketua Komisi C DPRD DIY, Gimmy Rusdin, meninjau pembangunan TPST Transisi Piyungan. Pihaknya berharap, hal ini bisa segera selesai. Menurutnya, pemerintah daerah perlu menanggapi permasalahan sampah dengan serius agar pembangunan bisa berjalan dengan cepat.

"Ini progress yang katanya sudah 30 persen, kita lihat di sini sudah oke dan sesuai jadwal. Saya harap pemda serius tanggapi persoalan ini sehingga September sudah bisa digunakan,” tegas Gimmy.

Ketua Komisi C DPRD, Gimmy Rusdin saat meninjau pembangunan TPST Transisi Piyungan. Foto: Len/Tugu Jogja

Plt Kepala Balai Pengelolaan Sampah TPST Piyungan, Ruruh Haryata, menuturkan saat ini juga sedang berproses kegiatan optimalisasi instalasi pengolahan air lindi yang secara fisik dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Sekarang sedang proses seeding bakteri. Nanti kalau sudah siap, pengelolaan selanjutnya diserahkan ke kami di Balai TPST Piyungan. Itu progres dari kesepakatan yang sudah ditandatangani bersama antara warga dan Pemda DIY yang jadi kewenangan kami,” kata Iwan. (Len)

embed from external kumparan