Seorang Anak di Bantul Jual Isi Rumah Ibunya untuk Bahagiakan Pacarnya
·waktu baca 2 menit

Dwi Rahayu Saputro pemuda berusia 24 tahun ini pantas disebut sebagai anak durhaka. Pemuda asal Padukuhan Paten, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul telah tega menjual seluruh isi rumah ibunya, Paliyem (53).
Kapolres Bantul, AKBP Ihsan menuturkan pemuda ini telah menjual semua isi rumah ibunya, bahkan terakhir genteng yang terpasang di atap rumahnya juga sudah diturunkan dan akan dijual. Namun karena dicegah oleh tetangganya, genteng tersebut urung dijual.
"Dia itu mahasiswa tetapi juga kerja sebagai ojek online," tutur Ihsan, Rabu (24/11/2021).
Ihsan menuturkan peristiwa tersebut sebenarnya sudah 1 bulan karena sekitar tanggal 14 Oktober 2021 yang lalu, pelaku mulai menjual barang-barang milik orangtuanya sendiri. Seluruh isi rumah milik ibunya kini ludes terjual.
Saat pelaku menjual semua isi rumah, rumah orangtuanya memang sepi karena ibunya kerja menjadi asisten rumah tangga (ART) dan tak pernah pulang. Sementara pelaku tinggal sendirian sehingga leluasa menjual semua barang-barang yang ada.
"Total ada 12 macam barang yang telah dijual. Kalau ditotal nilainya mencapai Rp 30 juta," papar Ihsan.
Barang-barang yang dijual diantaranya 4 almari kayu 3 pintu, 3 meja kayu panjang, 1 rak meja dapur dari kayu, 2 buah daun pintu kayu, 2 kursi panjang, 1 buah kulkas 1 pintu, 4 buah daun pintu, 5 buah kursi kayu panjang dan sebuah buffet kayu 3 pintu.
Kepada polisi, lanjut Ihsan, uang hasil penjualan barang-barang milik ibunya tersebut digunakan untuk membahagiakan pacar yang baru dikenalnya sebulan. Di antaranya untuk membelikan hadiah mulai dari makanan, baju, celana dan beberapa barang yang lain.
"Iya," tutur Dwi ketika menjawab pertanyaan polisi apakah dia lebih sayang pacarnya daripada ibunya sendiri.
