Konten Media Partner

Sultan HB X Bakal Tata Pantai Depok Jadi Kawasan Wisata Terpadu

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, saat meninjau Pantai Depok usai diterjang gelombang tinggi. Foto: istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, saat meninjau Pantai Depok usai diterjang gelombang tinggi. Foto: istimewa

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menginginkan kawasan Pantai Depok untuk ditata ulang menyusul rusaknya beberapa warung semi permanen akibat gelombang tinggi yang terjadi akhir pekan kemarin.

Sultan HB X mengatakan, Pantai Depok memang sudah mampu memberdayakan masyarakat sekitar. Hal ini karena selama ini memang telah dikenal sebagai tempat wisata kuliner olahan laut karena banyak nelayan yang beraktivitas di pantai ini.

"Namun dari dulu hingga saat ini perkembangannya kurang signifikan. Apa ya hanya ingin seperti ini terus," ujar Sultan HB X saat meninjau Pantai Depok usai diterjang gelombang tinggi.

kumparan post embed

Oleh karenanya, Sultan HB X menginginkan agar ada peningkatan kontribusi Pantai Depok untuk warga sekitar. Dia ingin ada penataan kawasan pantai Depok menjadi kawasan wisata terpadu

Tidak hanya sekadar tempat wisatawan menikmati kuliner laut di tepi pantai namun juga nantinya menjadi kawasan pertunjukan seni dan budaya Bantul. Sehingga ada suasana berbeda ketika menikmati kuliner di Pantai Depok

"Di samping itu apakah yang sengaja datang ke sini hanya sekadar menikmati kuliner tanpa berwisata atau tidak," ujar Sultan HB X.

"Pantai Depok tidak sekedar tempat makan terus pulang. Namun menjadikannya sebagai kawasan wisata. Di mana nantinya setiap hari libur juga akan ada pentas seni budaya Bantul,"terangnya.

Namun Sultan HB X menandaskan aktivitas wisata tersebut nantinya harus aman dari gelombang air laut. Sehingga perlu dipikirkan nantinya bangunan-bangunan didirikan dengan jarak yang aman dari jangkauan gelombang air tertinggi.

"Dengan demikian akan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan Parangtritis itu untuk mencari nafkah, tidak hanya melaut tetapi juga kegiatan ekonomi lainnya,"tambahnya.

Perwakilan Nelayan Depok, Sutarlan mengatakan sangat mendukung rencana pemerintah untuk melakukan penataan Pantai Depok menjadi kawasan wisata terpadu. Namun dia berharap kepentingan masyarakat tetap diperhatikan dan diakomodir.

"Pada saat gelombang tinggi kemarin semua terlibat dalam menangani dampaknya dan mengerahkan untuk pencegahan lebih banyak. Nelayan, masyarakat, relawan SAR, Kepolisian semuanya terlibat," ujar dia.

Sejak didirikan tahun 1998 yang lalu, Pantai Depok memang membawa dampak luar biasa bagi masyarakat setempat. Setidaknya ada 500 orang lebih yang beraktifitas mencari rejeki di tempat tersebut.