Mengenang Halim sang Prajurit Langit


Halim Perdanakusuma

Halim Perdanakusuma. (Foto: Dok. Keluarga Halim Perdanakusuma)
Hari ini tiga tahun lalu, 10 Januari 2014, Bandar Udara Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur pertama kali dibuka untuk penerbangan komersial. Sebelumnya, Halim hanya digunakan sebagai pangkalan udara militer, markas Komando Operasi Angkatan Udara I TNI Angkatan Udara.
Mungkin banyak di antara kamu yang kerap terbang dari Halim, dan tahu bahwa nama bandara itu diambil dari nama tokoh. Tapi sudahkah kamu mengenal sosok Halim? Siapa dia? Apa jasanya sampai-sampai namanya diabadikan menjadi nama bandara?
Halim, yang bernama lengkap Abdul Halim Perdanakusuma, lahir di Sampang, Madura, pada 18 November 1922. Ayahnya seorang Patih Sumenep bernama Haji Abdul Gani.
Sejak kecil, Halim tumbuh menjadi anak yang dibanggakan oleh ayahnya. Pun ketika dewasa, ia membawa kebanggaan bagi institusinya, TNI AU.
“Pak Halim Perdanakusuma mengemban misi melawan penjajah. Beliau begitu heroik menerbangkan pesawat yang kondisinya sangat terbatas pada masa revolusi,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya saat berbincang dengan kumparan, bulan lalu.

Pesawat Avro Anson RI 003

Pesawat terakhir yang ditumpangi Halim. (Foto: Dok. Pusat Sejarah TNI)
Awal karier Halim sebagai penerbang dimulai pada permulaan Perang Dunia II tahun 1939. Pada usianya yang belum genap 17 tahun, Halim sudah dibebani tugas berat sebagai instruktur navigasi pesawat.
“Selama Perang Dunia II, dalam menjalankan penugasan militer, Abdul Halim bertugas di Royal Canadian Air Force dengan pangkat Wing Commander. Dia mendapat tugas di skuadron tempur pesawat Lancaster dan Liberator,” ujar Jemi.
Lancaster dan Liberator ialah pesawat pengebom berat asal Amerika Serikat pada Perang Dunia II. Dengan pesawat itu, Halim melakukan sedikitnya 44 misi penerbangan.
Pasca-Perang Dunia II, Halim yang dinilai berprestasi kemudian diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Udara. Ia bertugas merancang operasi penyerangan.
Salah satu misi operasinya yang berhasil adalah saat AURI membalas Agresi Militer Belanda I pada 29 Juli dini hari. Saat itu, pasukan udara pimpin Halim membombardir tiga wilayah yang dikuasai Belanda, yakni Semarang, Salatiga, dan Ambarawa di Jawa Tengah.
Halim betul-betul mempersiapkan serangan itu. Ia membagi tugas prajuritnya dan merancang skema penyerangan berdasarkan modal pesawat alakadarnya yang dimiliki AURI saat itu.
“Empat pesawat terbang yang masih selamat, yaitu pembom tukik Guntai, flight trainer Hayabusha, dan dua buah pesawat latih dasar Cureng, disiapkan untuk melakukan serangan balasan,” kata Halim kepada pasukannya saat mengatur strategi, dikutip dari biografi Halim Perdanakusuma karya Drs. M. Soenjata Kartadarmadja terbitan Widjaya Jakarta pada 1980.
Penyerangan yang dipimpin Halim pada 29 Juli itu kini diperingati setiap tahun sebagai Hari Bhakti Angkatan Udara.

Monumen Pesawat Avro Anson RI 003

Monumen pesawat terakhir yang ditumpangi Halim. (Foto: Dok. Keluarga Halim Perdanakusuma)
Halim yang tangguh dan cerdik dalam mengatur strategi perang, dikenal sebagai sosok yang ramah dan periang. Dia memiliki banyak sahabat, juga segudang bakat.
Halim merupakan instruktur penerjun payung pertama di Indonesia. Waktu itu, alat terjun payung merupakan peninggalan Jepang yang kondisinya memprihatinkan. Besi-besinya sudah tua, dan parasutnya hampir robek.
Tapi pada masa perjuangan, perlengkapan minim biasa digunakan sehari-hari. Keberanian dan kenekatan membuat semua yang mustahil menjadi mungkin.
Halim terus memompa semangat para prajuritnya untuk berlatih setiap hari agar bisa melayang di udara menggunakan parasut.

Halim Perdanakusuma (bukan cover)

Komodor Halim bersama siswa penerbang. (Foto: Dok. Pusat Sejarah TNI)
Pada suatu pagi di Lanud Maguwo, Yogyakarta (kini Lanud Adisutjipto), para penerjun payung siap dengan segala peralatan mereka, dan Halim berdiri di sudut landasan dengan optimisme terpancar di wajah.
Ia siap menonton anak buahnya beraksi ditemani tamu istimewa, Panglima Besar Jenderal Soedirman. Seperti Halim, Soedirman tampak antusias.

Halim Perdanakusuma dan Sudirman (bukan cover)

Halim bersama Jenderal Soedirman. (Foto: Dok. Pusat Sejarah TNI)
Selain dunia militer, Halim juga memiliki gairah pada dunia seni, yakni seni musik dan seni lukis. Dia sangat senang melukis, dan menghasilkan banyak lukisan.
Halim pun bisa bermain bola dengan cukup apik. Beberapa kali ia memamerkan kebolehannya menggesek biola di depan teman-temannya.
Tapi paling spesial adalah ketika Halim memainkan sebait lagu lewat gesekan biolanya di hadapan belahan jiwanya, Kussadalina. Halim memang dikenal romantis.

Istri halim Perdanakusuma

Kussadalina, Istri halim Perdanakusuma. (Foto: Kelurga Halim Perdanakusuma)
Kussadalina harus ekstra sabar mengarungi biduk rumah tangga mereka, sebab tugas Halim mengharuskannya sering meninggalkan keluarga.
Pada akhirnya, suratan takdir pun membuat Halim mesti meninggalkan sang istri selamanya.
Halim gugur, jatuh dari langit, pada usia muda, 25 tahun, saat Kussadalina mengandung anak mereka.
Pesawat yang ia terbangkan menembus blokade Belanda, terjebak cuaca buruk dan jatuh di Pantai Tanjung Hantu, Perak, Malaysia, Desember 1947.
Meski telah selamanya pergi, nama Halim kini abadi.

Jangan lewatkan kisah selanjutnya:
Senja Sepi Kussadalina Selepas Halim Pergi
Penerbangan Terakhir Halim si Jimat Hitam
Jejak Halim dalam Diri sang Putra

Ulfa Rahayu

TIMELAPSEHalim PerdanakusumaSejarahTNIPahlawan

dari dulu suka di bilang bodoh sama temen2 karna keinginan saya yg berharap ikut andil dalam peperangan kemerdekaan, karna bangga sekali sepertinya mati di hormati negara.


|

    di usia yang muda sudah mampu mengukir karir yang sangat hebat, sungguh salah satu pahlawan kebanggan negeri ini. adakah halim halim muda kita yang akan terus membuat bangga bangsa ini di usia yang muda?


    |
    • Letisya Putri

      @zafran mungkin bisa tunggu kabar baiknya dari TNI AUD :) tapi rasanya sama ya, dulu karena jaman penjajahan makanya pakai fasilitas seadanya. sekarang jaman reformasi tapi fasilitas tetap ala kadarnya. terbukti dari banyaknya anak-anak Angkatan Udara yg gugur karena pesawat yg tak layak pakai...


      |

    Pahlawan nasional ini sudah tidak asing bagi bangsa Indonesia terutama di kalangan TNI Angkatan Udara. Beliau sangat berjasa karna berusaha untuk mengambil pesawat tempur baru yg masih ada di thailand. Ia mempelajari seluk beluk pesawat tempur baru itu tp sayang nasib baik tidak memihak pada dirinya. Beliau jatuh bersama pesawat tempur baru itu di lautan lepas. Tentunya jasa2nya tidak akan terlupakan


    |

      bangsa yg besar adalah bangsa yg menghargai jasa-jasa pahlawannya, kata presiden pertama kita Soekarno. Aku harap pemuda sekarang selalu mengingat jasa pahlawan terhadap negri ini termasuk Abdul Halim Perdanakusumah.


      |

        Saya terharu setiap membaca perjuangan superhero kemerdekaan Indonesia karena itulah sebenar-benarnya perjuangan yang pengorbanannya layak dihormati untuk Indonesia. Bukan yang hanya mencela dan mencaci Indonesia tanpa memberi solusi. Seperti orang yang meludah di periuk sendiri.


        |

          mungkin kalau gak ada informasi seperti ini saya gak akan tau sosok halim ini, banyak sekali pejuang pejuang yang terlupakan, mungkin anak anak remaja juga tidak akan tau sosok halim ini dapet pelajaran dari sosok yang berharga ini


          |

            Kalau Habibi dan Halim berada di era yang sama bagaimana ya? Sama2 memiliki otak yang cerdas dalam hal strategi. Tetapi bangsa kita mungkin tidak tau atau malah melupakan jejak kaki beliau yang bisa membuat Indonesia sampai bisa seperti sekarang.


            |

              Tutup usia diumur 25 tahun tapi sudah banyak prestasi yang bisa dibanggakan. Pemuda Indonesia harus nya begini. Patut dijadikan teladan


              |

              Ada satu kelebihan Halim yg sangat bermanfaat bagi bangsa ini, yaitu otaknya yg strategis. Mungkin ini anugerah, namun saya benar2 kagum atas kelebihannya. Ia bisa memimpin dan memberikan taktik perang yg manjur dan membawa kemenangan. Hebatnya lagi, ia tetap pandai bersosialisasi dan bergaul. Salut!


              |

                Baru tau ternyata bisa main biola. Kerennn..


                |

                  Related Stories

                  Recommendations

                  Siti Aisyah Terancam Hukuman Gantung
                  7 11
                  Coblos Ulang Pilgub DKI di Utan Panjang dan Kalibata
                  5 5
                  Chappy Hakim Resmi Undur Diri dari Freeport Indonesia
                  6 4
                  Kemendagri Bongkar Identitas Ganda Siti Aisyah
                  5 7
                  Siti Aisyah Cuci Tangan Setelah Semprotkan Cairan ke Kim Jong Nam
                  2 3
                  Direktur Keuangan Go-Jek Dilaporkan ke Polisi
                  1 3
                  Ibunda: Siti Aisyah Bisa Bahasa Inggris dan Korea
                  4 1
                  Angka Partisipasi di Pilgub DKI 2017 Tertinggi dalam Sejarah
                  6 14
                  Video: Reka Ulang Pembunuhan Kim Jong Nam
                  8 4
                  Wanita Pembunuh Kim Jong Nam Berpaspor Indonesia, Asal Serang
                  5 0