Bisakah Manusia Beregenerasi Seperti Salamander?

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika kadal kehilangan ekornya, bagian tubuh ini akan tumbuh kembali. Salamander lebih hebat dan menakjubkan, bukan cuma ekor, seluruh anggota tubuh lainnya yang hilang bisa tumbuh kembali. Akan tetapi, dapatkah manusia melakukan hal yang sama?
Sebetulnya, manusia punya kemampuan untuk beregenerasi. Kita bisa menyembuhkan tulang yang patah atau kulit yang robek. Hanya saja, ada beberapa hal yang dimiliki oleh salamander, tetapi tidak dimiliki manusia. Oleh karena itu, regenerasi yang kita lakukan masih "terbatas", bahkan jika dibandingkan dengan kadal sekalipun.
"Kita benar-benar beregenerasi dengan sangat baik; pada epidermis kita, sebagai contohnya," ungkap David Gardiner, profesor perkembangan dan sel biologis di Universitas California, merujuk pada lapisan atas kulit. "Lapisan usus kita (pun), kita dapat meregenerasi beberapa potongannya. Tetapi kita tidak meregenerasi struktur yang lebih kompleks (dari) ini."
Salamander, seperti axolotl, bagaimanapun jauh lebih mengesankan karena dapat menumbuhkan kembali anggota badan yang terputus dengan bentuk sebaik yang baru. Tidak seperti manusia, regenerasi anggota tubuh salamander lebih dari sekadar mengganti jaringan. Hewan ini benar-benar menumbuhkan tulang, otot, pembuluh darah, dan saraf.
"Anda dapat meregenerasi pembuluh darah dan bahkan saraf. Namun seluruh lengan tidak bisa (tumbuh kembali)," tegas Gardiner.
Ada beberapa penyebab utama tentang bagaimana salamander menumbuhkan kembali bagian tubuh mereka yang hilang. Tiga di antaranya yang paling penting ialah makrofag, neotony, dan Lin28a.
Sel-sel kekebalan yang disebut makrofag mencegah pembentukan jaringan parut. Berkat makrofag, salamander axolotl dapat meregenerasi bagian anggota tubuh yang terputus tanpa perlu melukainya (atau tanpa meninggalkan bekas luka seperti pada manusia).
Axolotl juga bersifat neotony atau memiliki kemampuan untuk "awet muda". Spesies ini sanggup mempertahankan fitur-fitur remaja hingga dewasa. Hasilnya, karena fisik mahluk yang lebih muda selalu lebih mampu menyembuhkan diri ketimbang yang lebih tua, regenerasi salamander ini pun kerap berlangsung dengan sangat baik.
Sementara faktor penting lainnya adalah gen Lin28a, yang aktif pada mahluk yang lebih muda dan menjadi tidak aktif setelah dewasa. Kehadiran gen ini membuat hewan (juga manusia) dapat menyembuhkan diri dengan baik pada saat usia yang belum matang.
Bagaimanapun, meski ketiga hal tersebut diketahui sangat penting untuk kebutuhan regenerasi salamander, sifat pasti dari koneksi dan sinkronisasinya belum dipahami oleh para ilmuwan. Bahkan, walau semua salamander dapat meregenerasi anggota tubuh, hanya axolotl yang bersifat neoteny. Masih ada beberapa misteri yang belum terpecahkan dalam kehebatan regenerasi salamander.
Sumber:
Could Humans Ever Regenerate a Limb? | livescience.com
SALAMANDERS CAN REGROW LIMBS. WHY CAN’T WE? | ripleys.com
Tulisan menarik lainnya dari Absal Bachtiar:
