7 Tanda-Tanda PCOS pada Wanita yang Jarang Diketahui

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masalah reproduksi yang umum terjadi pada wanita adalah PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome. Kelainan ini terjadi pada wanita yang memasuki usia reproduksi aktif. Walaupun termasuk kondisi umum, tanda-tanda PCOS pada wanita penting untuk diperhatikan.
Perempuan dengan PCOS mungkin memiliki periode haid yang jarang atau bahkan berkepanjangan, serta memiliki kelebihan kadar hormon laki-laki, yakni hormon androgen.
Menurut situs InHealth, pada kasus penderita PCOS, ovarium dapat mengembangkan banyak sekumpulan kecil cairan (folikel), kemudian ovarium gagal melepaskan sel telur secara teratur.
Sampai saat ini, penyebab pasti PCOS belum diketahui. Diagnosis dan pengobatan dini serta program penurunan berat badan diketahui dapat mengurangi risiko komplikasi jangka panjang akibat PCOS, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Penasaran apa saja tanda-tanda PCOS pada wanita yang tidak boleh diabaikan? Ulasan berikut ini akan menguraikannya secara lengkap.
Tanda Tanda PCOS pada Wanita
Tanda-tanda khas dari PCOS sebenarnya masih seputar gangguan pada siklus haid. Namun, masih ada tanda-tanda lain yang penting untuk diperhatikan para wanita. Dirangkum dalam berbagai sumber, berikut gejala atau tanda-tanda PCOS:
1. Pertumbuhan Rambut di Area yang Tidak Diinginkan
Dikutip dari Web MD, kondisi ini kerap disebut sebagai hirsutisme. Pengidap hirsutisme biasanya memiliki pertumbuhan rambut di tempat-tempat yang tidak terduga.
Pertumbuhan rambut di antaranya ada di area wajah, dagu, payudara, perut, dan jari-jari kaki. Kondisi ini bisa disebabkan oleh adanya peningkatan kadar hormon laki-laki pada tubuh perempuan.
2. Rambut Rontok
Masalah lain yang kerap muncul akibat adanya ketidakseimbangan hormon pada pengidap PCOS adalah kerontokan rambut. Perempuan dengan PCOS mungkin akan lebih mudah mengalami penipisan rambut, terutama saat usia sudah memasuki paruh baya.
Kerontokan rambut ini awalnya terjadi sedikit, tetapi lama-kelamaan bisa menjadi semakin parah. Rambut akan menjadi lebih rapuh, bercabang, dan mudah rontok terutama saat disisir.
3. Masalah Berat Badan
Sebagian besar kasus perempuan dengan PCOS mengeluhkan adanya masalah dengan berat badan, tapi berbeda-beda sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.
Ada yang memiliki masalah sulit menaikkan berat badan atau justru kesulitan menurunkan berat badan. Semua bergantung pada kondisi hormon dan fisik dari masing-masing perempuan.
Untuk mengembalikan berat badan pada angka yang dianjurkan, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter gizi terlebih dahulu.
4. Kulit Berminyak dan Berjerawat
Perubahan hormon yang terkait dengan PCOS juga bisa membuat wanita mengalami masalah pada kulit. Salah satunya, yaitu kulit menjadi lebih mudah berjerawat dan berminyak. Namun, penting untuk diingat, jika memiliki kulit berjerawat dan berminyak, belum tentu Anda mengidap kelainan PCOS.
5. Sulit Tidur dan Sering Merasa Lelah
Gangguan pada pola tidur juga bisa menjadi salah satu tanda PCOS. Perhatikan kondisi Anda, apakah sering mengalami sulit tidur atau mungkin sudah tidur, tapi tetap merasa lelah. Jika memang mengalami kondisi ini diikuti dengan gejala-gejala khas lainnya, bisa jadi mengarah pada kelainan PCOS.
Selain itu, menurut buku Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana karya Pro. Dr. Ida Bagus Gede M, penderita PCOS juga mungkin mengalami kelainan tidur yang dikenal sebagai sleep apnea. Kondisi ini membuat penderitanya sudah tidur, tetapi tidak merasa cukup istirahat setelah terbangun.
Masalah ini kerap menimbulkan tanda khas lainnya, yakni sakit kepala. Selain karena kurang tidur, sakit kepala pada pengidap PCOS juga bisa disebabkan oleh adanya perubahan kadar hormon.
6. Gangguan Siklus Haid
Saat mengidap PCOS, penderitanya akan mengalami siklus haid yang tidak teratur. Bahkan, mungkin beberapa dari mereka tidak mengalami haid selama beberapa bulan. Namun, sekalinya haid, penderitanya bisa mengalami perdarahan yang cukup banyak.
Memuat dalam situs Mayo Clinic, disebutkan bahwa siklus haid yang jarang, tidak teratur, atau berkepanjangan adalah tanda paling umum dari PCOS.
Misalnya, penderita mungkin memiliki kurang dari sembilan kali siklus haid dalam setahun atau lebih dari 35 hari antara satu siklus ke siklus lainnya.
7. Sulit untuk Bisa Hamil
PCOS adalah salah satu penyebab utama ketidak suburan alias sulit hamil yang dialami oleh perempuan. Sebab, ketika seorang perempuan diketahui mengidap PCOS, ukuran indung telur atau ovariumnya akan menjadi lebih besar dari ukuran biasanya.
Indung telur yang lebih besar ini di dalamnya berisikan banyak kista kecil yang mengandung sel telur yang belum matang. Sel telur ini pun menjadi sulit keluar, terlebih untuk dibuahi.
Selain itu, perempuan dengan PCOS juga memiliki kadar hormon androgen yang cukup tinggi dan bisa menghambat proses ovulasi, yaitu pelepasan telur sehat untuk dibuahi sperma. Kondisi-kondisi ini kerap mengganggu proses pembuahan dan menghambat usaha perempuan untuk bisa hamil secara alami.
Namun, kondisi ini tak perlu dikhawatirkan. Perempuan pengidap PCOS tetap bisa hamil, hanya saja diperlukan berbagai usaha yang lebih kompleks dibandingkan dengan perempuan normal.
Para pengidap PCOS mungkin memerlukan terapi kesuburan dari dokter serta menerapkan pola hidup sehat, terutama dengan mengonsumsi makan-makanan yang bergizi.
(VIO)
Baca Juga: 3 Tanda-Tanda PCOS pada Wanita dan Cara Mengobatinya
Frequently Asked Question Section
Apa itu PCOS?

Apa itu PCOS?
PCOS adalah gangguan hormonal yang menyebabkan terbentuknya kista atau folikel kecil berisi cairan (polikistik) di ovarium.
Apakah penderita PCOS bisa hamil?

Apakah penderita PCOS bisa hamil?
Pada kasus PCOS, terjadi kegagalan pematangan folikel yang menyebabkan proses ovulasi gagal terjadi. Akibatnya, sel telur tidak bisa dilepaskan dari ovarium, dan justru membentuk kista. Pada jangka panjang, kedua ovarium akan terisi dengan kumpulan kista-kista kecil, sehingga disebut dengan polycystic ovary. Hal ini tentu bisa menganggu kesuburan bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan.
Bagaimana cara mengetahui PCOS?

Bagaimana cara mengetahui PCOS?
Jika siklus menstruasi lebih panjang atau bahkan tidak teratur, bisa jadi Anda mengidap Polycystic Ovary Syndrome atau dikenal dengan PCOS.
