Gejala Difteri Pernapasan dan Kulit Serta Faktor Pemicunya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Difteri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri bernama Corynebacterium. Umumnya, gejala difteri yang terjadi ialah sakit tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan di amandel dan tenggorokan.
Tidak hanya itu, jika kondisi difteri sudah mencapai tahap yang cukup parah, hal ini bisa menyebabkan infeksi di beberapa organ tubuh lain, seperti jantung dan sistem saraf. Bahkan ada beberapa pasien difteri yang mengalami infeksi kulit.
Menurut World Health Organization (WHO), tercatat ada 7.097 kasus difteri yang dilaporkan di seluruh dunia pada tahun 2016. Di antara angka tersebut, Indonesia turut menyumbang 342 kasus.
Sejak tahun 2011, kejadian luar biasa (KLB) untuk kasus difteri menjadi masalah di Indonesia. Tercatat 3.353 kasus difteri dilaporkan dari tahun 2011 hingga 2016.
Angka ini menempatkan Indonesia menjadi urutan ke-2 setelah India dengan jumlah kasus difteri terbanyak. Dari 3.353 orang yang menderita difteri, dan 110 di antaranya meninggal dunia. Hampir 90% dari orang yang terinfeksi, tidak memiliki riwayat imunisasi difteri yang lengkap.
Menurut laman RSUD Mangusada Kabupaten Badung, dalam upaya mengatasi KLB difteri ini maka dibuatlah Outbreak Response Immunization (ORI) yaitu suatu upaya untuk menciptakan kekebalan komunitas agar masyarakat terhindar dari penyakit difteri.
Sederhananya, pemerintah mulai menertibkan adanya imunisasi atau vaksinasi difteri. Melansir dari CDC, ada beberapa vaksin yang dapat diberikan untuk melindungi tubuh dari bakteri difteri, yakni:
DTaP, vaksin untuk melindungi dari penyakit difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan).
DT, vaksin untuk melindungi dari penyakit difteri dan tetanus.
Tdap, vaksin untuk melindungi dari penyakit tetanus, difteri, dan pertusis.
Td, vaksin untuk melindungi dari penyakit tetanus dan difteri.
Supaya bisa mendeteksi dini penyakit difteri ini, penting untuk mengetahui gejala-gejala yang dirasakan. Maka itu, simak informasinya pada artikel di bawah ini.
Gejala-Gejala Difteri
Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, difteri adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyakit difteri ini mudah menyebar melalui berbagai macam cara, seperti bersentuhan, bersetubuh, dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, seseorang yang sudah dinyatakan mengidap penyakit difteri harus segera mengisolasi diri. Dengan begitu, risiko pengidap untuk menularkan penyakit tersebut berkurang.
Sebelum membahas seperti apa gejala-gejala difteri. Perlu diketahui bahwa difteri pada umumnya terbagi menjadi 2 jenis, yakni difteri pernapasan dan kulit. Kedua jenis tersebut memiliki gejala yang berbeda-beda.
Menyadur Boston Children Hospital, berikut pengertian singkatnya.
Difteri pernapasan, kondisi di mana bakteri difteri berkembang biak di tenggorokan.
Difteri kulit, kondisi di mana bakteri tersebut menyerang bintik kuning atau luka pada kulit.
Untuk lebih jelas, berikut gejala-gejala difteri pernapasan yang dikutip dari laman Medical News Today, berikut informasinya:
Tenggorokan dilapisi selaput tebal berwarna abu-abu
Radang tenggorokan dan serak
Pembengkakan kelenjar pada leher
Masalah pernapasan dan saat menelan
Cairan pada hidung, ngiler
Demam dan menggigil
Batuk yang keras
Perasaan tidak nyaman
Perubahan pada penglihatan
Bicara yang melantur
Tanda-tanda shock, seperti kulit yang pucat dan dingin, berkeringat dan jantung berdebar cepat
Apabila penyakit difteri tersebut memengaruhi kulit atau difteri kulit, berikut ini adalah gejala yang akan dirsakannya, seperti yang dikutip dari laman Ciputra Hospital, di antaranya:
Kulit melepuh dan bernanah di area kaki dan tangan
Munculnya luka besar yang dikelilingi dengan kulit kemerahan
Jika penyakit difteri ini semakin berkembang dan tidak di atasi dengan sebaik mungkin. Bukan tidak mungkin bahwa gejala-gejala tersebut akan memicu munculnya berbagai penyakit lainnya.
Sebagai informasi, berikut beberapa komplikasi penyakit difteri yang perlu untuk diwaspadai:
Saluran napas yang tertutup
Kerusakan otot jantung (miokarditis)
Kerusakan saraf (polineuropati)
Kehilangan kemampuan bergerak (lumpuh)
Infeksi pary (gagal napas atau pneumonia)
Bahkan, orang-orang yang selamat dari penyakit ini masih merasakan beberapa keluhan, salah satunya adalah kelumpuhan otot-otot tertentu dan kerusakan permanen pada jantung dan ginjal.
Faktor Pemicu Difteri
Penyebaran penyakit difteri bisa dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, berikut beberapa faktor, di antaranya:
Lokasi yang Anda tinggali
Tidak mendapat vaksinasi difteri terbaru
Memiliki gangguan sistem imun, seperti AIDS
Memiliki sistem imun lemah, misalnya anak-anak atau orang tua
Tinggal di kondisi yang padat penduduk atau tidak higienis
Baca Juga: Leukosit Tinggi Artinya Pertanda Penyakit Apa? Ini Penyebab dan Gejalanya
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa pengobatan difteri?

Apa pengobatan difteri?
Hal pertama yang dilakukan oleh dokter untuk mengobati penyakit difteri ialah memberi suntikan antitoksin, untuk melawan racun yang dihasilkan oleh bakteri.
Apa saja komplikasi yang bisa muncul akibat difteri?

Apa saja komplikasi yang bisa muncul akibat difteri?
Saluran napas yang tertutup, kerusakan otot jantung (miokarditis), kerusakan saraf (polineuropati), kehilangan kemampuan bergerak (lumpuh), dan infeksi pary (gagal napas atau pneumonia).
Apa saja gejala difteri?

Apa saja gejala difteri?
Umumnya, infeksi difteri dapat menimbulkan gejala, seperti suara serak, demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, gelisah, hidung berair, nyeri menelan, leher bengkak, suara napas mengorok dan sesak napas.
