5 Penyakit Kulit Akibat Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
26 November 2022 13:37
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi penyakit kulit akibat diabetes. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyakit kulit akibat diabetes. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Diabetes dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk kulit. Alhasil, berbagai penyakit kulit akibat diabetes pun muncul dan mengganggu penderitanya.
ADVERTISEMENT
American Diabetes Association dalam lamannya menjelaskan, masalah kulit memang merupakan salah satu gejala diabetes yang mudah dikenali. Perubahan pada kulit bisa menjadi tanda bahwa ada masalah yang terjadi di bawah permukaannya.
Kulit memiliki banyak saraf dan pembuluh darah yang memungkinkan seseorang merasakan sentuhan, suhu, rasa sakit, dan tekanan. Diabetes memengaruhi fungsi saraf dan pembuluh darah tersebut sehingga muncul luka serta masalah kulit lainnya.
Beberapa masalah kulit itu memang bisa dialami siapa saja. Namun, penderita diabetes lebih mudah mendapatkannya dan lebih sulit untuk sembuh darinya.
Untungnya, sebagian besar kondisi kulit dapat dicegah atau dobati dengan mudah jika diketahui lebih awal. Lantas, apa saja penyakit kulit akibat diabetes yang perlu diwaspadai?

Penyakit Kulit Akibat Diabetes

Ilustrasi masalah kulit pada anak. Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi masalah kulit pada anak. Foto: Thinkstock

1. Acanthosis Nigricans

ADVERTISEMENT
Mengutip situs Centers for Disease Control and Prevention, kondisi kulit ini ditandai dengan munculnya bercak gelap atau tekstur seperti beludru yang muncul di lipatan tubuh, seperti leher, ketiak, dan selangkangan. Terkadang, bercak juga bisa muncul di tangan, siku, atau lutut.
Acanthosis Nigricans merupakan tanda resistensi insulin yang menjadi gejala pradiabetes atau diabetes tipe 2. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas.

2. Dermopati Diabetik

Dermopati diabetik dikenal juga sebagai bintik tulang kering. Sesuai namanya, bintik-bintik yang tampak seperti bercak atau garis bulat merah/cokelat itu timbul di kulit bagian depan kaki (tulang kering). Bintik tersebut tidak sakit, gatal, ataupun terbuka.
Meski umumnya tidak berbahaya, dermopati diabetik tetap harus diwaspadai sebagai salah satu gejala diabetes. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan pada pembuluh darah kecil yang mengurangi suplai darah ke kulit akibat diabetes.
ADVERTISEMENT
ilustrasi kulit kering akibat diabetes. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi kulit kering akibat diabetes. Foto: Shutterstock

3. Necrobiosis Lipoidica

Necrobiosis lipoidica (LN) merupakan kondisi dermatologis idiopatik yang dikenali dengan munculnya bercak kuning, kemerahan, atau cokelat pada kulit. Bercak biasanya dimulai dengan bentuk benjolan kecil seperti jerawat.
Jika sudah parah, benjolan akan berubah menjadi bercak kulit yang bengkak dan keras. Kondisi tersebut jarang terjadi, tetapi bisa menyebabkan rasa gatal dan nyeri yang mengganggu.
Penyebab necrobiosis lipoidica tidak diketahui pasti. namun, wanita cenderung lebih berisiko mengalaminya daripada pria. Kondisi ini biasanya terjadi ketika ada perubahan lemak dan kolagen di bawah permukaan kulit.

4. Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri adalah kondisi yang dapat dialami oleh setiap orang. Namun, penderita diabetes cenderung lebih sering mengalaminya, baik di kelopak mata, folikel rambut, maupun kuku. Saat kondisi ini terjadi, jaringan tubuh akan meradang, panas, bengkak, merah, dan nyeri.
ADVERTISEMENT
Infeksi bakteri disebabkan banyaknya bakteri yang berkembang biak akibat terlalu banyak glukosa di dalam tubuh. Jenis bakteri yang umum menjadi penyebabnya adalah staphylococcus.

5. Kulit Kering dan Gatal

Kondisi kulit ini normal terjadi, bahkan pada orang yang tidak menderita diabetes. Namun, itu biasanya disebabkan oleh alergi atau tidak cocok dengan produk perawatan kulit tertentu.
Pada penderita diabetes, kulit kering dan gatal terjadi akibat sirkulasi cairan tubuh yang buruk. Terlalu banyak gula dalam darah menyebabkan tubuh menarik cairan dari sel-selnya. Untuk membuang kelebihan gula, tubuh pun akan menghasilkan urin yang lebih banyak. Hal ini bisa membuat kulit menjadi kering.
(ADS)
Apakah penyakit diabetes penyakit kulit?
chevron-down
Mengapa diabetes menyebabkan masalah pada kulit?
chevron-down
Apakah diabetes menyebabkan gatal pada kulit?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020