Doa Sahur dan Niat Puasa Ramadhan Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
24 Maret 2023 8:33 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi membaca doa sahur. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membaca doa sahur. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Doa sahur merupakan amalan sunnah yang dilakukan saat sahur sebelum menjalankan ibadah puasa. Meski hukumnya sunnah, doa ini tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW sehingga mengamalkannya adalah bentuk meneladani sifat mulia Nabi.
ADVERTISEMENT
Makan sahur adalah sunnah bagi umat Muslim yang hendak berpuasa, baik puasa Ramadhan maupun puasa sunnah. Selain untuk menambah energi saat puasa, sahur juga mengandung berkah bagi umat yang mengamalkannya.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda, “Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari)
Lalu, seperti apa doa makan sahur yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW? Simak bacaan selengkapnya dalam artikel berikut.

Apa Doa Sahur?

Ilustrasi waktu makan sahur. Foto: Shutter Stock
Seperti yang disebutkan, sebelum berpuasa, umat Muslim disunnahkan untuk sahur terlebih dulu meski hanya dengan sebiji kurma atau segelas air. Dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a., Rasulullah bersabda:
Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur (makan sahur).” (HR Ahmad)
ADVERTISEMENT
Saat menyantap hidangan sahur, jangan lupa membaca doa yang disunnahkan Rasulullah SAW. Berikut bacaan doanya:
يَرْحَمُ اللهُ المُتَسَحِّرِيْنَ
Yarhamullâhul mutasahhirîn.
Artinya: “Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur.”
Doa sahur tersebut diambil dari hadits yang diriwayatkan Imam At-Thabrani. Rasulullah juga mengatakan bahwa kurma adalah hidangan sahur yang paling baik.
Diriwayatkan oleh As-Saib bin Zaid r.a., ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Sebaik-baik hidangan sahur adalah kurma.’ Rasulullah SAW lalu berdoa, ‘Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur.’” (HR. At-Thabrani)
Meski tidak dilarang, umat Muslim tidak dianjurkan untuk melaksanakannya ketika masih terlalu malam seperti pukul 02.00 dini hari. Lebih diutamakan bagi mereka untuk mengakhiri sahur ketika menjelang waktu Subuh.
ADVERTISEMENT
Mengutip buku Koleksi Doa Dzikir Sepanjang Masa tulisan Ustadz Ali Amrin al-Qurawy, Rasulullah biasa memberi jeda antara makan dan sholat subuh sekitar 50-60 ayat.

Apa Niat Sesudah Sahur?

Ilustrasi sahur bersama keluarga. Foto: Shutterstock
Tanda dimulainya puasa Ramadhan ditandai adalah berkumandangnya adzan Subuh. Lewat dari waktu tersebut, seorang Muslim tidak boleh makan, minum, dan melakukan hal lain yang membatalkan puasanya.
Sebelum puasa, umat Muslim juga wajib membaca niat puasa Ramadhan agar ibadahnya dianggap sah dan bernilai pahala. Berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin an qadha'i fardhi syahri Ramadhana lillahi taala.
Artinya: “Aku niat mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta’ala.”
ADVERTISEMENT
Lalu, kapan sebaiknya membaca niat puasa? Niat puasa dapat dibaca sejak matahari terbenam sampai terbitnya fajar yang menandakan waktu Subuh telah tiba. Agar tidak lupa, niat biasanya dilafalkan bersama-sama setelah sholat tarawih berjamaah di masjid.
Ada pula yang berpendapat bahwa niat puasa boleh dibaca satu kali saja di awal Ramadhan. Namun, membaca niat setiap hari selama bulan Ramadhan adalah yang lebih utama.

Niat Puasa Ramadhan Apakah Harus Diucapkan?

Mengutip buku Fikih Puasa oleh Mohammad Hafid, Lc., M.H., niat puasa Ramadhan tidak harus diucapkan atau dilafalkan. Selama niat tersebut sudah dibaca dalam hati dengan sungguh-sungguh, maka puasa yang dikerjakan tetap sah.
Meski begitu, mayoritas ulama berpendapat bahwa lebih baik mengucapkannya secara lisan. Selain agar tidak lupa, melafalkan niat juga menjadi wujud kesungguhan seorang Muslim menjalani ibadah tersebut.
ADVERTISEMENT

Apa Niat Mengganti Puasa Ramadhan karena Haid?

Ilustrasi membaca niat puasa. Foto: Odua Images/Shutterstock
Sebelum memasuki bulan Ramadhan, umat Muslim juga harus memastikan bahwa dirinya telah melunasi kewajiban puasa yang pernah ditinggalkannya pada Ramadhan sebelumnya, baik karena haid maupun udzur lainnya.
Berikut bacaan niat ganti puasa karena haid:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ.
Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”
Sama seperti puasa Ramadhan, niat puasa qadha dapat dibaca pada malam hari hingga waktu Subuh tiba. Lain halnya dengan niat puasa sunnah yang boleh dibaca pada pagi atau siang hari selama puasanya belum batal.
ADVERTISEMENT
(ADS)