3 Contoh Surat Pernyataan Cerai di atas Materai dan Format Penulisannya

Penulis kumparan
·waktu baca 14 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meski patut dihindari, perceraian tetap terjadi setiap tahunnya. Sebelum mengajukan perceraian, sebaiknya pikirkan matang-matang terlebih dahulu. Jika sudah mantap ingin cerai, maka contoh surat pernyataan cerai di atas materai sangat dibutuhkan oleh pihak penggugat.
Apa itu Surat Cerai?
Surat cerai adalah surat tuntutan atau gugatan yang dibuat oleh istri kepada seorang suami guna mengajukan proses perceraian ke pengadilan agama. Pernyataan tersebut menjadi salah satu dokumen yang dibutuhkan untuk bercerai secara resmi.
Proses perceraian memang dapat diwakilkan oleh kuasa hukum atau pengacara yang telah ditunjuk. Namun, surat pernyataan cerai tetap dibuat oleh pihak yang terlibat, dalam hal ini istri.
Baca juga: 5 Cara Membuat Surat Keterangan Belum Menikah, Praktis!
Cara Membuat Surat Cerai
Bagaimana cara membuat surat cerai? Berikut langkah-langkah yang dapat diikuti.
Pihak penggugat mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Negeri di kediaman tergugat.
Penggugat wajib membayar panjar biaya gugatan berupa uang panjar perkara.
Setelah biaya panjar dibayarkan, maka bukti pembayaran wajib diserahkan ke pihak pengadilan sebagai bagian dari arsip.
Tunggulah panggilan sidang dari juru sita pengadilan. Sama halnya dengan Pengadilan Agama, pada sidang pertama biasanya akan bertujuan untuk mendamaikan kedua belah pihak.
Apabila kedua belah pihak sudah tidak bisa berdamai, hakim akan mewajibkan adanya mediasi. Namun, jika mediasi ternyata juga tidak berhasil disertai dengan alasan perceraian yang cukup, maka perceraian akan diputuskan dalam sidang terbuka.
Pegawai pengadilan akan mengirimkan salinan putusan pengadilan yang berlandaskan hukum kepada pegawai pencatatan.
Pegawai pencatatan akan mendaftarkan putusan perceraian.
Kedua belah pihak yang bercerai wajib melaporkan perceraiannya kepada instansi maksimal 60 hari.
Pihak yang bercerai mengajukan permohonan penerbitan akta perceraian.
Petugas pengadilan akan melakukan verifikasi berkas permohonan penerbitan akta cerai dan melakukan pencatatan di buku register.
Petugas pengadilan juga akan melakukan perekaman dalam database serta menerbitkan kutipan akta cerai.
Setelah ditandatangani oleh kepala dinas, maka akta perceraian akan diberikan kepada pihak pemohon.
Baca juga: Cara Membuat Surat Keterangan Belum Menikah dan Syaratnya
Format Penulisan Surat Pernyataan Cerai
Melansir buku Panduan bantuan hukum di Indonesia, Abdul Rahman Saleh, (2009:44), surat pernyataan cerai adalah surat yang ditulis istri ketika mengajukan gugatan cerai pada suami dan menyatakan bahwa kedua pihak telah sepakat untuk memutuskan bercerai.
Proses perceraian memang bisa diwakilkan kuasa hukum atau pengacara, tetapi surat pernyataan cerai tetap wajib dibuat oleh pihak yang terlibat, yaitu istri.
Untuk menulisnya, sang istri harus mencantumkan poin-poin berikut:
Nama Surat: nama surat pernyataan.
Identitas Pihak Pertama: cantumkan identitas diri pihak yang meminta cerai dengan jelas
Identitas Pihak Kedua:cantumkan identitas diri pihak yang menyetujui perceraian dengan jelas
Isi Surat Pernyataan Cerai: pernyataan bahwa kedua pihak sepakat untuk bercerai.
Penutup: berisi pernyataan lainnya.
Saksi-saksi: jika ada, cantumkan beberapa orang saksi di dalam proses perceraian.
Materai: bubuhkan tanda tangan di atas materai pada surat pernyataan cerai tersebut.
Baca juga: Masa Iddah Cerai Hidup, Berapa Lama?
Contoh Surat Pernyataan Cerai
Supaya lebih jelas, simak contoh-contoh surat pernyataan cerai di bawah ini:
1. Contoh Surat Pernyataan Cerai 1
SURAT PERNYATAAN CERAI
Yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan dengan sesungguhnya bahwa:
Sebagai Pihak I
Nama:______
Tempat, Tanggal Lahir:______
Agama:______
Pekerjaan:_______
Alamat:______
Sebagai Pihak II
Nama:______
Tempat, Tanggal Lahir:_____
Agama:______
Pekerjaan:______
Alamat:_______
Dengan ini, kedua belah pihak, sepakat untuk bercerai atau mengakhiri hubungan sebagai pasangan suami istri. Kedua belah pihak tidak lagi memiliki hubungan dalam bentuk apapun juga, terkecuali hubungan dengan anak kandung.
Oleh karena itu, kedua belah pihak mengakui surat pernyataan ini sebagai bukti cerai yang sah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Demikian surat pernyataan ini dibuat atas kerelaan dan kesadaran kedua belah pihak tanpa paksaan dari siapa pun untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Yang Membuat Pernyataan
Pihak I Pihak II
(Nama & TTD) (Nama & TTD)
2. Contoh Surat Pernyataan Cerai 2
SURAT PERNYATAAN CERAI
Yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa:
Pihak I
Nama:___
Umur:____
Agama:____
Pekerjaan:___
Alamat:____
Dalam hal ini disebut Pihak I yang meminta cerai.
Pihak II
Nama:_____
Umur:_____
Agama:_____
Pekerjaan: ____
Alamat:______
Dalam hal ini disebut Pihak II yang memberi cerai.
Pada hari ini____, di hadapan para saksi, kami telah bersepakat untuk berpisah dalam hidup berumah tangga, berdasarkan keinginan kami berdua tanpa unsur paksaan dari pihak mana pun.
Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sesungguhnya secara sadar dan dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani.
____, ______
Pihak I Pihak II
______ ______
Saksi-saksi:
_______
_______
_______
3. Contoh Surat Pernyataan Cerai 3
Jakarta, ..................
Yth. Ketua Pengadilan Negeri Jakarta
Di Jakarta
Hal: Gugatan Perceraian
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
Tempat, tanggal lahir : ............, ……………
Agama : ………………………
Pendidikan : ................................
Status Perkawinan : ………………………
Pekerjaan : ................................
Kewarganegaraan : ……………………...
Alamat : ..........................................
Selanjutnya disebut “Penggugat”.
Dengan ini mengajukan gugatan perceraian terhadap:
Nama :
Tempat, tanggal lahir : ............, ……………
Agama : ………………………
Pendidikan : ................................
Status Perkawinan : ………………………
Pekerjaan : ................................
Kewarganegaraan : ……………………...
Alamat : .............................................
Selanjutnya disebut sebagai “Tergugat”.
Dengan alasan gugatan sebagai berikut:
Bahwa, Penggugat dan Tergugat adalah suami istri yang sah telah melangsungkan perkawinan secara agama ……………… pada tanggal ……………………. bertempat di …………………, sesuai dengan Kutipan Akta Perkawinan Nomor…………………………………. tanggal ………………………;
Bahwa, dari perkawinan Penggugat dan Tergugat tersebut tidak dikaruniai/telah dikaruniai anak yaitu: a). HIJ, Perempuan/Laki-laki, lahir di …………… pada tanggal …………; b). KLM, Perempuan/Laki-laki, lahir di …………… pada tanggal ………………;
Bahwa, pada awalnya perkawinan Penggugat dan Tergugat berjalan dengan rukun dan damai serta harmonis sebagaimana layaknya suami istri pada umumnya, namun sejak ............. hubungan antara Penggugat dan Tergugat mulai tidak harmonis karena masalah antara lain: a). ................; b). .....................; c). .....................;
Bahwa, segala upaya untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga telah dilakukan Penggugat namun tidak berhasil dan menemui jalan buntu, dengannya oleh karena kehidupan rumah tangga antara Penggugat dan Tergugat sudah tidak akur dan tidak ada harapan untuk rukun kembali, maka tidak ada jalan lain bagi Penggugat mengajukan gugatan cerai terhadap Tergugat;
Berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas, Penggugat memohon kepada Yang Terhormat Ketua Pengadilan Negeri __________. Majelis Hakim yang akan memeriksa dan mengadili perkara ini agar menjatuhkan putusan yang amarnya berbunyi sebagai berikut:
Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya
Menyatakan secara hukum bahwa perkawinan antara Penggugat dan Tergugat yang dilangsungkan secara agama ……………… pada tanggal ……………….. bertempat di ……….., sesuai dengan Kutipan Akta Perkawinan Nomor……………………tanggal ………….., sah putus karena perceraian dengan segala akibat hukumnya
Memerintahkan kepada Panitera Pengadilan Negeri _______ mengirimkan sehelai turunan resmi putusan perceraian tersebut yang telah berkekuatan hukum tetap kepada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab/Kota……………, selanjutnya agar dicatatkan dalam pendaftaran yang dipergunakan untuk itu
Menetapkan biaya menurut hukum
Atau,
Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya.
Hormat kami,
Penggugat
Ttd.
_____________
4. Contoh surat pernyaataan cerai 4
SURAT PERNYATAAN CERAI
Yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan dengan sesungguhnya bahwa;
Pihak I
Nama:................
Umur:................
Agama:...............
Pekerjaan:...........
Alamat:................
Dalam hal ini disebut pihak I yang meminta cerai.
Pihak II
Nama:..................
Umur:..................
Agama:................
Pekerjaan:............
Alamat:.................
Dalam hal ini disebut Pihak II yang memberi cerai.
Pada hari ini...... kami menyatakan yang sebenar-benarnya di hadapan para saksi-saksi bahwa kami telah bersepakat untuk berpisah dalam menjalani hidup berumah tangga, berdasarkan kemauan kami berdua tanpa ada unsur pemaksaan dari pihak mana pun.
Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya secara sadar dan dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani.
__, _____
Pihak I Pihak II
5. Contoh surat pernyataan cerai 5
SURAT PERNYATAAN CERAI
Yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan dengan sesungguhnya bahwa.
Sebagai Pihak I
Nama:______
Tempat, tanggal lahir:______
Agama:______
Pekerjaan:_______
Alamat:______
Sebagai Pihak II
Nama:______
Tempat, tanggal lahir:_____
Agama:______
Pekerjaan:______
Alamat:_______
Bahwa dengan ini kedua belah pihak, sepakat untuk bercerai atau mengakhiri hubungan sebagai suami istri dan atau kedua belah pihak tidak lagi memiliki hubungan dalam bentuk apa pun juga, terkecuali hubungan dengan anak kandung.
Oleh karena itu, kedua belah pihak mengakui surat pernyataan ini sebagai bukti cerai yang sah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Demikian surat pernyataan ini dibuat atas kerelaan dan kesadaan kedua belah pihak tanpa ada paksaan dari siapa pun untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Yang Membuat Pernyataan
Pihak I Pihak II
(Nama & TTD) (Nama & TTD)
Saksi Pihak I Saksi Pihak II
1._______ 1.________
2._______ 2.________
6. Contoh surat pernyataan cerai 6
SURAT PERNYATAAN CERAI
Yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan dengan sesungguhnya bahwa:
Pihak I
Nama:___
Umur:____
Agama:____
Pekerjaan:___
Alamat:____
Dalam hal ini disebut Pihak I yang meminta cerai.
Pihak II
Nama:_____
Umur:_____
Agama:_____
Pekerjaan: ____
Alamat:______
Dalam hal ini disebut Pihak II yang memberi cerai.
Pada hari ini____, kami menyatakan yang sebenar-benarnya, di hadapan para saksi-saksi bahwa kami telah bersepakat untuk berpisah dalam menjalani hidup berumah tangga, berdasarkan kemauan kami berdua tanpa ada unsur pemaksaan dari pihak mana pun.
Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya secara sadar dan dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani.
____, ______
Pihak I Pihak II
______ ______
Saksi-saksi:
_______
_______
_______
7. Contoh surat pernyataan cerai 7
Jakarta, ………………
Kepada Yth.:
Ketua Pengadilan Negeri Jakarta
Di,
Jakarta
Hal: Gugatan Perceraian
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
Tempat, tanggal lahir : …………, ……………
Agama : ………………………
Pendidikan : …………………………..
Status Perkawinan : ………………………
Pekerjaan : …………………………..
Kewarganegaraan : ………………………
Alamat : ……………………………………
Selanjutnya disebut “Penggugat”.
Dengan ini mengajukan gugatan perceraian terhadap:
Nama :
Tempat, tanggal lahir : …………, ……………
Agama : ………………………
Pendidikan : …………………………..
Status Perkawinan : ………………………
Pekerjaan : …………………………..
Kewarganegaraan : ………………………
Alamat : ………………………………………
Selanjutnya disebut sebagai “Tergugat”.
Dengan alasan/dalil-dalil gugatan sebagai berikut:
Bahwa, Penggugat dan Tergugat adalah suami istri yang sah telah melangsungkan perkawinan secara agama ……………… pada tanggal ……………………. bertempat di …………………, sesuai dengan Kutipan Akta Perkawinan Nomor…………………………………. tanggal ………………………;
Bahwa, dari perkawinan Penggugat dan Tergugat tersebut tidak dikaruniai/telah dikaruniai anak yaitu: a). HIJ, Perempuan/Laki-laki, lahir di …………… pada tanggal …………; b). KLM, Perempuan/Laki-laki, lahir di …………… pada tanggal ………………;
Bahwa, pada awalnya perkawinan Penggugat dan Tergugat berjalan dengan rukun dan damai serta harmonis sebagaimana layaknya suami istri pada umumnya, namun sejak …………. hubungan antara Penggugat dan Tergugat mulai tidak harmonis karena masalah antara lain: a). …………….; b). …………………; c). …………………;
Bahwa, segala upaya untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga telah dilakukan Penggugat namun tidak berhasil dan menemui jalan buntu, dengannya oleh karena kehidupan rumah tangga antara Penggugat dan Tergugat sudah tidak akur dan tidak ada harapan untuk rukun kembali, maka tidak ada jalan lain bagi Penggugat mengajukan gugatan cerai terhadap Tergugat;
Berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas, Penggugat memohon kepada Yang Terhormat Ketua Pengadilan Negeri Kotamobagu Cq. Majelis Hakim yang akan memeriksa dan mengadili perkara ini agar menjatuhkan putusan yang amarnya berbunyi sebagai berikut:
Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya;
Menyatakan secara hukum bahwa perkawinan antara Penggugat dan Tergugat yang dilangsungkan secara agama ……………… pada tanggal ……………….. bertempat di ……….., sesuai dengan Kutipan Akta Perkawinan Nomor……………………tanggal ………….., sah putus karena perceraian dengan segala akibat hukumnya;
Memerintahkan kepada Panitera Pengadilan Negeri Kotamobagu mengirimkan sehelai turunan resmi putusan perceraian tersebut yang telah berkekuatan hukum tetap kepada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab/Kota……………, selanjutnya agar dicatatkan dalam register yang dipergunakan untuk itu;
Menetapkan biaya menurut hukum;
Atau,
Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (Ex aequo et Bono);
Hormat kami,
Penggugat
Ttd.
_____________
8. Contoh surat pernyataan cerai 8
Yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan dengan sesungguhnya bahwa:
Pihak I
Nama:
Umur:
Agama:
Pekerjaan:
Alamat:
Dalam hal ini disebut Pihak I yang meminta cerai
Pihak II
Nama:
Umur:
Agama:
Pekerjaan:
Alamat:
Dalam hal ini disebut Pihak II yang memberi cerai.
Pada hari ini (............). kami menyatakan yang sebenar-benarnya, di hadapan para saksi-saksi bahwa kami telah bersepakat untuk berpisah dalam menjalani hidup berumah tangga, berdasarkan kemauan kamu berdua tanpa ada unsur pemaksaan dari pihak mana pun.
Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebanar-benarnya secara sadar dan dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani.
_________, _______
Pihak I Pihak II
______ ________
Saksi-saksi:
______
_______
_________
9. Contoh surat pernyataan cerai 9
Kepada:
Yth. Ketua Pengadilan Agama Setempat
Di
Tempat
Perihal: Gugatan Perceraian
Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Yang Bertanda tangan di bawah ini:
Nama:
Tempat Tgl Lahir:
Umur:
Agama:
Nomor KTP:
Nomor Tlp/HP:
Pekerjaan:
Pendidikan:
Alamat KTP:
Selanjutnya disebut sebagai Penggugat;
Dengan ini mengajukan gugatan perceraian terhadap:
Nama:
Tempat Tgl Lahir:
Umur:
Agama:
Nomor KTP:
Nomor Tlp/HP:
Pekerjaan:
Pendidikan:
Alamat KTP:
Selanjutnya disebut sebagai Tergugat
Adapun gugatan ini Penggugat ajukan berdasarkan hal-hal sebagai berikut:
(Diisi dengan tanggal pernikahan, tempat pernikahan, nomor akta, kronologi alasan pengajuan cerai, dalil yang mendasari).
Berdasarkan dalil dan alasan-alasan tersebut di atas, maka dengan ini Penggugat memohon kepada Ketua Pengadilan Agama (nama tempat) cq. Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk dapat menentukan hari persidangan kemudian memanggil Penggugat dan Tergugat untuk diperiksa dan diadili, selanjutnya memberikan putusan yang amarnya sebagai berikut:
PRIMER:
Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya:
Menjatuhkan talak satu ba'in sughraa tergugat (...bin...) Terhadap Penggugat (...binti...).
Memerintahkan panitera Pengadilan Agama (nama tempat) untuk mengirimkan salinan putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap kepada Kantor Urusan Agama di tempat tinggal Penggungat dan Tergugat dan Kantor Urusan Agama tempat perkawinan Penggugat dan Tergugat untuk dicatat dalam register yang tersedia untuk itu;
Menetapkan Penggugat sebagai pemegang hak hadhanah (pemeliharaan) atas anak Penggugat dan Tergugat yang bernama..... laki-laki/perempuan, lahir di...... tanggal..... dan.... laki-laki/perempuan, lahir di............... tanggal..........;
Membebankan biaya perkara sesuai hukum;
SUBSIDER:
Atau apabila Pengadilan Agama berpedapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono);
Demikianlah gugatan ini diajukan, atas perhatian dan dikabulkannya gugatan ini kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wrahmatullahi Wabarakatuh.
Hormat kami,
Penggugat
.....binti........
10. Contoh surat pernyataan cerai 10
Perihal: Cerai gugat
Kepada
Yth. Ketua Pengadilan Agama Kupang
Di
Kupang
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Perkenankanlah Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
....Maryam................. binti ..........Hadiyono.........., tempat dan tanggal lahir ...Kupang......24 Januari ...., .1980.........., NIK .1234671980................., umur .......42........... tahun, agama ....Islam......., pendidikan ..............SMA...., pekerjaan .......Swasta........, tempat tinggal di ......Jalan Mawar......... RT.............1.. RW. ....2......... No. ....3........ Kelurahan......Semau......... Kecamatan ..Semau.......... Kota Kupang ;
Selanjutnya disebut sebagai Penggugat;
Dengan ini mengajukan gugatan perceraian berlawanan dengan :
...Nur .............. bin .....Idup............, tempat dan tanggal lahir ....Jakarta.........,.. 24 Mei 1980............., umur .....42........ tahun, agama .....Islam......, pendidikan .....SMA......., pekerjaan ........Dagang........., tempat tinggal di ........Jalan Akasia.........RT...3.... RW. ...........3....... No. .11............ Kelurahan ....Semau........... Kecamatan .......Semau.......... Kota Kupang ;
Selanjutnya disebut sebagai Tergugat;
Adapun alasan/dalil - dalil gugatan Penggugat sebagai berikut :
Bahwa Penggugat dan Tergugat telah melangsungkan pernikahan pada tanggal ........11 November 2011.......... yang dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan .......Semau........, Kota/Kabupaten*..........Kupang....... sesuai dengan Kutipan Akta Nikah Nomor : ......11.......... tanggal .....11/11/2011.............;
Bahwa, setelah pernikahan tersebut Penggugat dengan Tergugat bertempat tinggal di .......Jl Akasia........... RT...........3..... RW. .........3.......... No. .......11....... Kelurahan .....Semau........... Kecamatan .....Semau............ Kota/Kabupaten* ....Kupang......... dan terakhir masing-masing bertempat tinggal sebagaimana alamat tersebut diatas;
Bahwa, dalam perkawinan tersebut Penggugat dengan Tergugat telah bergaul sebagaimana layaknya suami istri (bada dukhul) dan telah dikaruniai 2(dua) orang anak yang bernama:
a. ....Marzia.............., laki-laki/perempuan*, lahir di ........Kupang........tanggal ...18......November 2012...........;
b. .......Andan......., perempuan/laki-laki*, lahir di ......Kupang...........tanggal .....20 Mei 2015..........;
Bahwa, semula kehidupan rumah tangga Penggugat dan Tergugat berjalan dengan rukun dan harmonis, namun sejak ......2019.............. rumah tangga Penggugat dan Tergugat mulai tidak rukun yang disebabkan :
a. Pihak ke 3.........................................................................;
b. ..............................................................................................;
c. .............................................................................................;
Bahwa, karena sebab-sebab tersebut di atas, rumah tangga Penggugat dan Tergugat sudah tidak dapat untuk dirukunkan kembali.
Bahwa, Penggugat telah berupaya mengatasi masalah tersebut dengan jalan musyawarah namun tidak berhasil.
Bahwa, puncak perselisihan dan pertengkaran antara Penggugat dan Tergugat tersebut terjadi kurang lebih pada bulan .......Januari....tahun ......2020............... yang akibatnya Penggugat pergi meninggalkan Tergugat. Selama itu sudah tidak ada lagi hubungan baik lahir maupun batin;
Bahwa, akibat tindakan tersebut di atas, Penggugat telah menderita lahir bathin dan Penggugat tidak ridho atas perlakuan Tergugat terhadap Penggugat, serta Penggugat merasa tidak sanggup lagi untuk melanjutkan rumah tangga dengan Tergugat.
Oleh karenanya Penggugat berkesimpulan satu-satunya jalan keluar yang terbaik bagi Penggugat adalah bercerai dengan Tergugat.
Bahwa, dengan fakta-fakta tersebut di atas gugatan Penggugat telah memenuhi alasan perceraian sebagaimana diatur dalam Pasal 19 huruf f PP No.9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam.
Bahwa Penggugat sanggup membayar biaya yang timbul dalam perkara ini.
Berdasarkan alasan/dalil-dalil di atas, Penggugat mohon agar Ketua Pengadilan Agama Kupang segera memeriksa dan mengadili perkara ini, selanjutnya menjatuhkan putusan yang amarnya berbunyi :
Primer:
Mengabulkan gugatan Penggugat;
Menjatuhkan talak satu bain sughra Tergugat (..........Nur........ bin .......Idup............) terhadap Penggugat (...........Maryam............. binti ........Hadiyono...................);
Membebankan biaya perkara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Subsider:
Dan atau apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon untuk menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya.
Demikian atas terkabulnya gugatan ini, Penggugat menyampaikan terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Hormat Penggugat,
Maryam binti Hadiyono.
Demikianlah contoh surat pernyataan cerai yang bisa digunakan sebagai referensi jika ingin mengajukan gugatan cerai.
(BRP)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan surat cerai?

Apa yang dimaksud dengan surat cerai?
Surat cerai adalah surat tuntutan atau gugatan yang dibuat oleh istri kepada seorang suami guna mengajukan proses perceraiannya ke pengadilan agama.
Mungkinkah perceraian diwakilkan oleh kuasa hukum?

Mungkinkah perceraian diwakilkan oleh kuasa hukum?
Proses perceraian memang dapat diwakilkan oleh kuasa hukum atau pengacara yang telah ditunjuk. Hanya saja, surat pernyataan cerai ini tetap wajib dibuat oleh pihak yang terlibat yaitu istri.
Maksimal berapa hari untuk melaporkan perceraian?

Maksimal berapa hari untuk melaporkan perceraian?
Kedua belah pihak yang bercerai wajib melaporkan perceraiannya kepada instansi maksimal 60 hari.
