Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Air yang Mengandung Zat Besi Tinggi untuk Kesehatan Tubuh

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi air yang mengandung zat besi tinggi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi air yang mengandung zat besi tinggi. Foto: Unsplash

Air adalah kebutuhan pokok manusia, namun kualitas air yang buruk dapat berdampak negatif bagi kesehatan dan kenyamanan. Salah satu masalah yang sering ditemui adalah air yang mengandung zat besi (Fe) tinggi. Zat besi memang penting bagi tubuh, tetapi kelebihan kadar besi dalam air dapat menimbulkan berbagai masalah. Artikel ini membahas ciri-ciri air yang mengandung zat besi tinggi berdasarkan sumber terpercaya agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

Daftar isi

Warna dan Endapan yang Khas pada Air Berzat Besi Tinggi

Salah satu ciri paling mudah dikenali pada air yang mengandung zat besi tinggi adalah perubahan warna air. Awalnya air mungkin tampak jernih saat keluar dari keran, namun setelah beberapa saat, air tersebut berubah menjadi kekuningan, kecoklatan, bahkan kemerahan karena proses oksidasi zat besi saat bersentuhan dengan udara.

Studi dari jurnal bertajuk Penurunan Fe dan Mn pada Air Sumur karya DAA Putri yang diterbitkan UPN Veteran Jawa Timur menyebutkan bahwa endapan berwarna kuning atau merah tersebut merupakan hasil dari pengendapan partikel besi yang melekat pada dinding pipa dan dasar wadah penampungan.​

Bau dan Rasa Khas Air Mengandung Besi

Air dengan kandungan zat besi tinggi biasanya mengeluarkan bau khas yang mirip bau tanah atau logam, yang berbeda dengan bau busuk. Rasa air juga terasa logam dan dapat mengurangi kenyamanan saat diminum.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Dampak Zat Besi Pada Tubuh oleh Biro Penjamin Mutu dan Informasi Digital (BPMID) dijelaskan bahwa perasaan licin yang muncul ketika menyentuh air juga sering dikaitkan dengan tingginya kadar zat besi, yang bisa menimbulkan sensasi tidak biasa saat menggunakan air untuk mencuci atau mandi.​

Dampak Negatif Kesehatan dan Peralatan Rumah Tangga

Konsumsi air dengan zat besi tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, sakit perut, dan diare. Kajian dalam jurnal Analisis Kadar Besi (Fe) pada Air Sumur Gali karya MA Siahaan yang dipublikasikan melalui Jurnal Universitas Sari Mutiara Indonesia menegaskan bahwa kelebihan zat besi bisa menyebabkan kondisi yang disebut hemokromatosis sekunder, yakni penumpukan zat besi dalam organ tubuh yang dapat merusak hati dan pankreas.

Selain itu, air berzat besi tinggi juga menyebabkan noda pada pakaian, karat pada peralatan rumah tangga, dan pertumbuhan bakteri besi yang membentuk biofilm dalam pipa air.​

Standar Kadar Zat Besi dalam Air Minum dan Pengendalian

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010, batas maksimum kadar zat besi yang diperbolehkan dalam air minum adalah 0,3 mg/liter.

Pengujian kadar Fe pada air sumur seperti yang dicatat oleh penelitian di jurnal Poltekkes Palembang menunjukkan bahwa pemantauan secara berkala sangat penting untuk mencegah dampak buruk.

Pengolahan air salah satunya dengan proses oksidasi dan filtrasi dapat mengurangi kandungan zat besi sehingga air menjadi aman dikonsumsi.​

Baca juga: Penyebab Munculnya Genangan Air di Jalan Raya yang Paling Umum

(NDA)