Konten dari Pengguna

Pantai Goa Cemara : di Antara Pariwisata, Konservasi, dan Sustainabilitas

Jihan Azizah

Jihan Azizah

Mahasiswa Pariwisata FIB UGM yang antusias dan tertarik pada bidang riset, analisis, serta pengembangan pariwisata.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jihan Azizah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sekitar 45 menit dari pusat kota Jogja terdapat pantai yang menyuguhkan pemandangan memukau. Pantai ini adalah Pantai Goa Cemara yang memiliki ombak yang deras sebagaimana karakteristik pantai selatan, pasir hitam lembut, serta banyaknya pohon cemara udang yang membentuk seperti goa, membuatnya layak untuk dijadikan tujuan bagi para wisatawan yang datang ke Jogja di musim liburan ini. Pantai Goa Cemara yang beralamatkan di Patihan, Gadingsari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bukan hanya menawarkan keindahan alam, Pantai ini juga menyediakan pengalaman edukatif melalui atraksi ekowisatanya.

Di pantai ini terdapat konservasi penyu yang diprakarsai oleh kelompok tani-nelayan Mino Raharjo dalam balai konservasi. Dengan berkolaborasi dengan desa wisata patihan, balai konservasi menyediakan berbagai aktivitas wisata yang mendukung pelestarian alam seperti pelepasan tukik, penanaman tumbuhan pantai, serta aktivitas bersih pantai yang dapat diikuti oleh berbagai kalangan wisatawan.

Bayi penyu di konservasi tukik Pantai Goa Cemara (sumber foto: dokumentasi pribadi dari teman penulis, Cinantya Mentari)

Bukan hanya bermain di tepi pantai, wisatawan anak-anak dapat mengikuti aktivitas menarik yang disediakan secara khusus oleh pengelola. Misalnya program "Tim Penyelamat Penyu" yang merupakan aktivitas interaktif bagi wisatawan anak-anak yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung sekaligus memberikan awareness sejak dini mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pantai.

instagram embed

Selain paket wisata yang telah tersedia, Pantai Goa Cemara juga kerap menjadi tuan rumah bagi berbagai acara dan festival tahunan. Misalnya, event rutin yaitu Keroncong Pesisiran yang merupakan festival musik genre keroncong yang diadakan sebagai bentuk ekspresi dan pelestarian budaya sembari menggabungkan aktivitas pelepasan tukik di dalamnya. Kemudian, setiap akhir tahun di Pantai Goa Cemara terdapat event perayaan tahun baru yang marak dipadati pengunjung dengan aktivitas menarik yaitu pelepasan lampion. Untuk mengetahui informasi lebih banyak seputar paket wisata serta jadwal event-event yang diadakan di Pantai Goa Cemara, wisatawan dapat mengikuti akun Instagram resmi Pantai Goa Cemara yaitu @goacemarabeach

Namun, sayangnya permasalahan ekowisata yang di Pantai Goa cemara terkait dengan sustainability-nya.

Tantangan Keberlanjutan

Yang pertama, dari segi keberlanjutan ekonomi, meski telah menyediakan berbagai macam pilihan atraksi, mayoritas wisatawan yang datang belum memiliki motivasi untuk menjadi ekowisatawan–tipe wisatawan yang memiliki motivasi untuk menjaga lingkungan-. Dari kegiatan yang dilakukan, wisatawan kebanyakan hanya bermain air dan duduk-duduk di pasir pantai menikmati pemandangan sambil makan hidangan yang mereka bawa. Warung-warung di sekitar juga terlihat cenderung sepi dari aktivitas jual beli. Hal ini menunjukan bahwa belum muncul keinginan pada mayoritas wisatawan Pantai Goa Cemara untuk membayar lebih dalam aktivitas wisatanya.

Kemudian dari segi keberlanjutan lingkungan, Pak Fajar Subekti selaku Sekretaris Pokdarwis Pantai Goa Cemara menyebutkan bahwa, pembangunan pariwisata yang kurang tepat sasaran seperti pemecah ombak di pantai lain dan alih fungsi gumuk pasir menjadi motel jelas mengganggu konservasi penyu. Sayangnya, masyarakat tidak dapat menentang karena tidak ingin dicap anti pembangunan.

Wawancara bersama Pak Fajar Subekti selaku Sekretaris Pokdarwis Pantai Goa Cemara (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Selain itu, penambangan pasir besar besaran di Sungai Opak dan Progo ternyata mempengaruhi suply pasir Di pantai goa cemara. Terjadi abrasi yang kemudian mengikis daratan pantai sedikit demi sedikit. Otomatis hal ini mempengaruhi konservasi penyu dan aktivitas wisata secara keseluruhan.

Yang terakhir, pada keberlanjutan sosial budaya masyarakatnya ditemukan permasalahan terkait dengan keterbatasan Sumber Daya Manusia.

"variabelnya banyak ya, (faktor penyebab keterbatasan sumber daya manusia). Yang pertama, man power kita itu cuma satu dusun. Satu dusun itu (pun) kita nggak ada yang khusus mempelajari penyu," ujar Pak Fajar Subekti.

Pantai Goa Cemara memiliki potensi ekowisata yang tinggi, tetapi salah satu kendalanya terletak pada sustainabilitas. Pengelola berharap agar program konservasi di Pantai ini dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan oleh semua pihak, salah satunya melalui partisipasi aktif wisatawan.

Pantai Goa Cemara patut dijadikan salah satu opsi yang harus dikunjungi jika berwisata di Jogja karena menyediakan atraksi keindahan alam, sekaligus kesempatan untuk belajar soal pelestarian wilayah pesisir. Di Pantai ini, liburan tidak sekadar bersantai, tetapi juga bisa menjadi momen untuk menambah wawasan. Apabila berkunjung, jangan lupa untuk menjadi wisatawan yang bertanggung jawab dengan ikut menjaga kebersihan serta mendukung peningkatan ekonomi sekitar dengan membeli paket wisata serta berbelanja produk lokal. Melalui langkah sederhana ini, wisatawan dapat turut berkontribusi untuk menjaga keberlanjutannya aktivitas wisata di sana.