Contoh Asimilasi, Faktor Penyebab, dan Perbedaannya dengan Akulturasi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asimilasi merupakan salah satu proses terbentuknya budaya baru melalui pencampuran budaya yang ada di kehidupan masyarakat. Contoh asimilasi kerap kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti perayaan hari internasional tertentu.
Konsep asimilasi sendiri menjelaskan proses integrasi sosial dalam masyarakat yang berbeda-beda. Konsep ini biasanya digunakan ketika mempelajari ilmu sosiologi ataupun antropologi.
Terjadinya proses asimilasi sebetulnya membawa banyak manfaat, salah satunya menghilangkan perbedaan yang ada dalam kehidupan masyarakat. Asimilasi juga mampu membatasi hak dan tanggung jawab warga secara proporsional.
Pengertian Asimilasi
Berdasarkan buku Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, asimilasi adalah proses sosial yang timbul bila ada beberapa golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda.
Kemudian, setiap golongan budaya tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya dan membentuk unsur-unsur kebudayaan baru. Setelah terciptanya kebudayaan yang baru, masyarakat akan memegang teguh dan menjalani kebudayaan tersebut.
Dalam buku IPS Terpadu yang ditulis oleh Nana Supriatna, dkk., juga dijelaskan bahwa asimilasi merupakan proses sosial yang ditandai dengan usaha-usaha mengurangi perbedaan yang terdapat dalam individu maupun kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
Lebih lanjut, Soekanto dalam Buku Sosiologi: Suatu Pengantar juga menjelaskan bahwa asimilasi dapat diartikan sebagai perubahan pola kebudayaan untuk menyesuaikan jati diri suatu budaya dengan budaya mayoritas.
Secara singkat, asimilasi adalah pembentukan budaya baru dari dua atau lebih budaya masyarakat yang saling berinteraksi dalam jangka waktu yang lama.
Perbedaan Asimilasi dan Akulturasi
Asimilasi dan akulturasi merupakan suatu konsep yang berhubungan dengan interaksi dan komunikasi antara individu maupun komunitas beserta budaya yang berbeda di masyarakat.
Pada dasarnya kedua hal tersebut merupakan contoh bentuk adaptasi kebudayaan yang ada di dalam proses sosial. Keduanya berhubungan dengan proses masuk dan bercampurnya beberapa kebudayaan yang berbeda. Tak heran jika banyak yang kesulitan membedakannya.
Menurut buku Komunikasi Antar Budaya oleh Mulyana dan Rakhmat, akulturasi diartikan sebagai bentuk perubahan budaya yang diakibatkan oleh interaksi antarkelompok budaya yang menekankan pada penerimaan pola dan unsur budaya baru dalam masyarakat.
Secara sederhana, akulturasi merupakan sebuah proses masuknya budaya asing ke dalam suatu kebudayaan tertentu. Kebudayaan asing tersebut diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli.
Berbeda dengan akulturasi, Soekanto dalam buku Sosiologi: Suatu Pengantar, menjelaskan bahwa asimilasi merupakan perubahan pola kebudayaan untuk menyesuaikan diri dengan mayoritas.
Asimilasi sendiri dikenal sebagai perpaduan beberapa budaya untuk menghasilkan kebudayaan yang baru. Hal ini karena proses sosial yang terjadi dalam masyarakat berfokus untuk mencapai kesatuan dengan menghilangkan perbedaan di antara kebudayaan-kebudayaan tersebut.
Dengan begitu dapat kita simpulkan bahwa perbedaan akulturasi dan asimilasi terletak pada proses bercampurnya budaya yang terjadi di tengah lingkungan masyarakat.
Faktor Terjadinya Asimilasi
Proses asimilasi dalam masyarakat bisa terjadi karena ada beberapa faktor pendorongnya. Mengutip dari buku Integrasi Sosial sebagai Upaya Pemecahan Masalah di Masyarakat, Sosiologi Kelas XI oleh Irin Veronica Sepang, berikut ini faktor terjadinya asimilasi menurut Soekanto:
Adanya kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi.
Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya.
Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat.
Adanya persamaan unsur-unsur kebudayaan.
Adanya perkawinan campuran (amalgamasi).
Adanya musuh bersama dari luar.
Faktor Penghambat Asimilasi
Setelah membahas faktor pendorong terjadinya asimilasi di tengah masyarakat, terdapat juga faktor penghambat asimilasi yang perlu kamu ketahui.
Berikut ini penjabarannya yang dikutip dari buku Intergasi Sosial sebagai Upaya Pemecahan Masalah di Masyarakat, Sosiologi Kelas XI oleh Irin Veronica Sepang.
Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan kelompok lain dalam masyarakat.
Terisolasinya kebudayaan oleh kelompok sosial.
Adanya rasa takut terhadap kebudayaan lain.
Perasaan in-group yang kuat.
Adanya diskriminasi antara kelompok yang berkuasa dengan kelompok minoritas.
Adanya perbedaan kepentingan yang dapat menimbulkan pertentangan antarkelompok.
Contoh Asimilasi
Lalu, apa saja contoh asimilasi yang kerap ditemukan di kehidupan masyarakat? Berikut ini beberapa contoh dan penjabarannya yang perlu kamu ketahui:
1. Program transmigrasi
Menurut buku Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, salah satu contoh proses asimilasi adalah program transmigrasi yang dilaksanakan di Riau pada masa pemerintahan Orde Baru.
Program transmigrasi ini tidak hanya berhasil meratakan jumlah penduduk di berbagai pulau di Indonesia, tetapi juga mengakibatkan terjadinya asimilasi, terutama di wilayah Riau. Hal ini terlihat dari banyaknya transmigran yang menghasilkan budaya baru, misalnya, Jawa-Melayu, Mandailing-Melayu, dan sebagainya.
2. Hari valentine
Dikutip dari buku Komunikasi Antar Budaya: Panduan Komunikasi Efektif Antar Manusia Berbeda Budaya karya Ade Tuti Turistiati, dkk, perayaan Hari Valentin setiap 14 Februari menjadi salah satu contoh asimilasi yang terjadi di lingkungan masyarakat.
Seperti diketahui, Hari Valentin bukanlah kebudayaan asli Indonesia. Tradisi ini berasal dari budaya barat yang kemudian diadaptasi oleh masyarakat dan dijadikan sebagai sebuah perayaan.
3. Perayaan Halloween
Selain Hari Valentin, Hari Halloween yang dirayakan setiap 31 Oktober juga menjadi contoh dari asimilasi. Perayaan Halloween merupakan budaya dari Eropa, sedangkan budaya di Indonesia sendiri tak pernah merayakannya.
Namun karena adanya proses asimilasi, masyarakat Indonesia ikut merayakan Halloween sebagai suatu pesta yang meriah dengan menggunakan kostum hantu.
4. Percampuran musik
Contoh asimilasi selanjutnya ialah percampuran musik melayu dengan pengaruh musik India yang menghasilkan genre musik baru, yakni musik dangdut.
5. Penggabungan unsur budaya dalam pakaian
Penggabungan unsur budaya dalam pakaian adat juga ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh asimilasi ini kerap kita temukan pada baju koko yang digunakan sebagai pakaian muslim pria di Indonesia.
Pada dasarnya, baju koko tersebut merupakan pakaian khas bangsa China sejak dahulu kala.
(FNS)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud asimilasi adalah?

Apa yang dimaksud asimilasi adalah?
Proses sosial yang timbul bila ada beberapa golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda. Lalu, setiap golongan budaya tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya dan membentuk unsur-unsur kebudayaan baru.
Apa saja contoh dari asimilasi?

Apa saja contoh dari asimilasi?
Program transmigrasi, percampuran musik, dan penggabungan unsur budaya dalam pakaian.
Apa penyebab timbulnya asimilasi?

Apa penyebab timbulnya asimilasi?
adanya sikap toleransi, kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi, sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya, sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat, persamaan unsur-unsur kebudayaan, perkawinan campuran (amalgamasi), dan adanya musuh bersama dari luar.
