Dr. Dandi Darmadi: Target Mutu Internasional Otomatis Lampaui Standar Nasional

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bagi perguruan tinggi yang berambisi meraih predikat unggul dan berdaya saing global, pemenuhan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) seringkali dianggap belum cukup. Diperlukan upaya strategis untuk menetapkan dan mencapai standar mutu internal yang melampaui standar nasional tersebut. Dr. Dandi Darmadi, M.A.P., Pakar Digitalisasi Kampus, Pakar Pendidikan Tinggi Indonesia, sekaligus Training Manager SEVIMA, menguraikan dua pendekatan kunci bagi perguruan tinggi dalam merumuskan standar yang lebih tinggi dalam kerangka Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Wawasan ini disampaikannya dalam Seminar Nasional SEVIMA di Surabaya, sebuah forum tahunan yang dihadiri oleh ribuan rektor dan dosen dari seluruh Indonesia.
Dr. Dandi Darmadi, dengan pengalamannya yang luas dalam mendampingi lebih dari 1.200 perguruan tinggi, memahami betul bahwa banyak institusi terkemuka berupaya menjadi yang terbaik dengan menetapkan standar internal yang lebih tinggi. Pertanyaannya, bagaimana standar yang "melampaui SN Dikti" itu dirumuskan secara konkret?
"Seperti apa standar yang dikatakan melampaui SN Dikti? Baik, ketika kita mengatakan atau mau melihat tentang bagaimana standar SPMI yang melampaui SN Dikti itu, tentu ini banyak perdebatan," ujar Dr. Dandi, mengakui adanya diskusi yang beragam mengenai topik ini.
Dua Pendekatan dalam Menetapkan Standar yang Melampaui SN Dikti
Dr. Dandi Darmadi kemudian menyajikan dua pendekatan, yaitu pendekatan elaboratif dan pendekatan strategis, yang dapat diadopsi oleh perguruan tinggi:
1. Pendekatan Elaboratif: Memperdalam, Memperluas, dan Memperkaya Standar
Pendekatan pertama adalah dengan mengambil standar yang sudah ada dan meningkatkannya secara substantif. "Hanya saja pada prinsipnya, ketika standar mutu itu sudah kita susun, baik itu kedalaman, keluasan, ataupun cakupan, itu kita elaborasi, kita perluas, dan kita beri pendalaman, maka sebetulnya itu sudah melampaui SN Dikti," jelas Dr. Dandi.
Dalam praktiknya, pendekatan ini dapat diwujudkan dengan:
Meningkatkan Kedalaman: Jika SN Dikti mensyaratkan dosen memiliki kualifikasi S2, standar yang melampaui bisa mensyaratkan persentase dosen bergelar S3 yang lebih tinggi atau memiliki sertifikasi profesional internasional.
Memperluas Keluasan: Jika SN Dikti mensyaratkan adanya kerja sama dalam negeri, standar yang melampaui dapat menargetkan sejumlah kerja sama aktif dengan universitas atau industri di tingkat regional atau internasional.
Memperkaya Cakupan: Jika SN Dikti mensyaratkan publikasi ilmiah, standar yang melampaui dapat menetapkan target publikasi di jurnal internasional bereputasi tinggi (misalnya, Q1 atau Q2) atau meningkatkan target sitasi.
2. Pendekatan Strategis: Menargetkan Akreditasi dan Mutu Internasional
Selain pendekatan elaboratif, Dr. Dandi menawarkan pendekatan yang lebih sederhana dan strategis dalam menetapkan tujuan. "Namun saya coba untuk menyajikan secara sederhana, sebetulnya ketika target kita itu adalah akreditasi internasional, mutu internasional, maka secara tidak langsung itu sudah kita melampaui SN Dikti," tegasnya.
Pendekatan ini berarti perguruan tinggi tidak lagi hanya melihat SN Dikti sebagai satu-satunya acuan, melainkan secara sadar mengadopsi dan menargetkan standar dari badan-badan akreditasi atau pemeringkatan internasional yang kredibel. Misalnya:
Program studi bisnis menargetkan akreditasi dari AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business).
Program studi teknik menargetkan akreditasi dari ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology).
Universitas secara umum mengacu pada kriteria dari lembaga pemeringkatan seperti QS World University Rankings atau THE World University Rankings.
Dengan menjadikan standar internasional sebagai target, maka pemenuhan standar nasional secara otomatis akan tercapai dan bahkan terlampaui. Pendekatan ini memberikan arah yang lebih jelas dan terukur bagi upaya peningkatan mutu berskala global.
Implikasi bagi Peningkatan Kualitas dan Daya Saing
Dengan menetapkan standar yang melampaui SN Dikti, perguruan tinggi secara proaktif mendorong dirinya untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat relevansinya di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas lulusan dan reputasi institusi.
Sebagai Training Manager SEVIMA, Dr. Dandi Darmadi secara aktif membantu perguruan tinggi dalam mengoptimalkan SEVIMA Platform. Sistem informasi akademik yang komprehensif ini dapat mendukung perguruan tinggi dalam mendokumentasikan standar-standar yang telah ditetapkan (termasuk yang melampaui SN Dikti), memonitor pencapaian indikator-indikatornya, dan menyajikan data yang dibutuhkan untuk proses evaluasi dan akreditasi, baik nasional maupun internasional.
Menutup paparannya, Dr. Dandi Darmadi kembali menegaskan kesiapan SEVIMA untuk menjadi mitra konsultasi bagi perguruan tinggi yang berambisi meningkatkan mutunya. "Bagaimana jika Anda ingin konsultasi dan mendapatkan informasi selengkapnya, silakan langsung menghubungi kami," ujarnya.
Seminar Nasional SEVIMA sekali lagi membuktikan perannya sebagai forum penting bagi para pemimpin pendidikan tinggi untuk mendapatkan wawasan strategis. Penjelasan Dr. Dandi Darmadi ini diharapkan dapat menginspirasi dan memberikan panduan praktis bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk tidak hanya sekadar patuh pada standar, tetapi juga berani menetapkan standar keunggulan yang lebih tinggi demi kemajuan pendidikan nasional.
