Konten dari Pengguna

Sistem Blok vs Semester? Dr. Dandi Ungkap Mana Lebih Unggul

SEVIMA

SEVIMA

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

video youtube embed

Surabaya, 4 Juli 2025 – Sistem pembelajaran semester yang berjalan selama 16 pekan dengan banyak mata kuliah secara bersamaan telah menjadi norma di hampir seluruh perguruan tinggi Indonesia. Namun, seiring dengan tuntutan untuk pembelajaran yang lebih mendalam dan fleksibel, muncul pertanyaan: adakah alternatif yang lebih efektif?

Jawaban atas pertanyaan ini dibahas secara mendalam oleh Dr. Dandi Darmadi, M.A.P., seorang Pakar Digitalisasi Kampus dan Pendidikan Tinggi terkemuka. Dalam panggung seminar rutin SEVIMA, yang menjadi forum bagi ribuan rektor, dosen, dan pimpinan kampus, beliau memperkenalkan konsep pembelajaran berbasis blok atau modul sebagai alternatif inovatif yang patut dipertimbangkan.

Menurut Dr. Dandi, yang pengalamannya mencakup pembinaan lebih dari 1.200 perguruan tinggi, sistem semester konvensional seringkali membuat fokus mahasiswa terpecah. Dengan pembelajaran berbasis blok, institusi dapat merancang pengalaman belajar yang lebih terpadu dan intensif.

"Kita harus berani berpikir di luar kebiasaan. Sistem semester bukanlah satu-satunya cara. Untuk beberapa program studi atau tujuan pembelajaran tertentu, sistem blok justru bisa memberikan hasil yang jauh lebih optimal," buka Dr. Dandi.

Mengenal Pembelajaran Berbasis Blok/Modul

Dr. Dandi menjelaskan bahwa esensi dari sistem blok adalah mengubah cara pengorganisasian materi. Alih-alih menyajikan banyak mata kuliah secara paralel dalam satu waktu, sistem ini menyajikannya secara serial dalam unit-unit yang lebih singkat dan fokus.

"Pembelajaran berbasis blok atau modul ini merupakan alternatif dari sistem semester konvensional yang di mana memungkinkan perorganisasian materi pembelajaran dalam unit-unit terpadu dan fokus," ungkap Dr. Dandi Darmadi.

Beliau menambahkan bahwa perhitungan beban belajar atau SKS tetap dapat diaplikasikan dalam sistem ini, disesuaikan dengan kebutuhan untuk memenuhi capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.

"Perhitungan beban belajar dalam sistem blok, modul, atau bentuk lain, yang ditetapkan sesuai dengan kebutuhan dalam memenuhi capaian pembelajaran," jelasnya.

Fleksibilitas dalam Penyusunan Materi

Salah satu keunggulan utama dari sistem blok adalah fleksibilitasnya dalam menyusun konten pembelajaran. Materi tidak harus selalu disajikan dalam bentuk mata kuliah tunggal, tetapi bisa diintegrasikan menjadi sebuah modul tematik yang komprehensif.

"Nah, materi pembelajaran ini dapat dinyatakan secara terpisah maupun terintegrasi dalam bentuk mata kuliah, modul, blok tematik, dan atau bentuk lainnya," papar Dr. Dandi.

Sebagai contoh, sebuah program studi kedokteran bisa membuat "Blok Sistem Pencernaan" selama empat minggu yang mengintegrasikan mata kuliah anatomi, fisiologi, biokimia, dan farmakologi yang relevan. Ini memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman yang holistik dan kontekstual, dibandingkan mempelajari setiap mata kuliah secara terpisah-pisah.

Keunggulan Utama: Pembelajaran Intensif dan Fleksibel

Dr. Dandi, yang juga merupakan Koordinator MBKM di Universitas Andi Djemma, menyoroti dua keuntungan utama dari sistem ini: fleksibilitas kurikulum dan intensitas pembelajaran.

"Dan sistem ini memberikan fleksibilitas dalam penyampaian kurikulum dan memungkinkan pembelajaran yang lebih intensif dalam periode waktu tertentu," tegasnya.

  • Fleksibilitas: Sistem blok memudahkan kampus untuk menyisipkan program jangka pendek seperti kursus sertifikasi, visiting professor, atau kegiatan MBKM tanpa mengganggu struktur semester yang panjang.

  • Intensitas: Dengan hanya fokus pada satu atau dua subjek dalam satu waktu, mahasiswa dapat melakukan pendalaman materi secara total (deep learning). Hal ini berpotensi meningkatkan daya ingat dan pemahaman konseptual secara signifikan.

Paparan Dr. Dandi di forum SEVIMA ini membuka wawasan baru bagi para pemimpin pendidikan tinggi. Sistem blok/modul menawarkan sebuah pendekatan yang segar dan berpotensi menjawab banyak tantangan dalam pendidikan modern. Ini adalah sebuah ajakan bagi setiap program studi untuk secara kritis mengevaluasi kembali struktur kurikulumnya dan berani mengadopsi inovasi demi tercapainya pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna.