Kumparan Logo

Erick Thohir Jajal Mobil Listrik: Jakarta-Bali Cuma Rp 200 Ribu

kumparanBISNISverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Erick Thohir Pantau Pemulihan Listrik Pasca Banjir. Foto: Dok. PLN
zoom-in-whitePerbesar
Erick Thohir Pantau Pemulihan Listrik Pasca Banjir. Foto: Dok. PLN

Menteri BUMN Erick Thohir menjajal penggunaan mobil listrik, sambil mengecek kesiapan sejumlah charging station atau SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum). Dia pun mempromosikan murahnya penggunaan listrik untuk kendaraan, dibandingkan BBM.

"Dari Jakarta ke Bali, kalau biaya BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk mobil mencapai Rp 1,1 juta, dengan mobil listrik hanya Rp 200 ribu," tulis Erick Thohir, di akun instagram pribadinya, Sabtu (2/1).

Dia menyatakan, Indonesia harus siap untuk menjadi pemain utama industri mobil listrik. Mobil listrik memiliki banyak manfaat, selain dari aspek ekonomi, karena memang lebih murah.

"Bagi saya mobil listrik adalah salah satu ikhtiar kita dalam mencintai bumi," ujar Erick Thohir.

Keseriusan Pemerintah mencanangkan pengembangan mobil listrik dan kendaraan listrik lainnya, dimulai pada 2019 lalu. Yakni dengan ditandatangani Peraturan Presiden (Perpres) No. No. 55 Tahun 2019, tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Petugas Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menjelaskan tentang SPLU yang ada di Puspiptek, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (9/1). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Perpres yang ditandatangani Jokowi pada 5 Agustus 2019 itu, bahkan kajiannya sudah dimulai sejak Juli 2017.

kumparan post embed

Tak sekadar bersiap mengembangkan industri mobil listrik, pemerintah juga mengamankan produksi nikel nasional, yang menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik. Hal itu dilakukan dengan menerbitkan Peraturan Menteri ESDM No. 11 Tahun 2019.

Pada Pasal 62A beleid tersebut, Pemerintah menghentikan ekspor nikel dengan kadar kurang dari 1,7 persen mulai 1 Januari 2020. Seiring dengan itu, Pemerintah juga mengundang pelaku industri baterai listrik untuk membangun pabrik di Indonesia.

Yakni industri baterai listrik asal Korea Selatan (Korsel), seperti LG dan Hyundai; Serta asal China yakni Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL). Mereka akan berkongsi dengan holding industri baterai listrik nasional, yakni Indonesia Holding Battery.

***

Saksikan video menarik di bawah ini.