Karena Corona, Perusahaan Ini Bisa Hemat Rp 14 Triliun Biaya Perjalanan Dinas

Pandemi virus corona banyak menimbulkan dampak buruk, terutama pada sektor transportasi. Untuk menghindari penularan virus corona, masyarakat sangat membatasi diri untuk bepergian, termasuk melakukan perjalanan dinas.
Kecenderungan ini membuat biaya perjalanan dinas dapat dihemat dalam jumlah sangat besar. Baik di pemerintahan maupun perusahaan. Kegiatan bisnis yang semula dilakukan secara tatap muka langsung dan membutuhkan perjalanan dinas, digantikan dengan pertemuan secara online.
Berkurangnya perjalanan bisnis secara drastis, membuat perusahaan e-commerce terkemuka dunia, Amazon, dapat menghemat biaya perjalanan dinas.
Chief Financial Officer atau CFO Amazon, Brian Olsavsky, mengungkapkan pihaknya menghemat pengeluaran biaya perjalanan dinas pada 2020 ini hingga USD 1 miliar. Jika dikonversi ke rupiah, angka itu lebih dari Rp 14 triliun.
"Amazon telah menghemat hampir USD 1 miliar untuk biaya perjalanan dinas tahun ini, karena pandemi virus corona membuat karyawan tidak bisa naik pesawat. Perjalanan darat juga sangat terbatas," kata Brian Olsavsky saat memaparkan kinerja keuangan kuartal III 2020, seperti dilansir CNBC.
Jumlah penghematan yang sedemikian besar diraih, karena Amazon memiliki mitra bisnis global. Sementara itu jumlah karyawan perusahaan yang didirikan orang terkaya dunia, Jeff Bezos, itu memiliki karyawan sejuta orang.
Olsavsky menambahkan, tren pengurangan biaya perjalanan dinas kemungkinan akan berlanjut di masa mendatang, meskipun pandemi virus corona sudah mereda. Selain penghematan dari biaya perjalanan dinas, dia juga mengungkapkan perusahaan menghemat biaya pemasaran.
Selain penghematan, ada juga sisi pengeluaran perusahaan yang membengkak. Yakni biaya internal perusahaan untuk pencegahan dan penanganan virus corona, pada kuartal III 2020 melonjak jadi USD 4 miliar dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya USD 2,5 miliar.
Lonjakan biaya itu di antaranya untuk biaya tes COVID-19 pada setiap karyawan. Selain itu, pembatasan sosial juga membuat jadwal kerja karyawan Amazon harus diubah dan mempengaruhi produktivitas.
