Kembangkan Produk Lokal Farmasi, Argon Group Bangun Pabrik Alat Kesehatan
ยทwaktu baca 2 menit

PT Medela Potentia (Argon Group) yang selama ini berkecimpung di bisnis distribusi produk farmasi dan alat kesehatan, melebarkan sayap ke industri manufaktur. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1980 tersebut, mendirikan pabrik di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, yang akan memproduksi berbagai jenis alat kesehatan.
Presiden Direktur Argon Group, Krestijanto Pandji, menjelaskan bisnis manufaktur berupa produksi alat kesehatan itu dijalankan di bawah PT Deca Netric Medica, yang didirikan pada 2020 lalu.
"Pabrik kita di Cikarang sendiri diharapkan bisa diresmikan dan mulai berproduksi pada awal tahun depan (2023)," kata Krestijanto dalam temu media di Jakarta, Kamis (30/6).
Sayangnya, dia enggan mengungkapkan nilai investasi serta target penjualan alat kesehatan yang akan diproduksinya itu. "Karena kita kan bukan perusahaan terbuka, jadi itu enggak bisa kita disclose (ungkapkan). Rahasia dapur," ujarnya.
Tapi dia memberi gambaran, 10 produk alat kesehatan yang paling banyak digunakan di Indonesia, punya nilai penjualan di 2021 sebesar Rp 7,46 triliun. Di antara 10 produk tersebut, antara lain alat infus, sarung tangan bedah, kasa dan pembalut luka, kapas alkohol, dan berbagai jenis masker.
"Yang akan kita produksi sebagian dari daftar 10 alat kesehatan yang penjualannya paling besar itulah," imbuh Krestijanto Pandji.
Menurutnya, ketertarikan Argon Group masuk ke bisnis produksi alat kesehatan karena adanya dukungan regulasi pemerintah. Yakni adanya Instruksi Presiden (Inpres) No. 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.
Hal ini juga diiringi Peraturan Menteri Perindustrian No. 16 Tahun 2020 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Selain itu, dia menambahkan, yang juga menjadi daya tarik adalah adanya kepastian pasar. Dalam hitungannya, margin keuntungan punya pabrik yang memproduksi sendiri alat kesehatan, bisa 2-3 kali lebih besar dibandingkan bisnis distribusi.
"Kan komitmen pemerintah, begitu ada produk lokal, maka produk sejenis impor akan turun tayang dari e-katalog LKPP. Ini kan berarti ada kepastian pasar," pungkas Krestijanto Pandji.
PT Medela Potentia (Argon Group) mengawali bisnis distribusi farmasi dan alat kesehatan di 1980, melalui PT Anugrah Argon Medica. Di bisnis tersebut, perusahaan memegang 30 persen pangsa pasar atau yang kedua terbesar. Selain itu, bisnis distribusi farmasi dan alat kesehatan juga dijalankan melalui PT Djembatan Dua.
Unit usaha lainnya yakni Dynamic Argon yang mengelola bisnis serupa untuk pasar Kamboja. Terbaru, perusahaan mengembangkan aplikasi digital untuk produk farmasi dan alat kesehatan melalui PT Karsa Inti Tuju Askara.
