Pneumonia Paksa Sarri Absen di Dua Laga Pembuka Serie A 2019/20

23 Agustus 2019 5:21 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Maurizio Sarri dampingi Juventus di laga ICC 2019 melawan Atletico Madrid. Foto: AFP/Jonathan Nackstrand
zoom-in-whitePerbesar
Maurizio Sarri dampingi Juventus di laga ICC 2019 melawan Atletico Madrid. Foto: AFP/Jonathan Nackstrand
ADVERTISEMENT
Maurizio Sarri harus menunggu lebih lama untuk menjalani debut kompetitif sebagai pelatih anyar Juventus. Pneumonia, atau radang paru-paru, yang dia derita membuat Sarri bakal absen mendampingi 'Si Nyonya Tua' dalam dua pertandingan pertama Serie A 2019/20 menghadapi Parma dan Napoli.
ADVERTISEMENT
Sarri absen mendampingi Juventus dalam pertandingan persahabatan menghadapi Triestina akhir pekan lalu. Setelah itu pihak klub mengumumkan bahwa Sarri didiagnosis mengidap pneumonia. Meskipun sudah hadir di markas latihan Juventus sejak Senin pekan ini dia belum bisa memimpin sesi latihan.
Kondisi Sarri sebenarnya sudah membaik. Akan tetapi, Juventus masih memberinya waktu untuk memulihkan diri. Maka dari itu dia tidak akan hadir di bangku cadangan pada laga kontra Parma (24/8/2019) dan Napoli (1/9).
Maurizio Sarri tiba di Villar Perosa. Foto: AFP/Isabella Bonotto
"Maurizio Sarri menjalani tes medis lanjutan hari ini (23/8, red) yang menunjukkan tanda-tanda peningkatan secara klinis," tulis Juventus dalam pernyataan resminya.
"Untuk bisa sembuh sepenuhnya dari pneumonia yang menyerangnya dalam beberapa hari terakhir, sang pelatih tidak akan duduk di bangku cadangan dalam dua pertandingan Serie A pertama menghadapi Parma dan Napoli."
ADVERTISEMENT
"Keputusan ini diambil untuk memberi kesempatan pada sang pelatih, yang bahkan hari ini sudah mengunjungi JTC (Juventus Training Centre) untuk berkoordinasi dengan stafnya, agar bisa segera beraktivitas secara normal dengan segera."
Sarri datang ke Juventus dengan tanggung jawab besar. Dia adalah pengganti bagi Massimiliano Allegri yang sukses membawa tim menjadi juara Serie A dalam lima musim berturut-turut. Lewat penunjukan Sarri, Juventus ingin mengubah cara dan pendekatan bermainnya sehingga bisa berbicara lebih banyak di Eropa.
Maurizio Sarri mendapatkan kebahagiaan di ujung musim. Foto: Phil Noble/Reuters
Sebelumnya, Sarri pernah membawa Napoli jadi penantang serius bagi Juventus di Serie A pada musim 2017/18. Kala itu Partenopei dibawanya finis kedua dengan koleksi 91 angka. Yang membuat Napoli kala itu begitu dikagumi adalah cara bermain mereka yang menawan. Mereka menampilkan sepak bola ofensif yang dieksekusi dengan presisi tinggi.
ADVERTISEMENT
Capaian itu membawa Sarri ke Chelsea pada musim 2018/19. Semusim bersama The Blues, pelatih 60 tahun itu sukses mempersembahkan trofi Liga Europa. Juventus pun kesengesem dan segera memintanya kembali ke Italia untuk membesut Giorgio Chiellini dkk.
Penunjukan Sarri itu dibarengi dengan belanja yang cukup banyak Mereka mendatangkan sejumlah pemain yang dinilai bisa membawa klub meraih gelar Serie A ke-9 secara beruntun serta berjaya di Eropa. Matthijs de Ligt, Danilo, Adrien Rabiot, Aaron Ramsey, dan Gianluigi Buffon adalah pemain-pemain yang dimaksud.
Meski begitu, dari hasil pramusim, bisa diambil kesimpulan bahwa Juventus masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan gaya bermain Sarri. Dari empat laga pramusim mereka cuma menang sekali. Selebihnya, Juventus kalah dua kali dan bermain imbang sekali.
ADVERTISEMENT