Kecap Asin Tradisional Asal Jepang Ini Targetkan Jadi Bumbu Masakan di India

7 September 2021 13:30
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kecap Asin Tradisional Asal Jepang Ini Targetkan Jadi Bumbu Masakan di India (138829)
searchPerbesar
Ilustrasi kecap Kikkoman khas Jepang. Foto: Shutterstock
Perusahaan kecap asal Jepang, Kikkoman dikabarkan akan melebarkan sayap ke negara India. Kikkoman terkenal akan produk soy sauce atau kecap asinnya yang begitu gurih. Bahkan popularitas bumbu masakan tersebut sudah diakui masyarakat dunia.
ADVERTISEMENT
Selama beberapa tahun penjualan, baik di dalam maupun luar negeri kecap ini begitu sukses. Bukan hanya masyarakat Jepang, tapi warga di negara lain kerap mencampurkan Kikkoman dalam masakan sehari-hari mereka. Kikkoman juga menjadi pelengkap saat makan sushi.
Kini, mereka kecap tradisional tersebut melihat adanya peluang untuk memasukkan saus masakannya dalam tiap hidangan India. Mereka meyakini, saus Kikkoman ala Jepang dapat digunakan oleh orang-orang di India.
Langkah guna melebarkan penjualan internasionalnya bukanlah hal yang mudah. Mengutip Japan Today, perusahaan harus berhasil meyakinkan 1,3 miliar populasi India untuk mau menambahkan bumbu khas Negeri Sakura itu ke masakan tradisional mereka.
Kecap Asin Tradisional Asal Jepang Ini Targetkan Jadi Bumbu Masakan di India (138830)
searchPerbesar
Makanan India Foto: Shutterstock
Ini memang bukan langkah awal. Sebelumnya, mereka juga pernah mencoba meluaskan penjualan ke pasar Amerika di tahun 1960 silam. Meski awalnya sempat mengalami keraguan dari masyarakat lokal, tapi kini Kikkoman laku keras di Negeri Paman Sam.
ADVERTISEMENT
“Ketika kami mencoba melangkah memasuki pasar AS, orang-orang menganggap saus kami cukup aneh. Lantaran warnanya hitam pekat dan sangat gelap, mereka berpikir kalau kami memproduksi jus serangga,” kata Harry Hakuei Kosato, salah satu perwakilan Kikkoman di India, seperti yang dikutip dari AFP.
Anggapan tersebut rupanya tak melemahkan Kikkoman untuk terus memasarkan produknya. Siapa sangka? Kalau ternyata kini penjualan kecap tersebut di AS mampu menyumbang keuntungan perusahaan hingga USD 4,4 miliar atau setara dengan Rp 62 triliun.
Belajar dari proses pemasaran di Amerika, mereka berharap penjualan di India akan meraih keuntungan yang sama. Sebenarnya, alasan di balik memilih India sebagai target pasar berikutnya, lantaran mereka telah memperhatikan sikap dan pola konsumsi masyarakat lokal di sana.
ADVERTISEMENT
Kecap Asin Tradisional Asal Jepang Ini Targetkan Jadi Bumbu Masakan di India (138831)
searchPerbesar
Ilustrasi kecap Kikkoman khas Jepang. Foto: Shutterstock
Orang-orang India dikenal akan masakan vegetarian mereka. Hampir semua hidangan, seperti kari, samosa, sampai burger, dibuat dari campuran kacang dan rempah khusus. Sehingga, Kikkoman menyadari betapa menariknya menjadikan soy sauce mereka sebagai bumbu saus khusus pada hidangan India.
“Ini bukan semata-mata tentang bagaimana mengajak dan membuat orang lokal India dapat menikmati sushi buatan negara kami. Kendati, kami ingin kecap milik Kikkoman mampu menjadi ‘saus tomat’ India,” tambah Kosato.
Memang, sejak Kikkoman mulai memasukkan produknya ke pasar India awal tahun lalu, bisa dibilang masih sedikit yang menggunakan kecap mereka. Namun, salah satu pemilik restoran India modern, Prashant Isshar pernah menggunakan bumbu ini dalam hidangannya.
“Ketika saya mencobanya di keema domba, wah rasanya benar menakjubkan. Saus ini memiliki sensasi umami yang tak dapat saya gambarkan, ada sedikit asam, dan kualitasnya sungguh unggul,” pungkas Isshar.
ADVERTISEMENT
Respons positif yang diberikan ini, meyakini Kikkoman agar tetap melakukan penjualan di India. Mereka ikut mengajak publik figur atau influencer India guna mengenalkan bumbu masak ala Jepang itu.
Nah, kalau menurut kamu bagaimana, cocokkah kecap asin ini menjadi campuran dalam makanan khas India?
Reporter: Balqis Tsabita Azkiya
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020