Sajikan 15 Ribu Gelas Kopi Organik, Kabupaten Pati Pecahkan Rekor MURI

Minum kopi sambil nongkrong dan bercengkrama bersama kawan tentu sudah biasa. Tapi, bagaimana bila segelas kopi dinikmati bersamaan, dengan puluhan ribu orang lainnya?
Beberapa waktu lalu, tepatnya pada hari Sabtu, (30/11), Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah baru saja memecahkan rekor MURI 'Minum Kopi Organik Bersama dengan Jumlah Peserta Sebanyak 15 Ribu Orang" yang diikuti oleh pelajar, ASN, pegawai kecamatan, hingga masyarakat umum.
Pemecahan rekor minum kopi organik terbanyak ini berhasil memecahkan rekor sebelumnya, yakni sebanyak 6517 gelas yang dipegang oleh Kabupaten Bone Bolango pada tahun 2017 lalu.
Menggandeng Komunitas Kopi Pati dan Pati Creative Forum, pemecahan rekor ini sekaligus menjadi ajang untuk memperkenalkan kopi khas Kabupaten Pati kepada masyarakat luas.
Apalagi, produksi kopi di Pati melimpah, setidaknya tersebar di lahan seluas 2200 hektar. Bukan itu saja, Pati rupanya memiliki sejarah cukup lama dalam hal budidaya dan perkembangan komoditas kopi, terhitung sejak tahun 1895 silam.
Jenis kopi yang disajikan adalah varietas Robusta, dengan spesifik olahan organik --natural, full wash, dan wine robusta. Didominasi dengan dataran rendah, setinggi 1000 mdpl, varietas kopi Robusta memang lebih banyak ditemukan di kabupaten tersebut.
Nah, seluruh kopi yang disajikan dalam pemecahan rekor MURI tersebut bukanlah sembarang kopi, melainkan kopi organik. Seluruh pengolahannya --mulai dari proses penyiapan lahan, pembibitan, hingga pengolahannya-- dilakukan secara organik, tanpa menggunakan bahan kimia.
"Karena sejak diawali untuk membudidayakan kopi organik mulai tahun 2004, kami berharap ini menjadi pembeda dan ciri khas kopi dari Kabupaten Pati," jelas Acep Iqbal, selaku Koordinator Pati Creative Forum dan Event Organizer Event MURI Kopi saat dihubungi kumparan melalui pesan elektronik pada Senin, (2/12).
Seluruh kopi organik tersebut merupakan hasil produksi kelompok tani lokal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pati.
Tak kalah menarik, proses penyeduhannya dilakukan menggunakan alat kukusan kopi hasil inovasi salah satu kelompok tani. Mengadopsi dari alat V60, filter tersebut dibuat dari bambu yang dianyam membentuk kerucut.
Diseduh dengan metode manual, proses produksi 15 ribu gelas kopi berlangsung selama lima setengah jam; mulai dari hari Jumat, (29/11) pukul 23.30 WIB, sampai hari Sabtu, (30/11) pukul 05.00 WIB.
Pemecahan rekor MURI minum kopi organik dengan jumlah peserta 15 ribu orang ini punya tujuan untuk mempromosikan produk kopi dan turunannya sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Pati.
Apakah kamu sudah pernah coba kopi khas Pati?
