Kumparan Logo

Kata Ernest Prakasa soal KPI yang Paksa Korban Pelecehan Seksual Cabut Tuntutan

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ernest Prakasa saat menghadiri konferensi pers peluncuran Trailer Film IMPERFECT : Karier, Cinta & Timbangan, Gedung Starvision, Jakarta.  Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ernest Prakasa saat menghadiri konferensi pers peluncuran Trailer Film IMPERFECT : Karier, Cinta & Timbangan, Gedung Starvision, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Kasus pelecehan seksual di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) masih hangat menjadi perbincangan. Semua bermula dari pernyataan korban berinisial MS yang mengaku dilecehkan oleh segelintir karyawan KPI.

Kabar terbaru menyatakan bahwa KPI meminta MS untuk mencabut tuntutan dan menandatangani surat yang menyatakan bahwa pelecehan seksual itu tak pernah terjadi. Namun, MS menolak, karena ada beberapa poin dalam surat yang dirasa merugikan.

embed from external kumparan

Stand up comedian, Ernest Prakasa, angkat bicara masalah kasus pelecehan di KPI ini. Ernest mengaku, mulanya ia sempat mengira bahwa KPI akan menindak tegas para karyawan yang melanggar hukum.

"Di awal kita sempat dapat berita bagus. KPI dikatakan bekerja sama dengan pihak kepolisian, pelaku dinonaktifkan sementara dan sebagainya. Tapi, berita hari ini membuat gua sangat ragu KPI punya niat baik untuk menyelesaikan kasus ini," ungkap Ernest Prakasa di Instagram, Sabtu (11/9).

Sutradara Imperfect itu sangat mengecam tindakan KPI yang seolah enggan menyelesaikan kasus pelecehan ini dan justru ingin meredamnya dengan jalan damai. Menurutnya, itu adalah hal yang tidak adil.

Sutradara film Imperfect Ernest Prakasa, saat berkunjng ke kantor kumparan, Senin (9/12). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

"Lo bayangin enggak, lo korban pelecehan dan lo dipertemukan sama orang yang melecehkan lo dan lo enggak boleh bawa pengacara dan itu dilakukan oleh KPI. Menurut pengacara, MS menolak untuk menandatangani surat pernyataan, karena ada poin yang tidak adil, karena MS harus akui kalau pelecehan itu tidak pernah ada," tuturnya.

Ernest tampak begitu gusar dengan tindakan KPI dan sempat mengatakan bahwa ia bergidik ketika membaca berita tersebut. Bagi Ernest, perlakuan KPI sangat memuakkan.

"Semua yang gua baca ini memuakkan dan menjijikan. Kita enggak bisa diam aja, kalau lo punya akal sehat dan hati nurani. Kta enggak boleh biarin kejadian ini lolos begitu aja," kata Ernest.

Ketua KPI Pusat 2019-2022, Agung Suprio. Foto: Dok. KPI

Ernest pun siap untuk terus mengawal kasus pelecehan ini hingga tuntas. Menurutnya, kasus ini sangat berbahaya dan tidak bisa dikompromikan.

"Gua enggak peduli, ya, Ketua KPI mau ngomong apa di podcast-nya Deddy Corbuzier," ujar Ernest.

"Gua enggak peduli Ketua KPI mau ngomong apa ke gue, karena somehow dia dapet nomor gua dan dia WA gua, tapi sekarang udah gua block, mohon maaf, bukan enggak mau silaturahmi, tapi saya enggak percaya lagi," sambungnya.