'Midway', Suguhan Penuh Aksi bagi Penyuka Film Perang Berbalut Sejarah

8 November 2019 15:31 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Poster film 'Midway' Foto: IMDb/Midway
zoom-in-whitePerbesar
Poster film 'Midway' Foto: IMDb/Midway
ADVERTISEMENT
'Midway' tayang di bioskop Tanah Air mulai hari ini, Jumat (8/11). Film tersebut dikepalai oleh Roland Emmerich, sutradara yang terkenal berkat banyak film laga blockbusters, seperti 'Independence Day', 'The Day After Tomorrow', dan '2012'—bersama penulis Wes Tooke.
ADVERTISEMENT
Seperti judulnya, 'Midway' bercerita tentang salah satu peristiwa paling bersejarah di Amerika Serikat pada Perang Dunia II, yaitu Battle of Midway atau Perang Midway. Perang tersebut merupakan lanjutan dari serangan Angkatan Laut Jepang terhadap Armada Pasifik Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbor, Honolulu, Hawaii.
Banyak sekali aktor ternama yang berperan di film ini, termasuk Ed Skrein, Patrick Wilson, Aarin Eckhart, Woody Harrelson, dan Nick Jonas. Mereka memerankan tokoh-tokoh yang amat tersohor dan memang berjasa besar pada Amerika Serikat.
Film 'Midway'. Foto: Dok. Lionsgate
Kisah bermula ketika Edwin T. Layton (Wilson), seorang agen intelijen Amerika Serikat, bertemu dengan Laksamana Isoroku Yamamoto (Etsushi Toyokawa). Di masa Perang Dunia II, Jepang—yang sedang berusaha menunjukkan tajinya di dunia—gencar berperang serta mendesak Tiongkok, sementara Amerika Serikat masih berupaya untuk terlihat netral.
ADVERTISEMENT
Setelah berhasil menjajah negara-negara di Asia Tenggara—seperti Filipina, Malaysia, Singapura, dan Indonesia—Jepang berupaya menginfiltrasi negara-negara Oseania yang dikuasai Amerika Serikat. Secara mengejutkan, Jepang membombardir Pearl Harbor pada 7 Desember 1941.
Lantaran serangan itu amat berdampak pada seluruh rakyat, pemerintah Amerika Serikat pun menunjuk Chester Nimitz (Woody Harrelson) sebagai Laksamana yang akan memimpin Angkatan Laut dalam membuat strategi perlawanan. Nimitz lalu langsung menemui Layton untuk mencari tahu informasi tentang Jepang dan rencana serangan selanjutnya.
Film 'Midway'. Foto: Dok. Lionsgate
Di sisi lain, Letnan Kolonel Jimmy Doolittle (Aaron Eckhart) bersama pasukan dari angkatan darat ditugaskan untuk membombardir Tokyo, Jepang. Tugas mereka sangat krusial karena mampu membakar semangat masyarakat Amerika Serikat, termasuk pasukan Angkatan Laut.
Berdasarkan informasi dari Layton, diketahui bahwa Jepang akan segera melancarkan serangan ke markas militer Amerika Serikat di Pulau Atol Midway. Nimitz pun menyuruk Wakil Laksamana William 'Bull' Halsey (Dennis Quaid) untuk menyiapkan pasukan terbaik. Dua di antaranya Letnan Richard 'Dick' Best Ed Skrein dan Letnan Commander Wade McClusky (Luke Evans).
ADVERTISEMENT
Bagi pecinta film perang bersejarah, 'Midway' dapat menjadi tontonan yang amat menarik. Film ini memperlihatkan bagaimana kondisi fisik dan mental para tentara Amerika Serikat yang terkuras selama perang berlangsung.
Film 'Midway'. Foto: Dok. Lionsgate
Terlebih, alat perang Amerika Serikat di masa itu kalah jauh dari Jepang. Ada beberapa adegan yang benar-benar dapat memperlihatkan seburuk apa kualitas perlengkapan perang Amerika Serikat jika dibandingkan dengan Jepang.
Yang juga menarik, film 'Midway' mengambil banyak prespektif dari para tentara Jepang. Kala itu, mental para anggota militer Jepang tentu amat tertekan pula oleh keinginan kaisar memperluas negara jajahan.
Film 'Midway'. Foto: Dok. Lionsgate
Kualitas berbagai adegan laga di udara menggunakan pesawat dan di kapal perang dalam 'Midway' tidak perlu diragukan lagu. CGI-nya begitu memukau dan mampu membuat jantung terasa berdebar-debar.
ADVERTISEMENT
Hampir semua aktor bermain dengan cukup baik. Hanya saja, kualitas akting Nick Jonas sebagai Mate Bruno Gaido memang kurang memuaskan. Seandainya saja ia bisa mengeluarkan usaha lebih, tentu film 'Midway' akan kian seru, mengingat perannya cukup penting.
Film 'Midway'. Foto: Dok. Lionsgate
Untungnya, ada Brennan Brown yang memerankan Komandan Joseph Rochefort, mantan anggota band militer yang bertugas sebagai tim penyadap dan bekerja sama dengan agen intelijen Layton. Kehadiran Rochefort membawa humor yang cukup lucu, sekaligus memberi pengetahuan tambahan pada penonton tentang peran penyadap dan intel dalam sebuah peperangan besar.
Tak sedikit pesan moral yang bisa diambil dari film 'Midway'. Banyak pula pelajaran sejarah yang menarik, namun mungkin kurang familiar bagi masyarakat Indonesia.
'Midway', di samping menyajikan adegan laga dan drama yang imbang, juga mengandung banyak unsur edukasi. Film yang tidak memuat terlalu banyak adegan sadis ini diberi rating 13+, yang artinya dapat ditonton oleh remaja usia 13 tahun ke atas.
ADVERTISEMENT