Bayi Ngiler Sampai Umur Berapa?
ยทwaktu baca 1 menit

Moms, apakah bayi Anda suka ngiler? Ya, sebagai orang tua, Anda mungkin sering bertanya-tanya apakah normal jika bayi ngiler? Anda juga mungkin memperhatikan bahwa air liur yang dikeluarkannya sangat banyak sekali. Meski begitu, tidak usah panik berlebihan, sebab hal ini normal terjadi.
Apalagi jika bayi akan tumbuh gigi, biasanya mereka akan semakin sering ngiler untuk menenangkan gusi. Namun, jika bayi tampak mengeluarkan banyak air liur dan terlihat sakit, kemudian mengalami kesulitan menelan, maka segera bawa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Lantas sebenarnya sampai umur berapa normalnya bayi ngiler? Berikut penjelasan selengkapnya.
Penjelasan soal Usia Normal Bayi Ngiler
Ngiler adalah hal yang normal dalam dua tahun pertama kehidupan si kecil. Ini karena bayi masih belum bisa mengontrol otot-otot mulutnya sampai ia berusia antara 18-24 bulan. Meski demikian, ada beberapa tahapan ngiler yang biasanya dialami oleh bayi.
Lebih lengkapnya, yuk cek, penjelasan lengkap seperti dikutip dari North Shore Pediatric Therapy.
1-3 bulan: Dari usia satu hingga tiga bulan, bayi jarang ngiler. Ini karena bayi biasanya selalu dalam posisi telentang atau berbaring, meskipun beberapa air liur mungkin akan terlihat saat bayi dalam posisi tengkurap atau posisi duduk.
6 bulan: Pada usia enam bulan, ngiler bayi lebih terkontrol, baik dalam posisi telentang, tengkurap, atau duduk. Namun Anda mungkin akan melihat bayi lebih banyak ngiler ketika sedang mengoceh atau saat menggunakan tangannya untuk bermain, menunjuk, atau meraih benda. Kemudian, produksi air liurnya juga akan semakin banyak saat bayi sedang tumbuh gigi atau sebagai salah satu respons terhadap makanan tertentu.
9 bulan: Pada usia sembilan bulan, bayi jarang ngiler selama melakukan aktivitas motorik kasar, seperti merangkak atau berguling. Namun bayi akan sesekali ngiler saat sedang tumbuh gigi.
15 bulan: Pada usia 15 bulan, bayi akan jarang ngiler saat berjalan atau berlari. Meskipun Anda mungkin akan melihat bayi ngiler saat melakukan aktivitas motorik halus seperti menumpuk balok. Bayi juga akan tetap ngiler saat tumbuh gigi.
18 bulan: Di usia 18 bulan, bayi tidak lagi ngiler ketika sedang melakukan kegiatan motorik halus. Namun bayi masih bisa ngiler saat makan, berpakaian, bermain, dan tumbuh gigi.
24 bulan: Nah saat berusia 24 bulan, bayi akan mulai berhenti ngiler, walaupun kadang sesekali akan ngiler, namun tidak sebanyak dan sesering sebelumnya.
Perlu dipahami juga bahwa biasanya anak akan benar-benar berhenti ngiler saat menginjak usia 4 tahun. Jadi, tak perlu khawatir jika si kecil sesekali masih suka ngiler, selama tidak ada gejala gangguan kesehatan lainnya.
