Ciri-ciri Rahim Terbalik
ยทwaktu baca 1 menit

Moms, tahukah Anda bahwa sekitar seperempat wanita memiliki rahim terbalik? Biasanya kondisi ini sudah dimiliki sejak lahir atau ketika menginjak usia dewasa. Penyebabnya beragam, bisa karena genetik, pertumbuhan sel di luar rahim, atau karena memiliki penyakit radang panggul.
Seseorang dengan rahim terbalik, mungkin takut akan mengalami komplikasi saat hamil. Padahal dalam kebanyakan kasus, rahim terbalik tidak akan mengganggu kehamilan. Mengutip Better Health, setelah trimester pertama kehamilan, rahim yang membesar terangkat keluar dari panggul, dan selama sisa kehamilan mengambil posisi tipikal ke depan.
Lantas, bagaimana sebenarnya ciri-ciri wanita yang memiliki rahim terbalik?
Ciri-ciri Rahim Terbalik, Apa Saja?
Ada beberapa ciri rahim terbalik yang bisa dirasakan oleh Anda. Salah satunya ada rasa sakit dan sakit pinggang saat berhubungan seks, karena biasanya ovarium dan saluran tuba juga terbalik. Sehingga ovarium dan saluran tuba dapat berbenturan dengan kepala penis selama berhubungan seks.
Hal tersebut juga dikenal sebagai collision dyspareunia, dan biasanya akan semakin terasa sakit jika berhubungan seks dengan posisi woman on top. Dalam posisi tersebut, penis bisa saja melukai atau merobek ligamen di sekitar rahim.
Jadi coba posisi seks yang tidak membahayakan Anda, Moms. Selain itu, segera hubungi dokter jika semua posisi terasa tidak nyaman, apalagi jika Anda pendarahan setelah melakukan hubungan seks dengan suami.
Kemudian, ada beberapa ciri khas pada wanita yang memiliki rahim terbalik, berikut ciri-cirinya seperti dikutip dari Healthline:
Nyeri saat haid
Kesulitan memasukkan menstrual cup
Peningkatan frekuensi buang air kecil atau perasaan tekanan di kandung kemih
Infeksi saluran kemih
Inkontinensia ringan
Tonjolan perut bagian bawah
Mengobati Rahim Terbalik
Jika memang rahim terbalik menyebabkan masalah pada Anda, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan pengobatan. Ada beberapa pengobatan yang bisa Anda lakukan sesuai dengan gejala yang dirasakan. Apa saja?
Perawatan terapi hormon untuk endometriosis.
Jika pergerakan rahim tidak terhalang oleh endometriosis atau fibroid, dan jika dokter dapat memposisikan ulang rahim secara manual selama pemeriksaan panggul, beberapa latihan dapat membantu.
Memasang passary atau perangkat silikon, yakni plastik kecil yang dapat dipasang sementara atau permanen untuk membantu menopang rahim menjadi condong ke depan.
Pembedahan menggunakan teknik operasi laparoskopi, jadi rahim dapat diposisikan ulang sehingga berada di atas kandung kemih. Operasi ini relatif mudah dan biasanya berhasil.
Pemasangan kateter urin untuk mengosongkan kandung kemih, dan serangkaian latihan untuk membantu memposisikan rahim.
