Untitled Image
22 April 2021 12:09

Kenapa MPASI Menu Lengkap Paling Ideal untuk Bayi?

Pada usia 6 bulan, kebutuhan energi dan nutrisi bayi sudah tidak cukup jika hanya mengandalkan ASI. Karena itu, di usia ini bayi perlu diberi makanan pendamping ASI atau MPASI.
Namun orang tua perlu cermat dalam memberi bayi MPASI. Pasalnya, jika tidak diperkenalkan dengan tepat, pertumbuhan bayi bisa terganggu.
Untuk memastikan MPASI yang diberikan pada bayi sudah memenuhi kebutuhan energi dan nutrisinya, ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian orang tua.
Kenapa MPASI Menu Lengkap Paling Ideal untuk Bayi? (472726)
Perhatikan kuantitas dan kualitas saat memberi bayi MPASI Foto: Shutterstock
Sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dijelaskan bahwa MPASI bayi harus mengandung beberapa strategi berikut ini:
  • Tepat waktu: Berikan MPASI ketika ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi (usia bayi sekitar 6 bulan).
  • Adekuat: MPASI yang diberikan memenuhi kebutuhan energi, protein, dan mikronutrien anak.
  • Aman dan higienis: Proses persiapan dan pembuatan MPASI menggunakan cara, bahan, dan alat yang aman serta higienis.
  • Diberikan secara responsif: MPASI diberikan secara konsisten sesuai dengan sinyal lapar atau kenyang dari anak.
Dari semua poin yang dijelaskan oleh IDAI, untuk memenuhi poin kedua, yakni adekuat, Anda bisa memberikan MPASI menu lengkap pada si kecil. Apa maksudnya? Berikut penjelasan Dokter Spesialis Anak, dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A (K).
Kenapa MPASI Menu Lengkap Paling Ideal untuk Bayi? (472727)
MPASI Menu Lengkap. Foto: Shutterstock

Kata Dokter soal MPASI Menu Lengkap untuk Bayi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pemberian MPASI harus adekuat. Itu artinya kita perlu mempertimbangkan kebutuhan nutrisi bayi, baik makronutrien seperti karbohidrat, lemak, protein; serta mikronutrien seperti vitamin dan mineral.
“(Adekuat) ini penting untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal juga. Nah, adekuat ini bisa kita bedakan berdasarkan kualitas dan kuantitas,” jelasnya saat dihubungi kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Kuantitas dalam pemberian MPASI bisa dilihat berdasarkan usia. Untuk bayi berusia 6 bulan, maka MPASI perlu diberikan 2 kali sehari dengan jumlah 2-3 sendok makan. Lalu, untuk bayi berusia 6-9 bulan, diberikan 2-3 kali makan dengan 1-2 kali selingan. Jumlah MPASI pun ditingkatkan secara perlahan menjadi setengah mangkuk berukuran 250 ml.
Kenapa MPASI Menu Lengkap Paling Ideal untuk Bayi? (472728)
Kenapa MPASI Menu Lengkap Paling Ideal untuk Bayi? Foto: Shutterstock
Kemudian untuk bayi berusia 9-12 bulan, diberikan 3 hingga 4 kali makan dengan 1 sampai 2 kali selingan dan berikan MPASI sebanyak setengah mangkuk berukuran 250 ml. Untuk bayi berusia 12-24 bulan, MPASI mulai ditingkatkan perlahan menjadi tiga perempat mangkuk berukuran 250 ml dalam sekali makan.
Dari sisi kualitas, untuk memastikan MPASI yang diberikan ini dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, maka pastikan MPASI harus mengandung beberapa sumber makanan. Yakni, karbohidrat 35-65 persen dari total kebutuhan kalori, protein 10-15 persen dengan memprioritaskan protein hewani, lalu lemak 30-45 persen dari total kebutuhan kalori, serta buah atau sayur.
“Ini yang dimaksud dengan menu lengkap. Selain itu, buah atau sayur juga diberikan tapi hanya sedikit sebagai perkenalan,” jelas dokter yang praktik di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya ini.
Kenapa MPASI Menu Lengkap Paling Ideal untuk Bayi? (472729)
MPASI Menu Lengkap. Foto: Shutterstock

Manfaat Pemberian MPASI Menu Lengkap untuk Bayi

Karbohidrat adalah salah satu unsur terpenting yang harus ada dalam MPASI bayi. Ia bermanfaat untuk memberikan energi kepada seluruh organ tubuh si kecil, demi tumbuh kembang yang optimal. Selain beras putih, bayi bisa diberi variasi karbohidrat lain untuk bayi, seperti ubi, kentang, atau pasta.
Kenapa MPASI Menu Lengkap Paling Ideal untuk Bayi? (472730)
Pada MPASI menu lengkap, protein hewani jadi prioritas dalam makanan bayi Foto: Shutterstocl
Pada MPASI menu lengkap, protein hewani jadi prioritas dalam makanan bayi. Asam amino dari protein hewani diketahui lebih lengkap, sehingga baik untuk sistem kekebalan tubuh, pertumbuhan tulang, dan kecerdasan bayi.
Pentingnya protein hewani bagi tumbuh kembang bayi sudah dibuktikan dalam beberapa penelitian oleh para ahli. Jika asupan protein tidak diperhatikan, anak akan mudah jatuh sakit dan kenaikan berat dan tinggi badannya bisa terhambat.
Protein hewani untuk bayi bisa didapat dari telur, daging sapi, ayam, dan ikan. Mengutip Parents, daging sapi mengandung zat besi tinggi, seng, dan protein yang bermanfaat untuk perkembangan otak bayi. Ia juga membangun sistem kekebalan tubuh bayi, mencegah anemia, dan menambah berat badan. Sementara daging ayam bermanfaat untuk memperbaiki sistem peredaran darah dan baik untuk pertumbuhan tulang si kecil.
Kenapa MPASI Menu Lengkap Paling Ideal untuk Bayi? (472731)
Protein hewani sangat dibutuhkan dan harus ada dalam menu MPASI bayi Foto: Shutterstock
Orang tua juga tidak perlu ragu memberikan ikan kepada bayi, termasuk bila khawatir si kecil alergi. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), menunda pengenalan makanan yang berpotensi alergen seperti ikan justru tidak berdampak positif pada pencegahan alergi.
Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Citra Amelinda, Sp.A, M. Kes, IBCLC, Anda bisa memberikan ikan laut atau ikan tawar pada bayi, Moms.
"Jika anak alergi ikan laut, berikan saja ikan air tawar," kata dr. Citra.
Lantas, bagaimana dengan protein nabati?
Kenapa MPASI Menu Lengkap Paling Ideal untuk Bayi? (472732)
Ilustrasi protein nabati untuk MPASI bayi. Foto: shutterstock
Pemberian protein nabati, seperti kacang-kacangan, menurut dr. Meta boleh-boleh saja. Namun, ini tidak diwajibkan, Moms.
Pemberian protein nabati dan sayuran sebaiknya diberikan dalam porsi yang sedikit, karena sifatnya hanya sebagai perkenalan. Seiring bertambahnya usia dan kapasitas lambung anak, Anda boleh memberikan protein nabati dan sayuran dalam jumlah yang lebih banyak.
“Ingat yang diprioritaskan saat awal-awal adalah protein hewaninya terlebih dahulu,” jelas dr. Meta.
Kenapa MPASI Menu Lengkap Paling Ideal untuk Bayi? (472733)
Sumber lemak untuk MPASI bayi bisa didapat dari santan, minyak canola, minyak jagung atau minyak kelapa.
Pada MPASI menu lengkap, kehadiran lemak juga punya peran yang sangat penting. Sebab, lemak memberikan asam lemak esensial, memfasilitasi penyerapan vitamin larut lemak, dan meningkatkan densitas energi makanan, juga kualitas sensorik.
Menurut Dokter Anak dan Konsultan Laktasi, dr. Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, lemak menjadi sumber asupan penting untuk tumbuh kembang bayi. Apalagi lemak bisa membantu pembentukan otak bayi yang tersusun dari 86 persen lemak.
“Sekitar 50 persen kalori ASI berasal dari kandungan lemak di dalamnya, dan untuk kalori MPASI diusahakan 30-45 persen komposisinya diisi oleh lemak," jelas dokter yang praktik di BJ Medical Center.
Sumber lemak untuk MPASI bayi bisa didapat dari santan, minyak canola, minyak jagung, atau minyak kelapa.
Kenapa MPASI Menu Lengkap Paling Ideal untuk Bayi? (472734)
MPASI Menu Lengkap. Foto: Shutterstock

MPASI Menu Lengkap Paling Ideal Untuk Bayi

MPASI menu lengkap saat ini dianggap yang paling ideal untuk diberikan kepada bayi Anda, Moms. Karena, menu lengkap sudah mengandung sumber karbohidrat, protein, terutama protein hewani, sumber lemak, vitamin dan mineral, serta sedikit sayur dan buah.
“(MPASI menu lengkap) memang dibutuhkan dan dianggap dapat memenuhi nutrisi baik makro maupun mikronutrien,” jelas dr. Meta.
Sehingga, Anda harus langsung memberikan menu lengkap pada si kecil di awal pemberian MPASI. Ya Moms, jangan memberikan menu tunggal ataupun menu MPASI 4 bintang, karena menurut dr. Meta, keduanya tidak ideal untuk bayi.
Untuk memastikan menu lengkap yang Anda berikan sudah tepat, dr. Meta meminta orang tua untuk mengetahui dengan pasti apa itu menu lengkap dan bagaimana menyajikannya.
“Pastikan bahwa itu sudah benar, sudah mengetahui dulu lengkap itu apa saja, karbohidratnya. Kemudian protein mengutamakan protein hewani. Sumber lemaknya juga, ada beberapa hal juga yang perlu diingat, misalnya bahwa sumber lemak itu bisa berasal dari santan, bisa berasal dari minyak. Minyak juga bisa macem-macem ya, bisa minyak kelapa, bisa minyak jagung, bisa minyak canola, dan lain sebagainya,” terangnya.