Tips Bereskan Rumah Bila Anda Punya Balita

Menghabiskan sisa akhir pekan yang tenang di rumah yang bersih dan rapi tentu menyenangkan. Tapi faktanya, sekarang hari sudah jauh siang dan rumah Anda masih saja seperti kapal pecah. Balita Anda seolah selalu punya cara untuk membuat rumah yang baru saja Anda rapikan kembali jadi berantakan dalam hitungan menit. Atau detik?
Tenang, Moms. Anda tidak sendiri. Percayalah, ada jutaan bahkan miliaran ibu lain di dunia ini yang juga merasakan sulitnya membereskan rumah bila Anda punya balita. Namun jangan putus asa, ya. Ikuti tips dari kumparanMOM berikut ini:
1. No Panik
Panik saat melihat kondisi rumah berantakan tidak akan membuat rumah Anda menjadi lebih rapih. Alih-alih, tanpa sadar emosi Anda naik dan ini membuat anak maupun suami ikut merasa tegang.
Saat tegang, tentu saja mereka juga akan semakin sulit untuk diajak bekerja sama atau menuruti perkataan Anda. Termasuk permintaan Anda untuk tidak mengembalikan barang-barang pada tempatnya atau tidak lompat-lompatan di atas tempat tidur yang sudah Anda bereskan empat kali!
2. Libatkan Anak
Ubah cara pandang Anda. Bila selama ini Anda memandang si kecil sebagai salah satu orang yang membuat rumah berantakan, sekarang coba pandang ia sebagai asisten andalan Anda saat membereskan rumah.
Ya, Moms. Anda bisa kok melibatkan anak dan berbagi beberapa pekerjaan rumah tangga dengannya. Tentu saja sesuaikan jenis pekerjaan dengan usia balita Anda.
Ajak anak melakukan pekerjaan ini dengan menyenangkan agar tumbuh keinginan dalam diri untuk melakukannya. Hindari memerintah atau mengancam anak. Perintah dan ancaman tidak ampuh buat anak menurut.
Anda bisa mengatakan, "Kasihan boneka-boneka kamu bisa kedinginan kalau ditinggal di teras. Belum lagi kalau sampai terinjak Ayah atau kehujanan. Dia bisa sakit. Yuk, masukkan lagi ke kotaknya?”
Selain membereskan mainannya sendiri, balita usia 2-4 tahun juga sudah dapat Anda minta untuk membantu memisahkan atau mengelompokkan pakaian, membawa peralatan makanan bekas pakai ke tempat mencuci piring, menutup keran air, mengelap debu di meja, dan banyak lagi.

3. Beri Anak Kesempatan
Anda juga perlu memberi anak kesempatan untuk berbuat salah dan belajar dari kesalahannya, Moms. Bila saat hendak membantu Anda menata meja si kecil malah menjatuhkan piring hingga pecah misalnya. Jangan langsung mencabut tugas itu darinya.
Jelaskan pada anak cara membawa piring dengan benar agar tidak jatuh. Sampaikan juga alasannya kalau pecahan piring dapat melukai kakinya sehingga anak paham bahwa lain kali ia perlu membawa piring dengan lebih hati-hati. Ini akan membuat anak paham, belajar sekaligus terpacu untuk berbuat lebih baik lagi.

4. Buat Jadwal
Bila anak mulai terbiasa mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, Anda dapat menaikkan 'level'-nya dengan mengajak anak membuat jadwal tugas harian. Ini sekaligus jadi kesempatan yang baik untuk anak belajar konsep waktu, keteraturan dan disiplin.
Tulis pada selembar kertas tugas apa saja yang perlu dilakukan anak dari pagi, siang hingga sore hari.
Untuk si prasekolah, Anda dapat membuat chart berisi jadwal harian pekerjaan rumah anak dalam seminggu. Misalnya membereskan mainan, memasukkan pakaian bersih ke keranjang pakaian dan membantu menata meja makan. Bila anak belum bisa membaca, Anda dapat mengganti tulisan dengan gambar yang mewakili waktu maupun jenis pekerjaan tersebut agar anak mudah memahaminya.
Bila perlu, beri kolom di sebelah daftar tugas untuk Anda memberi tanda atau menempelkan stiker tanda anak telah berhasil menyelesaikan tugasnya. Jelaskan pada anak, jika kolom ini terisi dengan tanda atau stiker hingga jumlah yang Anda sepakati, ia akan mendapat hadiah.
Meski tanpa melibatkan anak, membuat jadwal tugas harian juga perlu karena dapat membantu Anda lebih fokus dengan apa-apa yang harus lebih dulu dikerjakan. Ini dapat membuat Anda terhindar dari stres karena pekerjaan rumah tangga.

5. Tidak ada yang Sempurna
Meski kerapian rumah tidak sesuai dengan harapan atau standar Anda, syukuri saja. Rileks, Moms. Jangan terlalu keras pada diri Anda sendiri dan mamatok harapan terlalu tinggi, apalagi bila 'asisten' Anda masih balita.
Mainan yang berantakan di ruang keluarga itu tanda Anda punya balita yang sehat dan bertambah cerdas setiap hari karena ia belajar dengan bermain. Cucian kotor yang menumpuk dengan noda lumpur atau pasir itu bukti kalau balita Anda aktif dan suka bermain di luar rumah. Bangga, kan?
Tak perlu minder dengan foto-foto rumah cantik dan rapi di Instagram itu. Ingat, Moms, tidak ada ibu yang sempurna di dunia ini apalagi yang masih punya balita. Jadi, tersenyumlah dan nikmati saja sisa akhir pekan Anda dengan anak-anak tercinta.
