Yang Perlu Dicermati saat Lakukan Video Call Bersama Bayi

Di masa pandemi seperti sekarang, bertemu dengan keluarga yang berada di luar kota menjadi hal sulit. Untungnya, kita masih bisa berkomunikasi melalui telepon, Whatsapp, bahkan melakukan video call dengan keluarga dan teman. Saat kakek dan nenek merasa rindu ingin melihat bayi atau cucu kesayangan mereka misalnya.
Namun perlu kita ingat bersama, sejatinya penggunaan gadget tidak disarankan untuk bayi. Ya Moms, screen time atau paparan layar digital dapat berdampak buruk. Salah satunya berisiko membuat si kecil mengalami speech delay atau keterlambatan berbicara.
“Anak usia di bawah 18 bulan para ahli menyarankan tidak usah diberikan. Untuk fungsi edukatif dan rekreatif, seperti nonton dan main game para ahli menyarankan mulai usia 2 tahun ke atas,” jelas Anna Surti Ariani, Psikolog Anak yang praktik di Klinik Terpadu Fakultas Psikologi UI kepada kumparanMOM.
Tapi ternyata, lain halnya bila bayi memanfaatkan gadget untuk melakukan video call. Bagaimana maksudnya?
Penjelasan soal Bayi Melakukan Video Call
Penggunaan gadget bagi bayi menurut Anna Surti, sebaiknya memang hanya untuk melakukan video call saja. Itu pun harus dalam pengawasan orang tua.
“Di bawah usia 18 bulan, (gadget) harus dipakai dengan orang tua misalnya untuk video call. Enggak perlu yang lain-lain dulu,” jelasnya.
Senada dengan Anna, American Academy of Pediatrics juga memperbolehkan bayi melakukan video call. Mengapa demikian?
Video call merupakan jenis interaksi responsif yang sangat baik untuk membantu bayi mengembangkan bahasa. Ketika bayi berkomunikasi melalui anggukan, gerak tubuh, atau ekspresi, mereka dapat melihat bahwa orang di ujung seberang merespons mereka.
Peneliti juga telah menemukan bahwa video call memudahkan bayi untuk melakukan komunikasi bolak-balik daripada panggilan telepon biasa. Beberapa ilmuwan juga telah menemukan bukti bahwa bayi dapat membedakan antara siaran video biasa dan video call.
"Bayi yang masih sangat muda dapat mengetahui, khususnya, apakah orang dewasa benar-benar meresponsnya secara real time atau tidak,” ujar Elisabeth McClure, Peneliti di Universitas Georgetown, Amerika Serikat, dikutip dari The Atlantic.
Tips Agar Sesi Video Call Menarik untuk Bayi
Ketika bayi Anda melakukan video call, cobalah membuatnya menjadi lebih menarik, Moms. Berikut tipsnya seperti dikutip dari Things First Things:
Berikan kasih sayang pada bayi melalui layar dengan meminta keluarga yang sedang menelepon untuk mencium layarnya. Jadi ketika orang di telepon mencium layarnya, Anda bisa mencium si kecil secara langsung. Ini membantu bayi memahami bahwa interaksi itu nyata.
Bayi juga suka berbagi sesuatu melalui layar, terutama makanan. Jadi minta si kecil untuk membagikan makanannya ke layar, walaupun mungkin terasa konyol untuk berpura-pura bahwa bayi memberikan makanan, anggaplah itu sebagai cara lain untuk membantu mengembangkan hubungan.
Minta orang yang di telepon membacakan buku untuk bayi, sementara si kecil juga memegang buku yang sama agar dapat melihat gambarnya. Jelaskan juga gambar yang dilihat bayi secara mendetail.
Posisikan bayi agar mereka dapat melakukan kontak mata dengan orang di layar, jadi buatlah interaksi senormal mungkin.
Jadikan video call sebagai acara rutin sehingga menjadi bagian dari rutinitas bayi. Buatlah hal ini tampak normal, sehingga menjadi aktivitas yang tidak asing bagi bayi.
Pilih ponsel daripada laptop untuk bayi melakukan video call. Tombol di laptop dapat mengganggu bayi dan menghilangkan interaksi.
