Buntut Penyerangan Shinzo Abe: Dikecam Pemimpin Dunia; Bukan Sasaran Pelaku
·waktu baca 4 menit

Kecaman datang dari para pemimpin dunia atas pembunuhan mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, pada Jumat (8/7). Mereka memberi penghormatan kepada pria berusia 67 tahun yang merupakan pemimpin terlama di negaranya tersebut.
Abe meninggal usai ditembak saat menyampaikan pidato kampanye untuk salah satu calon pejabat lokal di Nara. Abe segera diterbangkan ke rumah sakit dengan helikopter, tetapi meregang nyawa setibanya.
Berikut tanggapan para pemimpin negara hingga organisasi internasional tentang kematian Abe:
Indonesia
Presiden RI, Joko Widodo, secara langsung menyampaikan belasungkawa melalui Twitter.
Jokowi juga mengenang kontribusinya dalam hubungan kedua negara, dia menyematkan foto bersama Abe dalam unggahan tersebut.
"Izinkan saya untuk menyampaikan belasungkawa terdalam kami atas kematian tragis mantan PM Jepang Abe Shinzo," cuit Jokowi.
Amerika Serikat
Presiden AS, Joe Biden, mengaku merasa campur aduk ketika mendengar kabar serangan tersebut. Dia mengungkap rasa terkejut, amarah, dan kesedihan atas pembunuhan Abe.
Memberi penghormatan terhadap Abe, Biden memerintahkan pengibaran bendera di gedung-gedung pemerintah AS setengah tiang hingga Minggu (10/7/2022).
Biden kemudian mendatangi Kedutaan Besar Jepang di Washington untuk menyampaikan belasungkawanya.
"Ini bukan hanya sebuah kehilangan bagi istri dan keluarganya—dan masyarakat Jepang, ini juga kehilangan bagi dunia. Seorang pria yang damai dan bijaksana—dia akan dirindukan," tulis catatan tangan Biden, dikutip dari AFP, Sabtu (9/7/2022).
Korea Selatan
Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol, turut mengecam pembunuhan Abe. Dia menyebut aksi kekerasan itu sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.
"Saya menyampaikan penghiburan dan belasungkawa saya kepada keluarganya dan masyarakat Jepang karena kehilangan perdana menteri terlama mereka dan seorang politisi yang dihormati," ujar Yoon.
China
Kedutaan Besar China di Jepang mengaku terkejut mendengar berita penembakan itu. Pihaknya juga menyanjung peran Abe dalam memperkuat relasi China-Jepang.
"Selama masa jabatannya, mantan Perdana Menteri Abe memberikan kontribusi untuk peningkatan dan pengembangan hubungan China-Jepang. Kami menyampaikan belasungkawa atas kepergiannya dan menyatakan simpati dan perhatian untuk keluarganya," tutur Juru Bicara Kedubes China di Jepang.
Lengkapnya bisa dilihat di link berikut:
Pembunuh Sebenarnya Tidak Mengincar Shinzo Abe
Kepada polisi, tersangka pembunuh Shinzo Abe, mengaku menaruh dendam terhadap organisasi yang dia yakini memiliki hubungan dengan Abe.
Pihak berwenang menolak menjelaskan organisasi yang dimaksud. Pihaknya bahkan tidak yakin bahwa kelompok itu sungguh nyata.
Tersangka dilaporkan telah berulang kali membuat pernyataan yang tidak masuk akal. Polisi Prefektur Nara sedang menyelidiki kondisi mentalnya untuk menentukan pertanggungjawaban pidana.
Polisi mengatakan, dendam tersangka tampaknya bukan bersifat politik. Seorang sumber menerangkan, tersangka sebenarnya bermaksud menargetkan seorang pejabat senior dalam sebuah kelompok agama, bukan Abe.
"Saya bermaksud menargetkan pejabat senior [kelompok] ini," ujar tersangka, dikutip dari Mainichi Shimbun, Sabtu (9/7/2022).
Selama interogasi, tersangka menyebutkan nama organisasi dan individu yang menjadi sasarannya. Namun, pejabat yang disebutkan namanya itu tidak berada di tempat kejadian saat pembunuhan berlangsung.
Pembunuhan Eks PM Jepang Shinzo Abe Dapat Dihukum Mati
Tersangka aksi kekerasan itu telah didakwa pasal pembunuhan. Pihak berwenang belum mengungkap detail hukuman yang akan mereka incar bagi tersangka, tetapi kemungkinan hukuman mati tampak menjulang.
Jepang merupakan salah satu dari sedikit negara maju yang masih menerapkan hukuman mati. Enam orang telah menghadapi eksekusi dengan cara digantung dalam tiga tahun terakhir di Jepang.
Meskipun lebih dari 70 persen negara di dunia telah menghapuskan hukuman mati, praktik tersebut telah bangkit kembali sejak tahun lalu di Jepang.
Jepang tidak mengadakan eksekusi sepanjang 2020 dan nyaris hingga akhir 2021. Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, kemudian mengembalikan hukuman mati sesaat setelah mulai menjabat di penghujung tahun lalu.
Pada 21 Desember 2021, Kishida menyetujui hukuman gantung bagi tiga terpidana, memperkenalkan hukuman mati untuk pertama kalinya di Jepang sejak akhir 2019.
PM Singapura Terima Ancaman Kekerasan
Pihak keamanan Singapura menangkap seorang pria berusia 45 tahun atas dugaan menghasut kekerasan terhadap Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong.
Ancaman itu termuat dalam komentar di wadah media sosial pada Jumat (8/7/2022). Pelaku menuliskan ancamannya dalam kolom komentar pada laman Facebook media setempat, Channel News Asia (CNA).
Pada pukul 15.10 waktu setempat, Kepolisian Singapura menerima laporan atas ancaman tersebut. Petugas kemudian mengungkap identitas pengguna media sosial tersebut dan menangkapnya dalam waktu lima jam. Polisi menyita laptop, tablet, dan empat ponsel dalam penangkapan itu.
Pihaknya masih meluncurkan Investigasi lebih lanjut atas kasus tersebut. Pelaku berisiko menghadapi hukuman penjara hingga lima tahun, denda, atau keduanya atas perbuatannya.
"Polisi tidak akan memaafkan tindakan apa pun yang menghasut kekerasan di Singapura," jelas Kepolisian Singapura, dikutip dari CNA, Sabtu (9/7/2022).
Komentar tersebut muncul dalam unggahan berita tentang penembakan mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.
Jenazah Shinzo Abe Tiba di Tokyo
Jenazah eks Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, telah tiba di Tokyo. Dia berada di kediaman keluarga besarnya.
Kantor Shinzo Abe dalam keterangannya menyebut, istri mendiang, Akie Abe, ikut dalam rombongan iring-iringan jenazah di Tokyo, demikian dikutip dari CNN.
Jenazah Abe disemayamkan di kediamannya. Terkait kapan Abe akan dikebumikan, hal itu masih dibahas keluarganya.
Pada Sabtu pagi ini, Akie Abe terlihat berada di mobil yang meninggalkan RS Universitas Medis Nara.
