Kapolri Akan Proses Kasus KM 50 bila Ada Fakta Baru

24 Agustus 2022 20:20 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat bersiap untuk rapat bersama Komisi III DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/8/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat bersiap untuk rapat bersama Komisi III DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/8/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Sejumlah pihak belakangan meminta kasus KM 50 yang menewaskan 6 pengawal eks Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab, diusut ulang. Kasus tersebut dinilai memiliki kejanggalan yang sama dengan kasus Irjen Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir Yosua.
ADVERTISEMENT
Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan kasus tersebut sudah diputuskan di pengadilan. Tetapi ia memastikan akan mengusut ulang kasus tersebut apabila ditemukan fakta baru.
"Terkait dengan KM 50 saat ini juga sudah berproses di pengadilan. Memang sudah ada keputusan. Kita lihat juga jaksa saat ini sedang mengajukan banding terhadap kasus tersebut," kata Kapolri dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, Rabu (24/8).
Rekonstruksi di titik pertama peristiwa penembakan enam pengawal Habib Rizieq. Foto: Ali Khumaini/ANTARA
"Sehingga tentunya kami juga menunggu. Namun, apabila ada novum (bukti dan fakta baru), tentunya kami akan juga memproses," imbuh dia.
Kapolri menegaskan kembali, pihaknya akan memantau perkembangan kasasi kasus KM 50.
"Kami akan terus mengikuti perkembangan penanganan kasus yang ada, karena saat ini akan masuk ke tahapan kasasi. Jadi kami menunggu itu," pungkas dia.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat rapat bersama Komisi III DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/8/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Sebelumnya, kasus penembakan laskar FPI di KM 50 Tol Cikampek ikut disinggung anggota Komisi III DPR dalam rapat bersama Kapolri untuk membahas kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat. Mulai dari Romo Muhammad Syafi'i, Achmad Dimyati Natakusumah, hingga Habib Aboe Bakar Al-Habsyi.
ADVERTISEMENT
"Peristiwa Presiden beri semangat begini kita teringat, kenapa [Brigadir] J saja? KM 50 ke mana? Jangan-jangan sama lagi. Ulama-ulama di dapil saya banyak ulama besar nanya itu. Saya jawab itu Polri. Jadi kalau presiden ada kesempatan, tolong buka KM 50 boleh lah," kata Habib Aboe.
Adapun Romo menilai, kasus KM 50 lebih misterius dibandingkan kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
"Ada rumor mobil yang berada di KM 50 itu terindikasi hari ini mobil yang ada dalam peristiwa tertembaknya saudara kita tercinta Yosua. Dan misteri di Km 50 itu saya kira lebih hebat ketimbang misteri kematian Brigadir Yosua," kata Romo.