Lika-liku Kampung Akuarium: Digusur Ahok, Dibangun Anies

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 7 menit

comment
18
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara Foto: Adim Mugni M/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Foto Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara Foto: Adim Mugni M/kumparan

Pembangunan Tahap 1 Kampung Susun Akuarium di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara, telah diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bertepatan dengan perayaan HUT ke-76 RI pada Selasa, 17 Agustus 2021.

Warga Kampung Akuarium akhirnya bernapas lega. Sudah lama sekali mereka menantikan hal tersebut, setelah melalui proses yang panjang.

Banyak hal yang telah mereka lalui, mulai dari penggusuran, gugatan, tinggal di rumah semi permanen, hingga akhirnya mendapatkan hunian layak.

Lantas, bagaimana lika-liku yang dihadapi oleh warga Kampung Akuarium sejak era kepemimpinan Ahok hingga Anies?

Ahok Relokasi 345 KK Kampung Akuarium Tahun 2016

Kampung Akuarium Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Gubernur DKI Jakarta pada saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merelokasi sekitar 345 kepala keluarga yang menghuni Kampung Akuarium pada 11 April 2016, dengan tujuan untuk menata kawasan tersebut. Meski Pemprov DKI menjamin tempat tinggal mereka di beberapa rusunawa, warga menolak untuk pindah dari sana.

Akibat dari penggusuran tersebut, terjadi kekisruhan yang berlarut sampai akhirnya membuat warga mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap penguasa melalui mekanisme class action pada 3 Oktober 2016.

Dalam gugatan tersebut warga menyebut Pemprov DKI tak pernah melakukan musyawarah dan pemberitahuan tentang relokasi. Menurut mereka, relokasi tersebut juga dilakukan tak sesuai HAM, karena terjadi intimidasi terhadap warga oleh militer.

embed from external kumparan

Ahok Kalah di Pilgub, Kampung Akuarium Kembali Berdiri

Anies akan tata ulang kampung akuarium. Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Begitu Ahok tumbang di Pilgub DKI, Kampung Akuarium kembali menggeliat. kumparan yang menyambangi kampung tersebut pada April 2017 melihat adanya tanda-tanda kehidupan warga di sana.

Selain dibangunnya sejumlah rumah di atas tanah yang sudah rata, ada juga karangan bunga yang menunjukkan warga siap untuk kembali berkehidupan di situ.

"Ada 169 bangunan yang sudah bangun lagi," kata Ketua RT 01, Reni Hermawati (61).

Mereka bertekad tinggal di kampung yang sudah bertahun-tahun ditinggali.

embed from external kumparan

Warga Kampung Akuarium Minta Rumah Mereka Dibangun Kembali

Dua tahun penggusuran Kampung Akuarium Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Warga Kampung Akuarium kembali mendirikan bangunan semi permanen di lahan bekas penggusuran. Mereka meminta Pemprov DKI Jakarta kembali membangun kampung yang dahulu mereka tinggali.

"Tentu jelas, tuntutan pengin dibangun kembali kampung,” kata kuasa hukum warga Kampung Akuarium, Mattew Michele, di Penjaringan, Jakarta Utara, 3 Mei 2017.

Warga Kampung Akuarium mengaku Pemprov DKI Jakarta tidak punya konsep yang jelas pasca penggusuran dan menawarkan desain kepada Pemprov DKI. Warga ingin kampung mereka berdiri kembali

"Kita sampai saat ini belum dapat dokumen desain yang sudah jadi, wah jangan-jangan pemprov enggak punya desain soal rencana pembangunan kembali kampung akuarium," ujar Mattew.

“Kita sudah sampaikan desain yang telah dibuat pada proses mediasi, ini ada desain dari warga secara mandiri yang dilakukan bersama dengan kawan-kawan pendamping coba gunain ini sebagai bahan pertimbangan, tapi sampai saat ini belum ada persetujuan,” tambahnya.

embed from external kumparan

Anies Bangun 200 Rumah Sementara di Kampung Akuarium

Anies mengunjungi Kampung Akuarium Foto: Wandha Hidayat/kumparan

Setelah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Baswedan menyatakan akan menata ulang wilayah Kampung Akuarium. Pemprov DKI akan membangun rumah penampungan sementara sembari menunggu pembangunan rumah sehat yang bersifat permanen.

Anies berharap agar pembangunan rumah penampungan sementara dapat berjalan sesegera mungkin. Ia menargetkan membangun sekitar 200 rumah sembari menunggu rumah sehat yang bersifat permanen selesai dilakukan.

"Mudah-mudahan bisa cepat. Ini kita lagi hitung konstruksi. Diperlukan untuk sekitar 200 rumah," ujar Anies, 2 November 2019.

Selanjutnya, Pemprov DKI Jakarta sudah mendata 128 kepala keluarga yang ada di Kampung Akuarium. Seluruh warga akan mendapat kembali status mereka sebagai warga DKI Jakarta. Upaya ini dilakukan agar warga Kampung Akuarium mendapatkan haknya memiliki tempat tinggal kembali.

“Jadi pendataan alhamdulillah sudah mulai dilakukan ada 128 KK yang insyaallah secara kependudukan mereka akan kembali memiliki semua persyaratan-persyaratan sebagai warga Jakarta,”kata Anies saat kunjungan ke Kampung Akuarium, Senin (27/11).

embed from external kumparan

Janji Anies Bangun Rumah Permanen di Kampung Akuarium

Desain penataan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Rencana Pemprov DKI membangun kembali Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, terus dimatangkan. Gubernur DKI Anies Baswedan menargetkan proses pembangunan rumah permanen bagi warga Kampung Akuarium akan dimulai pada tahun 2019.

“Insyaallah rencana pembangunan Kampung Akuarium akan kami tuntaskan. Pada saat ini ada pada fase penyiapan untuk Community Action Plan (CAP), insyaallah bisa selesai dalam 3 bulan. Sesudah itu kemudian fase perencanaan dan insyaallah pembangunan bisa dilaksanakan tahun 2019,” kata Anies saat mengunjungi Kampung Akuarium 30 Mei 2019.

Sejauh ini, Anies mengaku terus berkoordinasi dengan ketua RT dan tokoh masyarakat setempat. Sebab ia berharap pembangunan Kampung Akuarium akan menjadi rujukan bagi tempat lainnya dalam kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Jadi pembangunan ini akan menjadi salah satu contoh bahwa pembangunan dengan aspirasi warga, bukan semata-mata perencana dari Pemprov, tapi justru mendengarkan aspirasi warga,” ungkap Anies.

instagram embed

Warga Kampung Akuarium Cabut Gugatan ke Gubernur DKI

Desain penataan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Warga Kampung Akuarium resmi mencabut gugatan perwakilan kelas (class action) terhadap Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Wali Kota Jakarta Utara, Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Pembatalan gugatan dilakukan melalui penetapan majelis hakim yang dibacakan dalam sidang di PN Jakpus pada Rabu (26/6).

"Gugatan dicabut karena Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah mengeluarkan Kepgub Provinsi DKI Jakarta Nomor 878 Tahun 2018 tentang Gugus Tugas Pelaksanaan Penataan Kampung dan Masyarakat. Keputusan gubernur ini merupakan dasar hukum dalam penataan 21 kampung yang tersebar di wilayah Jakarta, salah satunya adalah Kampung Akuarium," ujar LBH Jakarta yang mewakili warga Kampung Akuarium melalui pernyataan tertulis.

Gugatan tersebut diatasi dengan dasar perbuatan melawan hukum terhadap penguasa melalui mekanisme class action pada 3 Oktober 2016. Dalam gugatan tersebut warga menyebut Pemprov DKI tak pernah melakukan musyawarah dan pemberitahuan tentang relokasi. Menurut mereka, relokasi tersebut juga dilakukan tak sesuai HAM, karena terjadi intimidasi terhadap warga oleh militer.

embed from external kumparan

Asa Warga Kampung Akuarium: Ingin Bangun Kawasan Bahari

Warga menjemur pakaian di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (9/10). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Kampung Akuarium yang sempat digusur pada 2016 lalu perlahan mulai hidup kembali. Bahkan, kampung ini digadang akan menjadi ikon pariwisata di Jakarta Utara.

Teddy, salah satu warga di kampung kawasan Penjaringan ini. Teddy berharap pemerintah dapat mengembalikan pariwisata bahari di permukimannya.

"Kebetulan kami juga bagian dari pariwisata, dan kami telah lakukan sebelum pemerintah juga katanya bagian dari pariwisata kami dari dulu sudah melakukan ini," ujar Teddy di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, 9 Oktober 2020.

Ia menambahkan, kampung ini bisa menjadi pariwisata bahari serta kerajinan yang dapat diproduksi rumahan.

"Kami bukan menolak bangunan atau pariwisata, kami setuju banget, tapi tolong, dong, jangan digusur caranya," harap Teddy.

"Dikelola [pariwisatanya] dengan baik. Kami ingin membangun Jakarta bersama-sama pemerintah. Pariwisatanya nelayan dulu," tambahnya.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampung Susun Akuarium

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau pembangunan Kampung Susun Akuarium, Jakarta, Senin (15/3). Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Setelah melalui berbagai proses, akhirnya Anies melakukan peletakan batu pertama Kampung Susun Akuarium, Senin (17/8/2020). Dalam sambutannya ia merasa bersyukur karena babak baru Kampung Akuarium telah dimulai pada hari ini.

"Kita semua tidak perlu diceritakan lagi perjalanan panjang Kampung Akuarium ini. Hari ini bukanlah akhir, ini baru awal, ini baru peletakan batu pertama. Tapi tuntasnya pada saat warga masuk ke rumah. Insyaallah masuknya bisa lebih awal dari yang direncanakan," ujar Anies dalam sambutannya di depan warga Kampung Akuarium, Senin (17/8).

Rencananya, Pemprov DKI membangun rumah lapis sebanyak 142 unit dengan tipe 27. Konsep rumah lapis akan dibangun dengan tinggi maksimal empat lantai. Rencananya pembangunan mulai dilakukan pada bulan September 2020.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau pembangunan Kampung Susun Akuarium, Jakarta, Senin (15/3). Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Ini tak lepas dari keikutsertaan warga dalam proses desain. Konsep ini dikenal dengan Community Action Plan (CAP). Setelah semua proses diskusi dan perencanaan selesai, jadilah desain Kampung Akuarium yang final dan jadi acuan pembangunan saat ini.

Lahan Kampung Akuarium yang ditata mencapai 10.000 meter persegi yang bakal dibagi menjadi beberapa blok. Total hunian yang bakal mengisi Kampung Akuarium mencapai 241 unit.

"Dari sisi jumlahnya ini kurang lebih 241 unit, 5 blok. Masing-masing unit ini jumlahnya tidak sama. Ada 2, tipikal 56 unit kemudian 2, tipikal 48 unit, kemudian salah satu Blok C yang berada di ujung kurang lebih 33 unit," ujar Plt Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Sarjoko.

Anies Resmikan Bangunan Tahap 1 Kampung Susun Akuarium

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meresmikan pembangunan tahap 1 Kampung Susun Akuarium. Foto: PPID DKI Jakarta

Anies secara simbolis meresmikan pembangunan tahap satu Kampung Susun Akuarium. Dalam kesempatan itu, Anies menjelaskan pembangunan Kampung Susun Akuarium merupakan program strategis daerah yang menjadi prioritas.

Program ini dikerjakan secara kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Pembangunan Kampung Susun Akuarium merupakan program strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman dan Masyarakat yang bertujuan untuk memfasilitasi warga DKI Jakarta, memenuhi rasa keadilan dalam bermukim dan memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak huni, nyaman dan terjangkau," kata Anies dikutip dari PPID.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau Kampung Susun Akuarium. Foto: PPID DKI Jakarta

"Sehingga, Jakarta tidak hanya maju kotanya, tapi juga bahagia warganya," sambung dia.

Pembangunan Tahap 1 Kampung Susun Akuarium terdiri dari 2 blok bangunan 5 lantai yang terdiri dari 107 unit hunian serta pembangunan tersebut dilaksanakan melalui dana kewajiban pengembang sesuai Pergub Nomor 112 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pemenuhan Kewajiban Pembiayaan dan Pembangunan Rumah Susun Murah/ Sederhana Melalui Konversi oleh Para Pemegang Izin Pemanfaatan Ruang.

Desain penataan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Instagram/@aniesbaswedan