Setelah Aktivis GSF Bebas dari Israel
·waktu baca 4 menit

Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang sempat ditahan militer Israel kini telah dibebaskan. Mereka dalam proses pemulangan ke Indonesia.
Kabar bebasnya sembilan WNI itu sebelumnya sudah lebih dulu dilontarkan lembaga bantuan hukum Palestina, Adalah.
“Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa sembilan warga negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0, saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air,” kata Menlu Sugiono dalam keterangannya, Kamis (21/5).
Sugiono menyebut, Pemerintah RI mengapresiasi Pemerintah Turki yang turut membantu proses pemulangan para WNI tersebut.
“Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan ini,” ujarnya.
Saat ini sembilan WNI tersebut berada di Turki. Mereka masih menunggu proses untuk kepulangan ke Indonesia.
"Untuk waktu kepulangan ke tanah air masih menunggu proses di Istanbul, yang pasti akan segera dipulangkan setelah prosesnya selesai," kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Henny Hamidah, Kamis (21/5).
Kabar bebasnya para WNI itu disambut baik oleh keluarga mereka. Ibunda salah satu aktivis Andi Angga Prasadewa, Sutrawati Kaharuddin (52), mengaku mengetahui anaknya telah dibebaskan dari pihak GSF dan lembaga tempat anaknya bekerja, Rumah Zakat.
"Alhamdulillah, saya sudah mendapat kabar sejak kemarin. (Anak) saya sudah kembali, sudah dideportasi ke Turki, dan saat ini sudah berada di Turki," ujar Sutrawati kepada Kumparan, pada Jumat (22/5) malam.
Keluarga dan Angga pun sempat melakukan video call usai pembebasannya.
Dalam komunikasi singkat dengan sang ibunda, Angga bercerita sempat mengalami intimidasi dan kekerasan fisik selama dalam tahanan di Israel.
"Menurut penyampaian anak saya tadi, katanya memang di sana dia mengalami intimidasi dan tentunya ada kekerasan fisik. Ada sedikit memar di tubuhnya," ungkap Sutrawati.
Untungnya, kondisi Angga kini dilaporkan stabil dan sehat usai menjalani pemeriksaan kesehatan di Turki. Sutrawati mengaku telah berkomunikasi dua kali dengan putranya tiga menit saat baru turun dari pesawat, dan sepuluh menit pada pagi harinya.
"Anak saya sehat secara keseluruhan. Walaupun ada sedikit mengalami memar di tubuhnya, tapi alhamdulillah baik-baik saja," tambahnya.
Keluarga Angga juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu pembebasan anaknya.
"Saya pribadi berterima kasih sekali karena negara betul-betul serius mengurus pembebasan anak kami dan WNI lainnya. Terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo dan Menteri Luar Negeri, insan pers, dan semua yang telah berkontribusi dalam proses pembebasan ini," ujar ayah Angga, Andi Hamza.
Alami Siksaan
Maimon Herawati salah satu Komite Pengarah GSF dan Ketua Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Merekam kondisi para WNI usai dibebaskan Israel. Beberapa bercerita tentang penyiksaan yang dialami.
"Hendro diapain?" kata Maimon, dalam rekaman video yang diterima, Jumat (22/5)
Lalu, WNI itu menjawab.
"Saya ditonjok, disetrum dua kali, ditendang dua kali, di bahu sekali, lengkap," kata WNI yang dipanggil Hendro itu.
Maimon kembali bertanya.
"Kalau Asad?"
"Ditonjok, diinjak," jawab pria dalam video.
"Ada berbagai macam penyiksaan yang dilakukan, dan ini bisa disebut sebagai situasi yang ringan. Karena di antara relawan, ada yang dibawa dengan stretcher, ada yang harus mendapat operasi, ada yang patah kaki dan tangan, dan saya dengar juga ada kasus-kasus yang lebih buruk lagi," jelas Maimon.
Kekerasan yang dialami para relawan itu juga dikonfirmasi oleh Konsul Jenderal RI Istanbul, Darianto Harsono. Pihaknya mendampingi para WNI selama berada di Istanbul.
"Kami Konjen Republik Indonesia di Istanbul, alhamdulilah kami bersama 9 saudara kita yang tergabung dalam misi GSF telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat. Walaupun mereka ada yang mengalami kekerasan fisik, ditendang, dipukul disetrum," kata Darianto Harsono, lewat unggahan Menlu RI Sugiono, di akun instagram resminya, Jumat (22/5).
Menlu Sugiono Kecam Penyiksaan
Menlu Sugiono, mengecam keras penyiksaan yang dilakukan Israel terhadap sembilan WNI aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
“Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan Israel terhadap WNI selama masa penahanan,” kata Sugiono dalam keterangan resmi yang diunggah melalui akun Instagram resminya, Jumat (22/5) pagi.
“Indonesia kembali menegaskan bahwa segala bentuk tindakan tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla oleh militer Israel merupakan pelanggaran hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” sambungnya.
Ia menambahkan, setelah keluar dari Israel, sembilan WNI tersebut tiba dengan selamat di Turki pada Kamis (21/5). Kini, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum kembali ke Indonesia.
“Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke tanah air berjalan lancar sehingga mereka dapat kembali dengan selamat dan sesegera mungkin,” jelas Sugiono.
