Didominasi Produk CBU, Penjualan Mobil Listrik Tumbuh 14,9 Persen
·waktu baca 3 menit

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat kenaikan penjualan secara wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) mobil listrik sebesar 14,9 persen periode Juli ke Agustus 2025. Memperbaiki tren penjualan yang sempat minus pada Juni-Juli lalu.
Total penjualan mobil listrik di bulan kedelapan 2025 mencapai 6.358 unit, naik dari bulan sebelumnya di angka 5.531 unit. Adapun secara akumulasi jumlah sepanjang Januari-Agustus 2025 mencatatkan 51.192 unit terjual. Meroket 122,1 persen dari periode serupa tahun lalu sejumlah 23.045 unit.
Dari daftar tersebut, MPV listrik BYD M6 berada di peringkat teratas dengan torehan 1.379 unit. Diikuti Wuling BinguoEV yang mampu terjual 746 unit.
Kemudian, mobil listrik AION V mengantongi penjualan 617 unit serta SUV premium BYD Sealion 7 membukukan 602 unit. BYD Atto 3 juga masih diminati konsumen, terbukti ia mampu memperoleh penjualan 454 unit, mengungguli Chery J6 di angka 325 unit.
Nama-nama tersebut datang dari pabrikan Tiongkok, maka tak heran jika 8 dari 10 merek penjual mobil listrik terlaris di pasar domestik berasal dari China.
Mulai dari posisi teratas, BYD sukses memasarkan 2.562 unit pada Agustus 2025 dan 18.989 unit sepanjang Januari-Agustus 2025. Jauh melebih Wuling di peringkat kedua sebanyak 1.109 unit di Agustus dan 9.317 unit pada delapan bulan pertama 2025.
Selanjutnya, ada AION dan Chery yang masing-masing mengantongi 725 unit dan 521 unit pada Agustus 2025. Dibayangi Denza dengan perolehan 292 unit serta Geely yang menjual 224 unit di periode tersebut. Terdapat pula Xpeng, GWM, dan VinFast ikut masuk ke daftar tersebut.
Didominasi produk CBU
Data tersebut menunjukkan, sembilan produsen peserta insentif BEV sukses memasarkan produknya secara optimal. relaksasi ini sesuai Peraturan Menteri Investasi Nomor 6 Tahun 2024 Juncto Nomor 1 Tahun 2024 mengatur subsidi bagi perusahaan yang melakukan impor CBU dengan komitmen investasi mendapatkan insentif Bea Masuk 0 persen dari tarif normal 50 persen. Selain itu, Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) juga dihapuskan, dari sebelumnya dikenakan sebesar 15 persen.
Keringanan tersebut menjadikan para pabrikan bisa memasarkan produknya dengan harga terjangkau sambil memproses komitmen lokalisasi yang wajib dipenuhi mulai 1 Januari 2026 mendatang, lantaran insentif impor CBU akan habis di akhir tahun 2025 ini.
”Tercantum dalam roadmap terkait pengembangan atau manufaktur produksi kendaraannya. Diawali melalui CKD (Completely Knocked Down) sampai 2026, kemudian di tahun 2027 melalui skema IKD (Incompletely Knocked Down). Lalu angka 80 persen pada 2030 dicapai melalui skema manufaktur part by part,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Mahardi Tunggul Wicaksono beberapa waktu lalu.
Akhirnya, mobil listrik dengan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 80 persen yaitu Hyundai Kona Electric malah melempem. Ia hanya terjual 41 unit pada Agustus 2025, jauh dengan kompetitornya yang masih diimpor utuh dari China seperti BYD Atto 3 (454 unit), Chery J6 (325 unit), Geely EX5 (224 unit), dan Chery E5 (196 unit).
Daftar 20 mobil listrik terlaris Agustus 2025:
BYD M6: 1.379 unit
Wuling BinguoEV: 746 unit
AION V: 617 unit
BYD Sealion 7: 602 unit
BYD Atto 3: 454 unit
Chery J6: 325 unit
Denza D9: 292 unit
Wuling Air EV: 284 unit
Geely EX5: 224 unit
Chery E5: 196 unit
Wuling Cloud EV: 174 unit
GWM Ora 03: 164 unit
Xpeng X9: 123 unit
VinFast VF3: 110 unit
Hyptec HT: 96 unit
Hyundai IONIQ 5: 86 unit
MG4 EV: 84 unit
BYD Dolphin: 78 unit
Xpeng G6: 67 unit
BYD Seal: 49 unit
Daftar 10 merek mobil listrik terlaris Agustus 2025:
BYD: 2.562 unit
Wuling: 1.109 unit
AION: 725 unit
Chery: 521 unit
Denza: 292 unit
Geely: 224 unit
Xpeng: 190 unit
GWM: 164 unit
VinFast: 139 unit
Hyundai 134 unit
