Kumparan Logo

Wujud 'Serpihan Surga' Dilihat dari Puncak Piaynemo, Raja Ampat

kumparanTRAVELverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Waktu yang tepat untuk berkunjung ke puncak Piaynemo adalah pukul 10.00 WIT. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Waktu yang tepat untuk berkunjung ke puncak Piaynemo adalah pukul 10.00 WIT. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Kagum, takjub, dan bengong itulah yang terjadi saat kumparan berhasil menginjakkan kaki sampai di puncak Piaynemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, beberapa waktu lalu.

Pasalnya, dari gardu pandang yang ada di puncak Piaynemo, Raja Ampat, kumparan disajikan pemandangan menakjubkan dari bukit-bukit karst menjulang tinggi yang berserakan dari dalam laut, ditemani dengan kombinasi biru turquoise dan hijau toska air laut.

Sungguh menjadi pengalaman yang tak mungkin terlupakan bisa melihat langsung keindahan serpihan surga yang jatuh di tanah Papua. Begitulah banyak orang menyebutnya dan tak heran pula jika Raja Ampat dikatakan sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi setidaknya sekali dalam seumur hidup.

Wisatawan bersiap menuju puncak Piaynemo, Raja Ampat, Papua Barat. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Kunjungan kumparan ke Piaynemo beberapa waktu lalu adalah dalam rangka mengikuti rangkaian Festival Pesona Bahari Raja Ampat 2019 yang berlangsung dari 18 Oktober-21 Oktober 2019 dengan difasilitasi oleh G-Tour sebagai operator tour.

Untuk dapat sampai ke pulau dengan julukan Little Wayag ini, wisatawan dapat menggunakan transportasi laut berupa speed boat atau kapal Ferry dari kota Sorong atau dari ibu kota Raja Ampat, Waisai yang terletak di Waigeo Selatan. Lama perjalanannya dua sampai tiga jam (tergantung dengan ombak dan kecepatan speed boat).

Perjalanan menuju Piaynemo. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Siang itu jam tangan yang saya gunakan memperlihatkan angka 11.30 WIT setibanya saya dan peserta Festival Pesona Bahari Raja Ampat 2019 lainnya di Piaynemo. Sebelum menuju puncak Piaynemo, kami semua diminta berkumpul di dermaga yang juga menjadi satu dengan lokasi para pedagang kelapa, kepiting, dan minyak kelapa.

Tak selang lama, seorang guide berkaus putih muncul dan memberikan beberapa arahan, serta imbauan penting saat hendak menuju dan setibanya di puncak Piaynemo.

Pintu masuk menuju puncak Piaynemo, Raja Ampat, Papua Barat. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Hal yang paling saya ingat saat itu adalah kami semua diminta untuk selalu menjaga kebersihan dan jangan sampai meninggalkan sampah sekecil apapun juga. Sebab, wilayah Piaynemo, Raja Ampat, merupakan kawasan konservasi dan juga objek wisata karang.

Untuk dapat mencapai puncak Piaynemo wisatawan harus melewati 320 anak tangga. Jangan khawatir, selama perjalanan kamu akan ditemani rindangnya pepohonan yang tumbuh di sekitar kawasan Piaynemo, serta udara segar tanpa polusi.

"Meski untuk mencapai puncak Piaynemo perlu perjuangan mendaki 320 anak tangga tapi setelah sampai di puncak, rasa capek, lelah itu terbayar dengan sajian view keindahan alam," ucap Wahyu, salah satu peserta Festival Pesona Bahari Raja Ampat 2019 asal Jakarta.

Batang pohon yang ada di sekitar kawasan Piaynemo dibiarkan tumbuh sehingga ekosistem tetap terjaga. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Ketika sedang dalam perjalanan menuju puncak Piaynemo, kumparan sempat mendapati hal unik, yaitu kumparan mendapati batang pohon yang menyembul di tengah-tengah anak tangga sehingga membuat langkah agak sedikit terganggu.

"Kami tidak boleh menebang pohon. Jadi kami biarkan pohon-pohon itu tumbuh alami," ucap Ian, guide yang menemani kumparan saat itu.

Menapaki 320 anak tangga untuk sampai ke puncak dan menyaksikan langsung pesona keindahan gugusan karang di atas air laut yang berwarna biru. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Setelah melewati 320 anak tangga dan meskipun matahari di Raja Ampat saat itu sangatlah terik, namun keringat dan lelah seolah terbayar setelah sampai di puncak Piaynemo.

Pemandangan indah dan menakjubkan pun terhampar di hadapan gugusan pulau karang yang melingkar seakan membentuk laguna hijau di tengah birunya samudera. Terlebih ketika berhasil mengabadikan foto dengan latar belakang gugusan pulau, seolah menjadi kebanggaan tersendiri.

"Pemandangan di puncak Piaynemo semuanya perfect, diatur dengan baik. Perasaan saya seperti hidup di dunia lain. Dan ketika saya memperlihatkan foto-foto di Piaynemo ke teman-teman saya, mereka pada antusias ingin berkunjung. Hanya saja terbentur pada transportasi. Itu saja kendalanya," ucap Ni Wayan Sambreg, pengunjung sekaligus peserta Festival Pesona Bahari Raja Ampat 2019 asal Bali.

Pulau dengan julukan Little Wayag ini menawarkan keindahan dan kecantikan gugusan karst dari puncak Piaynemo dengan ketinggian 59 meter di atas permukaan laut. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Di puncak Piaynemo, sudah banyak orang-orang terkenal yang berfoto-foto. Mulai dari artis dalam negeri, seperti Pevita Pearce, sampai Presiden RI Joko Widodo.

Selain itu, Stoffel Vandoorne, pebalap F1 juga pernah datang ke sana dan tak lupa, Ustadz Abdul Somad pun tak mau ketinggalan. Beliau juga datang ke Piaynemo dan tentunya tak melewatkan kesempatan untuk berfoto-foto.

Berikut suasana lainnya yang berhasil kumparan abadikan ketika berada di kawasan Piaynemo, Raja Ampat, Papua Barat.

Lanskap yang disajikan dari puncak Piaynemo. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan
Wisatawan yang berfoto bersama di puncak Piaynemo, Raja Ampat, Papua Barat. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan
Para pengunjung yang sedang beristirahat seusai tiba di puncak Piaynemo, Raja Ampat, Papua Barat. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan
Papan informasi yang bertujuan mengingatkan seluruh pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan dan keselamatan saat di berada di puncak Piaynemo, Raja Ampat. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan
Di Piaynemo juga telah tersedia toilet umum. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan
Speedboat yang membawa peserta Festival Pesona Bahari Raja Ampat 2019. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan
Warga lokal yang menjajakan aneka penganan di dermaga Piaynemo, Raja Ampat, Papua Barat. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan
Papan informasi yang bisa dilihat pengunjung sebelum menuju puncak Piaynemo, Raja Ampat, Papua Barat. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan
Papan imbauan yang bisa dijumpai sebelum pintu masuk menuju puncak Piaynemo. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan
Papan penunjuk arah untuk membantu wisatawan ketika berada di kawasan Piaynemo Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan