Kumparan Logo

Tips Menabung ala Financial Coach Supaya Gaji Kamu Tak Sia-sia

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tips Menabung ala Finansial Coach Supaya Gaji Kamu Tak Sia-sia. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Tips Menabung ala Finansial Coach Supaya Gaji Kamu Tak Sia-sia. Foto: Shutter Stock

Ladies, menyisihkan gaji sebagai tabungan untuk rencana jangka panjang memang tidak mudah. Terkadang, kamu sudah menabung, tapi nominalnya terasa tak kunjung bertambah.

Padahal, kamu sudah bekerja keras mendapatkan uang tambahan untuk disisihkan sebagai tabungan. Lantas, mengapa jumlahnya tidak kunjung bertambah, ya?

Menurut salah satu perencana finansial asal Amerika Serikat, Bryan M Totri, ternyata ada sebuah pola yang sering digunakan oleh para generasi milenial ketika berhubungan dengan masalah keuangan.

"Mereka (generasi milenial) jatuh di perangkap yang sama yaitu menunggu waktu yang tepat untuk menabung. Masalahnya adalah, waktu yang tepat tidak selalu datang sedini mungkin," jelasnya seperti yang dikutip dari CNBC.

Agar gaji tak sekadar lewat, kamu sebenarnya bisa menerapkan beberapa strategi. Dalam kelas virtual dari Bank OCBC NISP, Felicia Putri Tjiasaka, seorang financial coach sekaligus investment storyteller, juga memberikan beberapa tips mengatur keuangan bagi generasi milenial. Penasaran seperti apa? Simak di bawah ini, ya!

Pastikan dana darurat selalu ada

Ilustrasi menabung. Foto: Shutter Stock

Pandemi COVID-19 membuat beberapa orang menjadi lebih peduli dengan dana darurat. Jika biasanya dana darurat kerap dikesampingkan, kini sudah cukup banyak para pekerja yang mulai menyisihkan sebagian uangnya untuk dana darurat.

Dengan begitu, kamu lebih mudah dalam mengatur keuangan bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Felicia sendiri mengaku bahwa ketika dirinya mendapatkan uang, ia selalu memastikan bahwa setidaknya sudah ada dana darurat di dalamnya.

Felicia selalu mengartikan bahwa setengah dari tabungan yang dimilikinya adalah dana darurat. Oleh sebab itu, dirinya selalu memastikan bahwa jumlah uang tabungannya sesuai dengan tujuan finansialnya.

"Aku melihat uang di tabungan itu berapa. Pokoknya aku make sure uang tabungan itu ada Rp 100 juta, enggak boleh kurang, lebih ya enggak apa-apa," jelas Felicia dalam kelas virtual yang bertema 'Kerja Bagai Kuda, Tapi Tak Kunjung Kaya', Kamis (5/8).

Investasi setiap mendapatkan uang

Ilustrasi investasi. Foto: Shutter Stock

Di zaman modern ini, investasi menjadi salah satu cara untuk mengatur keuangan agar tetap stabil. Investasi pun terdiri dari berbagai macam, Ladies, seperti saham, reksa dana, properti, dan lain sebagainya.

Kamu sendiri bebas memilih cara berinvestasi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan di jangka panjang. Felicia mengungkapkan bahwa salah satu caranya mengatur keuangan yakni dengan berinvestasi sebanyak 70 persen.

"Setiap kali aku dapat uang, langsung aku pindahkan ke investasi gitu. Aku investasinya agak balance juga sih, 35 persen saham, 35 persen reksa dana. Sisanya ya terserah untuk apa aja. Jadi aku enggak yang 10 persen untuk makan, 10 persen untuk asuransi, gitu-gitu enggak sih," jelas Felicia.

embed from external kumparan

Hidup secukupnya dan menaikkan income

Ilustrasi perempuan mengecek keuangan di ponsel. Foto: Shutterstock

Beberapa orang mungkin tidak begitu benar-benar merasakan manfaat dari menabung, karena nominalnya terbilang minim.

embed from external kumparan

Felicia sendiri menyarankan untuk pelan-pelan menambahkan jumlah uang yang kamu tabung. Jika dirasa tidak mungkin karena gaji yang didapatkan juga tidak mencukupi, cobalah untuk mencari income lain atau setidaknya memiliki gaya hidup yang secukupnya saja.

embed from external kumparan

"Hidup ya secukupnya, tapi yang lebih penting dari itu tuh, ya, naikkan income. Cari cara bagaimana caranya bisa naikkan income supaya bisa menabung lebih banyak. Pokoknya hidup secukupnya, yang penting gak lebay dan naikkan income gitu," tutup Felicia.

Penulis: Johanna Aprilia