Kumparan Logo
Konten Media Partner

Jogja Festival: EO Batalkan Konser Dadakan dan Refund Tak Beres Bisa Dipolisikan

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama Jogja Festival, Dinda Intan Pramesti Putri. Foto: Pandangan Jogja/Widi RH Pradana
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama Jogja Festival, Dinda Intan Pramesti Putri. Foto: Pandangan Jogja/Widi RH Pradana

Jogja Festival, komunitas para pelaku festival yang ada di Yogya turut menyoroti banyaknya kasus konser musik di Yogya yang dibatalkan mendadak tanpa pengembalian dana yang jelas.

Di tahun ini, ada beberapa konser musik di Yogya yang dibatalkan mendadak dengan proses refund yang bermasalah, seperti Suara Berkala, Serasa Nada #2, dan yang paling baru adalah Jogja Koplo Fest #2. Ketiga konser ini diadakan oleh Juwana Creative, salah satu promotor yang berbasis di Yogyakarta.

kumparan post embed

Direktur Utama Jogja Festival, Dinda Intan Pramesti Putri, mengatakan bahwa promotor atau event organizer (EO) penyelenggara konser yang membatalkan mendadak event mereka dengan refund yang jelas mestinya bisa dipolisikan.

“Harusnya bisa dipolisikan, apalagi jika ada indikasi penipuan di dalamnya,” kata Dinda Intan Pramesti saat ditemui akhir pekan kemarin.

Meski begitu, Dinda mengakui bahwa saat ini payung hukum yang khusus melindungi konsumen dari penipuan dengan modus event atau konser memang belum ada. Hal itu juga yang kini menjadi salah satu fokus Jogja Festival untuk mendorong dibuatnya payung hukum tersebut.

kumparan post embed

Dinda menyarankan, jika ada masyarakat yang menjadi korban penipuan dengan modus event atau konser meminta bantuan pengacara untuk membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

“Karena yang paling paham hukum kan pengacara. Karena biasanya masyarakat melaporkan, habis itu sudah, tidak ada follow up,” kata dia.

Jogja Festival sendiri menurut Dinda memiliki penasihat hukum yang akan membantu menangani anggota Jogja Festival yang berurusan dengan hukum.

“Saat ini di Jogja Festival sedang terus kita upayakan supaya ada payung hukum yang bisa melindungi masyarakat dari penipuan berkedok event atau konser,” jelas Dinda.

kumparan post embed