Korban Bunuh Diri UMY Baru 2 Minggu Ikut Kuliah di Kampus
·waktu baca 3 menit

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), SMQ, 18 tahun, yang diduga menjadi korban bunuh diri ternyata baru dua pekan mengikuti kegiatan pembelajaran di kampusnya.
SMQ adalah salah satu mahasiswa di kelas internasional Ilmu Komunikasi UMY angkatan 2023.
Hal itu disampaikan oleh teman sekelas sekaligus ketua kelas korban, Aria Shandy.
"Untuk (kuliah) full baru minggu kedua, ini baru masuk hari pertama minggu ketiga," kata Aria Shandy selepas acara doa bersama mahasiswa UMY pada Senin (2/10).
Sedangkan untuk kegiatan bersama teman-temannya di kampus, SMQ baru beraktivitas di kampus sekitar sebulan.
"Kita kumpul juga baru sekitar sebulan mungkin, karena kan OSPEK dan lain-lain," ujarnya.
Hal sama juga disampaikan oleh salah seorang dosen yang sempat mengajar SMQ di kelas, Muria Endah Sokowati.
Muria mengaku perkenalan dengan SMQ masih sangat singkat, sebab dia baru sekitar dua atau tiga kali berinteraksi dengan korban di dalam kelas.
"Belum cukup lama berinteraksi, mungkin baru dua atau tiga kali ketemu di kelas, di forum kelas," kata Muria Endah Sokowati.
Meski begitu, kesan yang cukup melekat baginya adalah korban merupakan pribadi yang menyenangkan dan mudah bergaul.
“Satu hal yang saya tangkap dari kesan perkenalan dengan almarhumah, saya melihat korban sebagai pribadi yang menyenangkan, yang mudah bergaul,” kata Muria Endah Sokowati, saat doa bersama tersebut, Senin (2/10).
Dia juga melihat, korban memiliki karakter yang cukup terbuka dengan teman-temannya di kelas.
“Cukup terbuka dengan teman-temannya, saya kira itu menjadi kesan yang mendalam untuk teman-teman semua di kelas internasional angkatan 2023,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, SMQ diduga menjadi korban bunuh diri setelah melompat dari gedung asrama University Residence (Unires) Putri UMY pada Senin (2/10) pagi sekitar pukul 06.15 WIB.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, mengungkapkan bahwa pada malam harinya korban juga sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan cara meminum obat generik dalam jumlah banyak sekaligus.
Saat itu, korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis sehingga obat yang dia telah berhasil dimuntahkan lagi.
Sebelumnya, korban juga pernah menyampaikan kepada temannya untuk mengakhiri hidupnya. Dari keterangan para saksi tersebut, polisi menduga korban bunuh diri karena depresi.
“Sehingga dugaan korban bunuh diri karena depresi,” ujar Jeffry.
*
KONTAK BANTUAN
Bunuh diri bisa terjadi saat seseorang depresi dan tak mendapat bantuan. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan jangan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan. Untuk mendapat layanan kesehatan jiwa atau berbagai alternatif lainnya, Anda bisa mengecek website Into the Light Indonesia di bawah ini:
https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
