Konten dari Pengguna

Siapa Pencipta Lagu Indonesia Raya? Ini Biografi dan Sejarahnya

Profil Tokoh

Profil Tokoh

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pencipta lagu Indonesia Raya. Pexels/Irgi Nur Fadil
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pencipta lagu Indonesia Raya. Pexels/Irgi Nur Fadil

Masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan lagu Indonesia Raya yang umum dinyanyikan ketika upacara bendera. Sayangnya, masih sedikit yang tahu siapa pencipta lagu Indonesia Raya.

Lagu Indonesia Raya diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman atau lebih dikenal dengan nama W.R. Soepratman. Lagu ini tidak hanya dinyanyikan saat upacara bendera saja, tetapi ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Indonesia.

Dalam rangka mengenang jasa beliau, alangkah lebih baik mengetahui profil lengkap beserta sejarah penciptaan lagunya. Satu hal yang belum banyak orang ketahui, Lagu Indonesia Raya sebenarnya terdiri dari 3 stanza.

Daftar isi

Profil Pencipta Lagu Indonesia Raya W.R. Soepratman

Ilustrasi profil pencipta lagu Indonesia Raya. Unsplash/Mufid Majnun

Dikutip dari museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id, Wage Rudolf Soepratman lahir di Jatinegara pada Jumat Wage 9 Maret 1903. Pencipta Lagu Indonesia Raya ini lebih dikenal dengan nama W.R. Soepratman.

Saat berusia 4 tahun, Soepratman telah menempuh pendidikan di Frobelschool (sekolah taman kanak-kanak) Jakarta pada 1907. Setelah tinggal bersama kakanya Ny. Rukiyem di Makassar, beliau melanjutkan pendidikannya di Tweede Inlandscheschool (Sekolah Angka Dua) dan menyelesaikan pada tahun 1917.

Selanjutnya pada tahun 1919, W.R. Soepratman lulus ujian Klein Ambtenaar Examen (KAE). Di masa itu KAE merupakan ujian untuk calon pegawai rendahan.

Setelah dinyatakan lolos ujian KAE, Wage melanjutkan pendidikan ke Normaalschool (Sekolah Pendidikan Guru).

Baca juga: Sejarah Singkat Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

Perjalanan Karir Bermusik W.R Soepratman

Ilustrasi perjalanan karir bermusik W.R. Soepratman, Unsplash/Mufid Majnun

Karir bermusik W.R. Soepratman tidak terlepas dari peran kakak iparnya, W.M. Van Edick. Pada ulang tahun ke-17, W.R Soepratman diberi hadiah berupa sebuah biola oleh sang kakak ipar.

Selain itu, Van Edick juga mengajak serta Soepratman mendirikan grup band jaz bernama Black and White.

Memiliki fasilitas-fasilitas tersebut, Soepratman menciptakan lagu-lagu perjuangan, salah satu di antaranya adalah lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya.

Puncak karir bermusiknya dimulai saat beliau pindah dari Makassar ke Bandung. Selain menekuni karir bermusik, Soepratman juga mulai menekuni karir jurnalistik dengan menjadi wartawan di surat kabar Kaoem Moeda pada tahun 1924.

Setahun setelahnya, Soepratman pindah ke Jakarta dan menjadi wartawan di surat kabar Sin Po.

Mulai saat itu, beliau rajin menghadiri rapat-rapat organisasi pemuda, termasuk Kongres Pemuda II yang dilaksanakan tanggal 27-28 Oktober 1928 di Gedung Kramat 106 Jakarta.

Pada momen itu, untuk pertama kalinya W.R. Soepratman berani memperdengarkan lagu Indonesia Raya di hadapan seluruh peserta kongres. Beliau memperdengarkan lagu ciptaannya tepat sebelum dibacakan Sumpah Pemuda.

Sayangnya, setelah pelaksanaan Kongres Pemuda II, W.R. Supratman menjadi incaran pihak Belanda. Hal itu dikarenakan penyematan kata "Merdeka, Merdeka" pada lagu karangannya, Indonesia Raya.

Kejadian itu membuat beliau berpindah-pindah tempat tinggal untuk menghindari kejaran pihak Belanda. Hingga pada April 1937, W.R. Soepratman dibawa oleh kakanya Ny. Rukiyem Supratiyah ke Surabaya dalam kondisi sakit.

Tidak lama setelahnya, pada 7 Agustus 1938, beliau menghembuskan nafas terakhirnya akibat gangguan jantung dan dimakamkan di Pemakaman Umum Kapasan, Jalan Tambak Segaran Wetan, Surabaya.

Sejarah Penulisan Lagu Indonesia Raya

Ilustrasi sejarah penulisan Lagu Indonesia Raya, Unsplash/Inna Safa

Ide penulisan lagu Indonesia Raya muncul ketika W.R. Soepratman membaca tulisan di majalah terbitan Solo, Jawa Tengah, bernama Timbul.

Dalam majalah tersebut tertulis "Alangkah baiknya jika ada seorang pemuda Indonesia yang dapat menciptakan lagu kebangsaan, karena bangsa-bangsa lain sudah memiliki lagu kebangsaan mereka sendiri."

Sebagai seorang musisi sekaligus tokoh penggerak, W.R. Soepratman tergugah hatinya untuk menulis lagu Indonesia Raya yang dimulai pada tahun 1924.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, pengenalan lagu Indonesia Raya ke publik untuk pertama kalinya dilakukan pada tanggal 28 Oktober 1928 saat pelaksanaan Kongres Pemuda II.

Lagu tersebut dinyanyikan dengan iringan gesekan biola yang dimainkan W.R. Supratman sendiri. Setelah itu, lagu Indonesia Raya mengalami beberapa perombakan, menyesuaikan kondisi sosial politik yang terjadi saat itu.

Setidaknya, terjadi perombakan sebanyak 3 kali, pertama di tahun 1928, kedua di masa kemerdekaan tahun 1950, dan era pasca kepemimpinan Soekarno.

Perombakan yang terjadi pasca kepemimpinan Soekarnolah yang hingga kini dipakai. Versi ini jauh lebih singkat dari versi-versi sebelumnya.

Baca juga: Siapa Yahya Sinwar? Ini Profil Lengkap Pemimpin Hamas yang Baru

Lirik Lagu Indonesia Raya

Ilustrasi lagu Indonesia Raya. Unsplash/Mufid Majnun

Sebenarnya, lagu Indonesia Raya terdiri dari tiga stanza, hanya saja yang umum dinyanyikan adalah satu stanza. Bukan tanpa alasan, hal ini dilakukan karena faktor-faktor berikut:

  • Lagu kebangsaan haruslah sederhana dan mudah diingat oleh masyarakat

  • Penggunaan lagu kebangsaan haruslah untuk membangkitkan semangat nasional dan kebanggan bangsa

Atas dua faktor tersebut, lagu kebangsaan Indonesia ini tidak dinyanyikan secara lengkap, melainkan hanya satu stanza saja. Namun, untuk lebih mengenal Lagu Indonesia Raya secara lengkap, berikut lirik lagu Indonesia Raya III stanza.

(Stanza I)

Indonesia tanah airku

Tanah tumpah darahku

Di sanalah aku berdiri

Jadi pandu ibuku

Indonesia kebangsaanku

Bangsa dan tanah airku

Marilah kita berseru

Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku

Hiduplah neg'riku

Bangsaku, rakyatku, semuanya

Bangunlah jiwanya

Bangunlah badannya

Untuk Indonesia Raya

(Reff)

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Tanahku, negeriku yang kucinta

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Hiduplah Indonesia raya

(Stanza II)

Indonesia, tanah yang mulia

Tanah kita yang kaya

Di sanalah aku berdiri

Untuk s'lama-lamanya

Indonesia, tanah pusaka

Pusaka kita semuanya

Marilah kita mendoa

Indonesia bahagia

Suburlah tanahnya

Suburlah jiwanya

Bangsanya rakyatnya, semuanya

Sadarlah hatinya

Sadarlah budinya

Untuk Indonesia raya

(Reff)

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Tanahku, negeriku yang kucinta

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Hiduplah Indonesia raya

(Stanza III)

Indonesia, tanah yang suci

Tanah kita yang sakti

Di sanalah aku berdiri

Menjaga ibu sejati

Indonesia, tanah berseri

Tanah yang aku sayangi

Marilah kita berjanji

Indonesia abadi

S'lamatlah rakyatnya

S'lamatlah putranya

Pulaunya, lautnya, semuanya

Majulah negerinya

Majulah pandunya

Untuk Indonesia raya

(Reff)

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Tanahku, neg'riku yang kucinta

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Hiduplah Indonesia raya

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Tanahku, negeriku yang kucinta

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Hiduplah Indonesia raya

Baca juga: Tokoh Behaviorisme yang Menolak Adanya Insting

Itulah ulasan biografi pencipta Lagu Indonesia Raya, yakni W.R. Soepratman beserta lirik lagu dengan 3 stanza yang memang masih diketahui mayoritas masyarakat Indonesia.