Banjir melanda Gang Merdeka, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Senin (7/9) dini hari. Sebanyak 50 rumah warga terendam banjir setinggi dada orang dewasa atau sekitar 1,5 meter.
Warga setempat, Wati (53), mengatakan banjir kerap terjadi akibat meluapnya Sungai Deli setelah hujan dengan intensitas tinggi. Ia terbangun sekitar pukul 03.00 WIB karena air perlahan masuk ke rumah dan langsung memindahkan barang-barangnya agar tidak terendam.
"Lagi tidur, airnya masuk pelan. Pelan-pelan (angkat barang), meja," kata Wati saat ditemui di lokasi, Senin (7/9).
Wati mengaku sudah tak lagi berharap kepada pemerintah untuk menangani banjir. Harapannya pupus karena setiap pemilihan kepala daerah, warga kerap mendapat janji perbaikan Sungai Deli, tetapi tak kunjung terealisasi.
"Sebenarnya harapan ini kami sudah pupus harapan sebenarnya. Karena setiap kami pemilihan, setiap apa yang kami inginkan, ini sajanya sebenarnya, sungai dikorek. Tapi sudah pupus harapannya, enggak pernah tercapai," ucap Wati.
"Sering kali (janji-janji manis). Nanti begini kita buat, enggak ada. Makanya sudah pupus," sambung Wati.
Sementara itu, Kepala Lingkungan 9 Sei Mati, Rozy, menyebut sekitar 70 kepala keluarga atau 150 orang dan 50 rumah terdampak banjir. Menurutnya, banjir di kawasan tersebut sudah terjadi sejak 1990-an, tetapi pada 2026 frekuensinya semakin sering.