Saat menghadiri HUT ke-28 PAN, Presiden Prabowo mengingatkan ada orang-orang yang ingin membajak demokrasi di Indonesia. Mereka menyogok aparat hukum hingga presiden.
"Kita harus hati-hati bahwa demokrasi bisa dibajak. Demokrasi bisa dibeli mereka-mereka yang punya kekuatan ekonomi besar, mereka-mereka yang punya uang banyak, dan terutama mereka-mereka yang uangnya didapat dengan cara tidak halal," kata Prabowo dalam pidatonya di JCC, Jakarta, Jumat (18/9).
Mereka, kata Prabowo juga memelihara buzzer. Tindakan itu merusak rakyat.
"Mereka mau menyogok tokoh-tokoh politik kita. Mereka mau beli, nyogok hakim, nyogok jaksa, nyogok jenderal, nyogok menteri, mereka mau nyogok presiden. Dengan uang mereka memelihara apa itu algoritma, pakai buzzer-buzzer, robot-robot, anak-anak kita, bapak-bapak kita, rakyat kita dirusak. Coba mereka pengaruhi dengan fitnah," tutur Prabowo.
"Alhamdulillah rakyat kita tidak bodoh. Tapi ini ini bahaya yang dialami banyak negara. Jadi ini adalah termasuk perang," tambahnya.