Kemarau panjang menyebabkan debit air Sungai Kapuas di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, terus menyusut. Kondisi tersebut membuat aktivitas pelayaran terganggu. Bahkan, kapal tongkang kandas di kawasan Dusun Teluk Pasir, Desa Tanjung, Kecamatan Sekadau Hilir.
Penampakan kapal tongkang yang kandas tersebut didokumentasikan warga hingga viral di media sosial. Kapal terlihat berada di bagian sungai yang mengalami pendangkalan akibat debit air yang terus menurun. Kondisi tersebut membuat kapal seperti berada di padang pasir.
Iwan, salah seorang warga yang berada di lokasi, mengatakan dirinya melihat langsung kondisi kapal tongkang yang kandas di alur Sungai Kapuas tersebut. Menurut informasi yang diperolehnya dari warga sekitar, kapal tongkang itu sudah dalam kondisi kandas sejak sekitar satu bulan terakhir.
“Dari keterangan warga, kapal tongkang ini sudah kandas sekitar satu bulan. Kondisi air sungai sekarang memang sangat surut karena kemarau panjang,” ujar Iwan.
Tidak hanya kapal tongkang, kondisi debit air yang semakin menyusut juga membuat kapal-kapal lainnya kesulitan melintasi kawasan tersebut.
“Kapal kecil pun sudah tidak bisa melintasi jalur sungai,” kata Iwan.
Kondisi ini menjadi salah satu dampak kemarau panjang yang melanda wilayah Sekadau. Menurunnya debit air Sungai Kapuas dan Sungai Sekadau tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas masyarakat yang bergantung pada transportasi air.