Kabar Jogja: Wisata Merapi 100 Persen Mati hingga Toko Pakaian Ramai Pengunjung

Pandemi COVID-19 tak hanya menyerang bidang kesehatan saja, tetapi juga berbagai aspek kehidupan lain seperti perekonomian dan wisata. Di Yogyakarta sendiri, sejumlah kawasan wisata harus tutup untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Belum diketahui pasti hingga kapan pandemi COVID-19 ini berlangsung. Masyarakat berharap pandemi ini bisa segera berkahir sehingga roda perekonomian bisa kembali berputar.
Berikut ini rangkuman berita sehari lalu yang mungkin terlewat untuk menyapa pagi Anda.
1. Tutup 2 Bulan, Wisata Lereng Merapi 100 Persen Mati
Wabah COVID-19 memukul telak sektor pariwisata di Yogyakarta. Wisata Lereng Merapi yang jadi primadona Kabupaten Sleman terpaksa ditutup untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Rupanya, penutupan kawasan wisata ini membuat Kaliurang mati 100 persen.
"Sungguh ini wilayah, wajah Kaliurang, lokasi yang bener-bener terdampak. Karena bisa dikatakan ini Kaliurang mati 100 persen," ungkap Gus Makruf, sesepuh Komunitas Pagar Merapi, di sela acara penyerahan bibit tanaman beringin, Selasa (19/5/2020).
Tak sedikit warga yang menggantungkan hidup pada kawasan wisata di Lereng Merapi ini. Ditutupnya kawasan wisata membuat warga tak mendapatkan pemasukan sama sekali. Belakangan ia membaca berita bahwa pada bulan Juni 2020, sejumlah wisata di Yogyakarta seperti Candi Prambanan akan dibuka bertahap. Ia pun berharap hal sama juga dilakukan di kawasan Kaliurang ini.
2. Cerita WNI di Spanyol yang Positif Corona
Toni (bukan nama sebenarnya) merupakan salah satu WNI yang masuk ke dalam pasien positif COVID-19 di luar negeri. Di Spanyol, tempat dia tinggal saat ini tercatat ada 13 kasus WNI yang terjangkit COVID-19 dengan rincian 11 diantaranya sembuh dan 2 dilaporkan dalam kondisi stabil.
Sebelumnya ia sendiri mengaku tak menyangka bisa terjangkit COVID-19. Bahkan kondisinya bisa dikatakan baik-baik saja meski awalnya ia mengaku sempat terkejut dengan hal itu.
"Ya menurut saya karena kondisi saya yang saat ini masih cukup sehat ya Puji Tuhan. Tapi karena pemberitaan itu mengejutkan ya sempat stres juga," aku pria yang sudah sekitar satu tahun tinggal di Spanyol itu, Selasa (19/5/2020).
3. Hotel dan Restoran di Yogyakarta Kembali Beroperasi Juni 2020
Sejak pandemi COVID-19, melanda, sejumlah hotel dan restoran di Yogyakarta sempat menghentikan operasi mereka lantaran untuk menjalankan aturan pencegahan virus corona. Kini, rencananya pada awal Juni 2020, hotel yang ada di DIY akan kembali membuka aktivitas mereka.
Sebelumnya Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, pernah menuturkan bahwa seluruh hotel di DIY hanya mampu bertahan hingga bulan Juni saja. Oleh karenanya tidak ada pilihan lain selain berdampingan dengan pandemi COVID-19 sembari menerapkan protokol pencegahannya.
"Langkah kita mencoba berdampingan dengan corona dengan membuka hotel, restoran yang kemarin berhenti operasi di bulan Juni besok dengan protokol kesehatan yang sangat ketat dan SDM yang terbatas," ujarnya Rabu (20/5/2020).
4. BST Cair, Toko Pakaian dan Sepatu di Gunungkidul Mulai Ramai
Sejak pemerintah mulai membagikan Bantuan Sosial Tunai (BST), sejumlah pasar dan juga toko-toko lainnya mulai ramai dikunjungi. Meski tak seramai tahun-tahun sebelumnya, namun transaksi di pasar tradisional dan juga toko lainnya sudah menunjukkan peningkatan.
Kios pakaian di Pasar Argosari Wonosari milik Tini (52) mengungkapkan, sejak pandemi COVID-19 melanda wilayah ini, hampir tak ada warga yang membeli pakaian yang ia jajakan. Seringkali, ia harus pulang ke rumah dengan tangan hampa karena tak ada yang membeli dagangan yang ia miliki.
"Baru 3 hari terakhir ini pembelinya agak ramai," kata warga Ringinsari ini, Rabu (20/5/2020).
5. Relawan di Gunungkidul Sesalkan Pemkab Izinkan Operasional Wisata Heha Skyview
Diperkenankannya Heha Sky beroperasi kembali tersebut berdasarkan surat jawaban Pemkab Gunungkidul terkait permohonan izin operasi dari Direktur PT. Anugrah HeHa Jaya. Surat balasan tersebut bernomor: 503/2260 ditandatangani Sekda Pemkab Gunungkidul Drajad Ruswandono, tertanggal 19 Mei 2020.
Dalam surat tersebut menyebutkan jika Pemkab memberikan pertimbangkan bahwa PT. Anugrah HeHa Jaya untuk dapat kembali melakukan aktivitas di HeHa Sky View Patuk secara terbatas. Yaitu hanya kegiatan restoran dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat
Relawan COVID-19 Gunungkidul, Ervan Bambang Dermanto menyesalkan keluarnya surat ijin tersebut. Ia menilai keputusan tersebut terlalu prematur di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. Karena meskipun ada aturan mematuhi protokol COVID-19 namun tidak menutup kemungkinan pengunjung akan sulit dikendalikan.
"Saya heran, kenapa pemkab bisa mengeluarkan surat izin operasional di tengah pandemi corona. Jika surat itu benar, maka siapa yang bertanda tangan atas surat izin tersebut harus bertanggung jawab," kata Ervan, Rabu (20/5/2020).
