Konten dari Pengguna

Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 : GEMASATUKATA di BKIPM Mataram (7)

Yuni Ajah

Yuni Ajah

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Yuni Ajah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 : GEMASATUKATA di BKIPM Mataram (7)
zoom-in-whitePerbesar

Pada 3 April 2018, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) melakukan launching Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 di Pusat Pasar Agrobisnis (Puspa Agro), Sidoarjo, Jawa Timur dengan tema “Melalui GEMASATUKATA (Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina), Kita Wujudkan Penyediaan Pangan Sehat untuk Peningkatan Gizi Masyarakat”. Penyelenggaraan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 ini dilakukan serentak di Pusat BKIPM dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) KIPM seluruh Indonesia mulai 3 April hingga awal Mei 2018.

Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan merupakan program berkelanjutan BKIPM dalam menjalankan tugas dan fungsinya yang memiliki tanggung jawab membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya perkarantinaan ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan serta keamanan hayati ikan. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun partisipasi aktif masyarakat sehingga menumbuhkan kesadaran dan pemahaman masyarakat atas isu kesehatan ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan serta keamanan hayati ikan.

Berbagai kegiatan untuk memeriahkan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 di masing-masing UPT BKIPM seluruh Indonesia disesuaikan dengan potensi perikanan wilayahnya. Di Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Mataram (Balai KIPM Mataram) telah dilaksanakan berbagai kegiatan untuk mendukung penyelenggaraan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan.

Tulisan berikut merupakan bagian ketujuh dari serial tentang penyelenggaraan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 di Balai KIPM Mataram.

Tulisan pertama bisa dibaca dengan meng-klik tautan ini. Tulisan Kedua di tautan ini, tulisan ketiga pada tautan ini dan tulisan kempat pada tautan ini. Tulisan kelima dengan meng-klik tautan ini serta tulisan keenam pada tautan ini.

Trawangan Clean Up Day

Kawasan Gili Matra (Gili Meno, Gili Ayer dan Gili Trawangan) sebagai Taman Wisata Perairan (TWP) telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan pada 2009 serta sebagai salah satu dari dua Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) di Nusa Tenggara Barat yang ditetapkan Pemerintah Indonesia. Sebagai DPN, kawasan Gili Matra berperan penting menyumbang wisatawan ke provinsi Nusa Tenggara Barat.

Minggu, 22 April 2018, BKIPM Mataram berkolaborasi dengan berbagai kalangan instansi pemerintah dan komunitas peduli lingkungan di kawasan wisata Gili Trawangan melaksanakan kegiatan “Trawangan Clean Up Day”. Komunitas yang bekerjasama dalam acara ini diantaranya Gili Eco Trust, Sama-Sama Tiga Gili, Gili Prime dan komunitas Skuter Suka Kuliner (SSK). Turut serta pada kegiatan ini Kepala Desa Gili Indah, BKSDA NTB dan Polsek Pemenang.

“Kegiatan ini merupakan kerjasama antara BKIPM Mataram dengan komunitas-komunitas seperti SSK (Skuter Suka Kuliner), Gili Eco Trust dan Sama Sama Tiga Gili dan merupakan rangkaian kegiatan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan”, kata M. Farchan, Kepala Seksi Pengawasan Pengendalian dan Infromasi BKIPM Mataram. “Kegiatan ini sangat bagus untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dan perlu berkesinambungan untuk periode selanjutnya”, lanjutnya.

Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 : GEMASATUKATA di BKIPM Mataram (7) (1)
zoom-in-whitePerbesar

Kegiatan “Trawangan Clean Up Day” dimulai dengan bersih pantai di sepanjang pantai Gili Trawangan. Bersih pantai ini juga melibatkan penduduk Gili Trawangan dan wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang secara otomatis tergerak hatinya ikut menyisir pinggiran pantai Gili Trawangan dengan membawa kantong sampah yang sudah disiapkan. Masyarakat yang ikut dalam acara inii mendapatkan kaos “Gemasatukata”. Tidak hanya bersih pantai, “Trawangan Clean Up Day” dilanjutkan bersih-bersih lingkungan Gili, peserta masuk ke gang-gang pemukiman penduduk dengan membawa sapu dan kantong sampah.

Sampah-sampah yang sudah terkumpul dipilah-pilah dengan koordinator komunitas Gili Eco Trust. Gili Eco Trust merupakan komunitas peduli kelestarian lingkungan di Gili Matra. Mengelola dan mendaur ulang sampah merupakan salah satu program Gili Eco Trust. Edukasi juga dilakukan bagi anak-anak SDN 1 Gili Indah.

Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 : GEMASATUKATA di BKIPM Mataram (7) (2)
zoom-in-whitePerbesar

Di sela-sela acara santai “Trawangan Clean Up Day”, BKIPM Mataram membagikan souvenir dan meminta testimoni ke beberapa wisatawan lokal dan mancanegara yang kebetulan ikut serta dalam kegiatan bersih pantai tersebut.

Andi, salah satu anggota komunitas Gili Prime Trawangan, mengatakan “Kepada BKIPM Mataram kami ucapkan terima kasih yang sudah memberikan support di Gili Trawangan dalam kegiatan Trawangan Clean Up Day dan untuk kedepannya BKIPM lebih improve lagi”. “For all clean up community and prizedly beach all in clean, doing a great job, good job”, kata wisatawan asing yang sedang berlibur di Gili Trawangan sambil mengacungkan jempol ketika dimintai testimoni Balai KIPM Mataram.

Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 : GEMASATUKATA di BKIPM Mataram (7) (3)
zoom-in-whitePerbesar

Selesai bersih-bersih, peserta makan ikan bersama di basecamp yang diposisikan di depan Sama Sama Reggae Bar. Tidak berhenti disitu, rangkaian acara selanjutnya yaitu Pelepasan Tukik yang dilaksanakan usai makan siang bersama.

Bersih-bersih tak hanya tentang berapa banyak sampah yg dikumpulkan, tetapi juga pendidikan kepada masyarakat. Menjaga Gili Trawangan tetap bersih adalah tanggung jawab semua orang baik yang tinggal di Gili dan para wisatawan yang sedang berkunjung ke Gili.

Pelepasan Tukik

Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 : GEMASATUKATA di BKIPM Mataram (7) (4)
zoom-in-whitePerbesar

Ketika semua peserta telah selesai makan siang bersama, tim dari Balai KIPM Mataram mempersiapkan tukik (anak penyu) yang akan dilepasliarkan. Si baby turtle ini akan hidup bebas di lautan lepas secara alami.

Jumlah tukik yang akan dilepasliarkan ada 50 ekor. Peserta yang berkenan melepasliarkan tukik, dipersilakan mengambilnya dari box styrofoam. Karena jumlah tukik terbatas, peserta yang tidak berhasil mendapat tukik untuk dilepasliarkan harus berpuas diri dengan menyaksikan peristiwa pelepasan tukik bersama-sama dan bersiap-siap mengabadikan momen tersebut di handphone atau kamera mereka.

Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 : GEMASATUKATA di BKIPM Mataram (7) (5)
zoom-in-whitePerbesar

Ketika semua peserta telah siap dengan tukik masing-masing di tangan, dimulailah aba-aba untuk melepasliarkan biota laut nan imut tersebut. Dan…tukik-tukik pun dengan lincah berenang menuju lautan. Melepaskan hewan ke habitat aslinya merupakan salah satu cara untuk menjaga harmonisasi alam, karena alam akan menjaga kita apabila kita juga mampu menjaganya dan sudah menjadi tanggung jawab kita untuk selalu menjaga alam dan ekosistem di dalamnya.

“Pelepasan tukik ini untuk melestarikan dan menyelamatkan penyu serta memberitahukan kepada masyarakat, penyu itu sangat berguna untuk kita semua, dalam arti aset kita semua. Harapannya hargai makhluk hidup atau tukik ini agar tidak menjadi perburuan masyarakat atau diperjualbelikan baik telurnya maupun yang sudah menetas”, jelas perwakilan dari BKSDA NTB. “Tukik ini memang sudah langka dalam arti sudah dilindungi oleh pemerintah”, lanjutnya.

Pelepasan tukik telah selesai. Selesai sudah rangkaian acara “Trawangan Clean Up Day”, dari bersih-bersih pantai dan lingkungan, makan ikan bersama, dan pelepasan tukik. Save Our Seas...Keep It Clean...Save Our Sea Turtle...

Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 : GEMASATUKATA di BKIPM Mataram (7) (6)
zoom-in-whitePerbesar