Konten dari Pengguna

Peran Teknologi dalam Proses Dekarbonisasi Pelabuhan

SAFUAN

SAFUAN

Doctor in Management Science, Head of Risk Management, Quality Assurance, Strategic Management Officer at Koja Container Terminal, Lecturer in Faculty of Business Economics at Esa Unggul University, Internal Auditor Trainer at CIAR PPIA

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari SAFUAN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses Bongkar Muat Container di Terminal Petikemas Koja. Sumber: Koleksi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Proses Bongkar Muat Container di Terminal Petikemas Koja. Sumber: Koleksi Pribadi

Teknologi memainkan peran penting dalam proses dekarbonisasi pelabuhan dengan berbagai cara. Berikut adalah beberapa aspek utama di mana teknologi berkontribusi:

Elektrifikasi dan Energi Terbarukan

Penggunaan Onshore Power Supply (OPS) memungkinkan kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan untuk mendapatkan listrik dari darat, sehingga mengurangi penggunaan mesin bantu kapal yang berbahan bakar fosil. Ini dapat mengurangi emisi karbon di pelabuhan sebesar 75%-93% tergantung pada jenis mesin kapal dan tahun pembuatannya.

Pelabuhan juga mulai mengadopsi energi terbarukan seperti panel surya dan lampu LED untuk fasilitas pelabuhan, yang membantu mengurangi jejak karbon secara keseluruhan.

Digitalisasi dan Manajemen Energi

Sistem digitalisasi di pelabuhan membantu meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi praktik korupsi. Digitalisasi ini mencakup manajemen operasi kapal dan pemantauan lingkungan laut melalui Vessel Traffic Service (VTS) dan Ship Reporting System (SRS).

Control Room di Terminal Petikemas Koja. Sumber: Koleksi Pribadi

Sistem manajemen energi yang canggih memungkinkan pelabuhan untuk memonitor dan mengoptimalkan penggunaan energi, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan efisiensi

Bahan Bakar Rendah Karbon

Produksi dan penggunaan bahan bakar rendah sulfur, seperti Low Sulfur Fuel Oil (LSFO), menjadi salah satu langkah penting dalam mengurangi emisi karbon dari aktivitas pelabuhan dan pelayaran.

Kolaborasi dan Inovasi

Kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, seperti yang dilakukan oleh Pelindo dan PT Solusi Teknologi Samudera (STS), mendorong implementasi teknologi dekarbonisasi di pelabuhan. Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani untuk penyediaan layanan OPS adalah contoh nyata dari kolaborasi ini.

Tantangan dan Solusi

Meskipun teknologi dekarbonisasi masih mahal dan infrastruktur terbatas, upaya terus dilakukan untuk mengatasi tantangan ini melalui regulasi dan dukungan pemerintah. Misalnya, regulasi tentang penerapan strategi kapal hijau dan penggunaan bahan bakar rendah sulfur.

Secara keseluruhan, teknologi berperan sebagai katalis utama dalam upaya dekarbonisasi pelabuhan, meskipun tantangan seperti biaya dan infrastruktur masih perlu diatasi untuk mencapai keberlanjutan lingkungan yang lebih baik.