Konten dari Pengguna

Penyebab Campak dan Macam-Macam Komplikasinya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyebab campak adalah virus paramyxovirus. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Penyebab campak adalah virus paramyxovirus. Foto: Unsplash

Campak merupakan infeksi menular yang ditandai dengan munculnya ruam berwarna kemerahan di seluruh tubuh. Virus yang menjadi penyebab campak adalah paramyxovirus. Jika sudah tertular, virus ini akan bertahan selama 7-14 hari di dalam tubuh.

Campak dapat menular melalui berbagai macam cara, mulai dari percikan air liur, bersin, hingga batuk. Tidak hanya itu, penularan virus ini juga bisa terjadi ketika seseorang menyentuh hidung atau mulut, usai memegang benda yang terkontaminasi percikan air liur si penderita.

Sebelum ditemukan adanya imunisasi campak, penyakit ini termasuk ancaman yang cukup serius terlebih untuk anak-anak. Menyadur data World Health Organization (WHO) tahun 2019 mencatat bahwa terdapat 440.200 kasus campak aktif yang menginfeksi manusia setiap tahunnya.

Oleh karena itu, jika tidak mendapatkan penanganan yang cukup serius, campak bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya, yaitu:

  • Infeksi telinga, kondisi ini terjadi di ruang berisi udara di belakang gendang telinga, di sana terdapat tulang-tulang kecil telinga yang bergetar.

  • Bronkitis, campak dapat menyebabkan peradangan kotak suara (laring) atau peradangan pada dinding bagian yang melapisi lorong-lorong udara utama paru-paru (rongga bronkhial).

  • Pneumonia, komplikasi umum dari campak. Orang dengan sistem kekebalan tubuh dapat mengembangkan berbagai berbahaya terutama pneumonia yang kadang fatal.

  • Ensefalitis, sekitar 1 dari 1.000 orang dengan campak mengembangkan ensefalitis, suatu peradangan otak yang dapat menyebabkan muntah, kejang dan, jarang, koma atau bahkan kematian.

Adapun beberapa gejala yang terjadi dari penyakit campak, seperti yang dikutip dari laman Pemerintah Kota Medan, yaitu:

  • Demam

  • Batuk kering

  • Ingusan

  • Sakit tenggorokan

  • Peradangan mata (konjungtivitis)

  • Kepekaan terhadap cahaya

  • Bintik-bintik putih kecil dengan putih kebiruan pusat ditemukan di dalam mulut pada lapisan dalam pipi, yang disebut Koplik spot's

  • Ruam kulit terdiri dari besar, bercak datar yang sering mengalir ke satu sama lain

Penyebab Penyakit Campak

Apa virus penyebab campak? Foto: Unsplash

Penyebab campak adalah infeksi virus bernama paramyxovirus. Masa inkubasinya berkisar antara 10-12 hari sebelum gejala muncul. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penularan dapat terjadi melalui droplets yang berasal dari bersin, batuk, atau ludah yang sudah terinfeksi virus.

Dalam buku Pintar Penanggulangan Wabah Penyakit Dunia dan Nasional karya Winarni, virus paramyxovirus merupakan virus penyebab campak dapat bertahan di udara dan permukaan lebih dari 2 jam.

Menyadur laman Healthline, infeksi paramyxovirus dapat berkembang menjadi penyakit pernapasan akut, seperti pneumonia, bronkiolitis, dan gondok. Jika tidak ditangani dengan serius, paramyxovirus bisa menyerang jaringan otak manusia.

Laman Centers for Disease Control and Prevetion (CDC) menyebutkan bahwa seseorang memiliki kesempatan untuk menularkan virus penyebab campak dari 4 hari sebelum dan sekitar 4 hari setelah ruam muncul. Berikut beberapa cara penyebaran virus campak, di antaranya:

  • Kontak fisik dengan penderita campak

  • Berada di dekat penderita campak saat mereka batuk atau bersin

  • Menyentuh permukaan dengan virus dan kemudian memasukkan jari ke dalam mulut, atau menggosok hidung atau mata

Itu sebabnya, cara cukup ampuh untuk mencegah campak yang dialami bayi atau anak-anak adalah dengan memberikan vaksin atau imunisasi. Vaksin campak didapatkan dari vaksin MMR yang berguna untuk mencegah tiga penyakit sekaligus, seperti campak, gondongan, hingga rubella.

Vaksin MMR akan diberikan pada bayi yang berusia 15 bulan dengan dosis 0,5 milimeter. Kini, vaksin campak sudah dijadikan sebagai vaksin wajib yang harus diberikan kepada anak-anak.

Cara Mengobati Campak

Tidak ada pengobatan pasti yang dapat menyembuhkan infeksi campak ini. Namun, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengobati penyakit campak, yakni:

  • Mengonsumsi vitamin A, untuk mengurangi gejala yang cukup parah dari campak.

  • Istirahat dan menghindari aktivitas sibuk.

  • Minum banyak air, jus buah dan teh herbal untuk mengganti cairan yang hilang dengan demam dan berkeringat.

  • Mencari bantuan pernapasan. Gunakan humidifier untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan.

  • Mengonsumsi antibiotik, untuk mencegah infeksi bakteri berkembang, seperti pneumonia atau infeksi telinga.

Baca Juga: Imunisasi Setelah Campak yang Perlu Anak Dapatkan

(JA)

Frequently Asked Question Section

Apa penyebab penyakit campak?

chevron-down

Dalam istilah medis, campak disebut juga dengan measles yang disebabkan oleh virus dari golongan paramyxovirus.

Berapa lama masa inkubasi virus penyebab campak?

chevron-down

Penyebab campak adalah infeksi virus bernama paramyxovirus. Masa inkubasinya berkisar antara 10-12 hari sebelum gejala muncul.

Bagaimana penularan penyakit campak?

chevron-down

Penderita campak dapat menularkan penyakit kepada orang lain dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit masih ada.