Contoh Kelompok Sosial, Pengertian, dan Tipe-tipenya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu sosiologi, istilah kelompok sosial menandakan adanya sikap saling terhubung di antara setiap individu yang disebabkan oleh banyak hal, yakni usia, pendidikan, lingkungan, dan lainnya. Adapun contoh kelompok sosial yang sering ditemui, mulai dari kelompok primer, sekunder, hingga formal.
Masing-masing kelompok sosial tersebut memiliki peran dan tercipta dalam situasi yang berbeda-beda. Kelompok primer misalnya, contoh kelompok sosial tersebut terbentuk karena anggota keluarga. Artinya, kelompok sosial ini saling mengenal secara pribadi dan akrab satu sama lainnya.
Ingin tahu lebih banyak pengertian dan tipe-tipe dari kelompok sosial? Simak informasi lebih lengkapnya pada artikel di bawah ini.
Apa yang Dimaksud dengan Pengertian Kelompok Sosial?
Secara sederhana, kelompok sosial adalah himpunan manusia yang hidup bersama dan saling terhubung satu sama lainnya untuk mencapai tujuan bersama. Fenomena ini pada umumnya terjadi karena adanya interaksi sosial di lingkungan sekitar.
Interaksi sosial sendiri adalah suatu hubungan yang dibentuk oleh seseorang dengan orang lain, sehingga terbangun struktur sosial. Dalam laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, adanya interaksi sosial dapat membuat seseorang bisa saling membantu. Maka itu terjadi hubungan timbal balik antar individu.
Untuk lebih jelas, berikut beberapa pengertian kelompok sosial yang dikemukakan oleh para pakar sosiologi:
1. Soerjono Soekanto
Menurut Soerjono Soekanto, kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena saling berhubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling memengaruhi.
2. Paul B. Horfon
Menurut Paul, kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.
3. Joseph S. Roucek dan Roland L. Warren
Adapun pengertian kelompok sosial, yakni sebagai kelompok yang terdiri atas dua atau lebih manusia dan di antara mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat dipahami oleh anggota atau orang lain secara keseluruhan.
4. George Homans
Kelompok sosial adalah kumpulan individu yang melakukan kegiatan, interaksi, dan memiliki perasaan untuk membuat sesuatu keseluruhan yang terorganisir dan berhubungan secara timbal balik.
5. Robert K. Merton
Selanjutnya adalah pengertian kelompok sosial menurut Robert K. Merton, yakni sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola-pola yang telah mapan.
Berdasarkan pengertian dari pakar-pakar sosiologi yang ada di atas, dapat disimpulkan bahwa kelompok sosial adalah individu-individu yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.
Faktor Pembentukan dan Ciri-Ciri Kelompok Sosial
Kelompok sosial bukan suatu fenomena yang terbentuk begitu saja. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab mengapa tercipta kelompok sosial di tengah lingkungan masyarakat, beberapa di antaranya adalah kedekatan dan kesamaan.
Untuk lebih jelas, berikut adalah faktor yang melatarbelakangi kelompok sosial:
Keyakinan bersama akan perlunya pengelompokan.
Harapan yang dihayati oleh anggota-anggota kelompok.
Ideologi yang mengikat seluruh anggota.
Setiap kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompoknya dengan ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dan lainnya.
Ada suatu faktor yang dimiliki bersama sehingga hubungan antaranggota bertambah erat.
Menyadur buku Sosiologi untuk Kelas XI SMA/MA karangan RM. Mac Iver dan Charles H, berikut ciri-ciri kelompok sosial:
Kesatuan yang nyata, ditandai dengan ada atau tidak adanya organisasi.
Setiap anggota kelompok sadar bahwa dirinya merupakan anggota atau bagian dari kelompok tersebut.
Ada hubungan timbal baik (interaksi yang saling mempengaruhi) antara anggota kelompok.
Memiliki pola perilaku, struktur, dan aturan-aturan tertentu.
Memiliki faktor bersama, sehingga mempererat hubungan antar anggota. Misalnya ideologi politik, agama, kepentingan dan tujuan hidup, nasib, dan lain-lain.
Apa Saja Tipe-Tipe Kelompok Sosial?
Dalam penerapannya, ada berbagai tipe-tipe kelompok sosial. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada kelompok primer, sekunder, formal, informal, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Untuk membedakan tipe-tipe kelompok sosial tersebut, tentu pembaca harus bisa memahami pengertian dari masing-masingnya. Menyadur laman e-Modul Sosiologi yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, berikut informasinya.
a. Kelompok sosial menurut proses terbentuknya
Jika melihat dari proses terbentuknya, kelompok sosial terbagi menjadi kelompok semu dan nyata. Berikut pengertian singkat dan perbedaan dari kelompok semu dan nyata, yakni:
Kelompok semu merupakan kelompok orang-orang yang bersifat sementara. Biasanya kelompok semu ini terjadi secara spontan atau tiba-tiba. Kelompok ini dibedakan menjadi tiga, yakni kerumunan, massa, dan publik.
Kelompok nyata merupakan merupakan kelompok sosial yang memiliki ciri yang sama yaitu kehadirannya bersifat tetap. Kelompok nyata diklasifikasikan menjadi empat jenis, yakni kelompok statistik, kelompok kemasyarakatan, kelompok sosial, dan kelompok asosiasi.
b. Kelompok sosial menurut ikatannya
Kelompok sosial menurut ikatannya terbagi menjadi dua, yakni paguyuban dan patembayan. Untuk lebih jelas, berikut perbedaan dari paguyuban dan patembayan:
Paguyuban, hubungan antaranggota kelompok sosial paguyuban (gemeinschaft) mempunyai tiga ciri-ciri utama, yakni bersifat intim (dekat), privat (pribadi), dan eksklusif (hanya melibatkan dua pihak tanpa pihak ketiga).
Patembayan, hubungan antaranggota dalam kelompok gasellscaft ini cenderung bersifat jangka pendek (sementara) berdasarkan kontrak-kontrak tertentu, hanya terikat secara lahiriah tanpa adanya ikatan batin (tidak intim), serta para anggotanya berhubungan secara resmi berdasarkan hubungan timbal balik.
c. Komunitas
Selanjutnya adalah komunitas, yaitu kelompok sosial yang dibatasi oleh wilayah geografis yang jelas. Biasanya komunitas ini dinamakan sesuai dengan istilah di dalam masyarakat setempat.
d. Organisasi sosial
Organisasi merupakan kesatuan orang-orang dengan struktur dan pembagian kerja yang jelas. Jadi, pengertian organisasi sosial adalah kesatuan orang-orang dengan struktur dan pembagian kerja yang jelas sebagai akibat hubungan sosial yang terjadi di dalam masyarakat.
Jenis-Jenis Kelompok Sosial
Usai memahami tipe-tipe dan pengertian dari kelompok sosial, adapun jenis-jenis kelompok sosial yang terbagi menjadi dua, yakni kelompok sosial teratur dan tidak teratur. Untuk lebih jelas, berikut pengertian lebih lengkapnya.
Kelompok sosial teratur
Kelompok primer merupakan kelompok yang merujuk pada kelompok kecil yang memiliki ciri-ciri, yakni bersifat intimitas, asosiasi tatap muka, dan kerja sama. Biasanya kelompok primer ini saling mengenal dan dekat satu sama lainnya.
Kelompok sekunder merupakan kelompok yang merujuk pada sebuah kelompok formal imersonal yang memiliki sedikit kedekatan sosial.
Kelompok dalam (In-Group) merupakan bentuk kesadaran seseorang tentang identitas dirinya dalam suatu kelompok, misalnya keluargaku, negaraku, dan profesiku. Kata 'ku' tersebut menunjukkan bahwa ia merasa sudah menjadi bagian dari kelompok tersebut.
Kelompok luar (Out-Group) merupakan kelompok di mana seseorang dapat merasa bahwa dirinya bukan bagian dari suatu kelompok. Kendati demikian, kelompok luar ini bisa berubah menjadi kelompok dalam apabila adanya kontak serta komunikasi.
Kelompok formal adalah kelompok-kelompok yang mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya untuk mengatur hubungan antara anggota lain.
Kelompok informal adalah kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan-kebutuhan seseorang.
Kelompok sosial tidak teratur
Kerumunan sosial merupakan sekumpulan orang yang berada di suatu tempat, akan tetapi di antara mereka tidak berhubungan secara tetap.
Publik merupakan kelompok yang bukan merupakan kesatuan. Interaksi berlangsung melalui alat-alat komunikasi dan tidak langgeng.
Massa merupakan kelompok sosial tidak teratur yang timbul sejalan dengan perkembangan masyarakat yang mengarah pada pola kehidupan modern.
Dinamika Kelompok Sosial Apa Saja?
Lebih lanjut, di dalam kelompok sosial sering terjadi dinamika. Para ahli menyebutkan bahwa dinamika kelompok sosial adalah perubahan sosial dalam masyarakat yang mengalami permasalahan.
Pada umumnya, yang menyebabkan dinamika sosial ini terjadi adalah pembentukan struktur sosial dalam kelompok, norma sosial, perasaan saling memiliki, dan internalisasi dari setiap perwujudan norma yang ada dalam lingkungan sosial bermasyarakat.
Baca Juga: Pengertian Pemimpin dalam Sosiologi beserta Penjelasannya
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa arti kelompok sosial menurut George Hormans?

Apa arti kelompok sosial menurut George Hormans?
Kelompok sosial adalah kumpulan individu yang melakukan kegiatan, interaksi, dan memiliki perasaan untuk membuat sesuatu keseluruhan yang terorganisir dan berhubungan secara timbal balik.
Apa saja faktor yang melatarbelakangi kelompok sosial?

Apa saja faktor yang melatarbelakangi kelompok sosial?
Keyakinan bersama akan perlunya pengelompokan, harapan yang dihayati oleh anggota-anggota kelompok, hingga ideologi yang mengikat seluruh anggota.
Apa itu kelompok semu?

Apa itu kelompok semu?
Kelompok semu merupakan kelompok orang-orang yang bersifat sementara. Biasanya kelompok semu ini terjadi secara spontan atau tiba-tiba. Kelompok ini dibedakan menjadi tiga, yakni kerumunan, massa, dan publik.
