14 Hari Operasi Yustisi DKI 82.884 Orang Langgar PSBB, Terbanyak di Jaktim

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga yang melanggar aturan protokol kesehatan COVID-19 mengecat balok trotoar saat terjaring Operasi Yustisi Protokol COVID-19 di kawasan Pasar Jumat, Jakarta, Senin (14/9). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga yang melanggar aturan protokol kesehatan COVID-19 mengecat balok trotoar saat terjaring Operasi Yustisi Protokol COVID-19 di kawasan Pasar Jumat, Jakarta, Senin (14/9). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Operasi Yustisi di wilayah hukum Polda Metro Jaya digelar sejak 14 September. Selama 14 hari pelaksanaan hingga 27 September, total 82.884 orang melanggar peraturan PSBB di Jakarta.

"Akumulasinya sekitar 82.884 orang yang sudah kita lakukan penindakan. Kemudian teguran, baik itu secara tertulis ada 49.700, secara lisan ada 7.000, kemudian sanksi sosial yang kita berikan sebanyak 24.671 orang, sanksi denda sebanyak 1.473," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan di Jakarta, Senin (28/9).

Jika dilihat per-wilayah, pelanggaran paling banyak dilakukan di wilayah Jakarta Timur. Jumlah sanksi yang diberikan mencapai 16.256.

embed from external kumparan

Sementara untuk sanksi denda di wilayah Jakarta tercatat sebanyak Rp 277.410.000. Namun jika dijumlah dengan sanksi denda dari Kota Depok dan Bekasi, totalnya mencapai Rp 284.170.000

Yusri mengatakan evaluasi terus dilakukan oleh petugas di lapangan menyangkut cara menindak para pelanggar. Ia menekankan petugas akan terus berusaha untuk tegas namun tetap mengedepankan tindakan persuasif dan humanis dalam Operasi Yustisi.

"Tujuannya apa, cuma satu bahwa masyarakat mau disiplin dan sadar diri bahwa COVID-19 ini jangan dianggap main-main. Ini adalah wabah yang memang cukup mengakibatkan korban, makanya kita mengharapkan masyarakat bisa lebih mengerti lagi. Mudah-mudahan dengan perpanjangan PSBB masa perketatan ini bisa membuat angka positif menurun, kesembuhan juga harus tinggi, itu yang kita harapkan," ungkap Yusri.

kumparan post embed