Kabar Corona Dunia: 250 Juta Orang Telah Terinfeksi; Kasus di Jerman Melonjak

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi positif terkena virus corona. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi positif terkena virus corona. Foto: Shutter Stock

Pandemi corona belum berakhir. Sejumlah negara masih berjuang untuk bisa terbebas dari COVID-19.

Kantor berita Prancis AFP dalam laporannya menyebut sebanyak lebih dari 250 juta orang di dunia telah terinfeksi virus corona. Estimasi itu didapat sejak awal pandemi COVID-19 pada 2020 lalu.

Perhitungan jumlah kasus COVID-19 secara global diperoleh dari data kasus masing-masing negara di dunia.

Selain berita jumlah kasus global, juga masih ada berita lainnya terkait penanganan corona di berbagai negara. Berikut kumparan merangkumnya:

Kasus Virus Corona di Seluruh Dunia Tembus 250 Juta Orang

Petugas sekolah membersihkan sekolah dasar di Le Cannet jelang pembukaan sekolah setelah liburan musim panas di Prancis. Foto: ERIC GAILLARD/REUTERS

Sejak awal pandemi pada 2020 lalu hingga saat ini ada lebih dari 250 juta orang di dunia telah terinfeksi virus corona. Laporan tersebut diungkap oleh kantor berita Prancis AFP. Perhitungan jumlah kasus COVID-19 secara global diperoleh dari data kasus masing-masing negara di dunia.

Sementara itu, untuk jumlah korban jiwa COVID-19 di seluruh dunia sampai jelang pertengahan November telah mencapai 5 juta jiwa.

Eropa menjadi wilayah dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia. Ada 76 juta kasus COVID-19 tercatat di Benua Biru.

Menyusul Eropa adalah Benua Asia. Di Asia ada 56 juta lebih kasus virus corona yang muncul.

Di tempat ketiga diduduki Amerika Serikat dan Kanada dengan 48 juta lebih kasus. Sedangkan Amerika Selatan dan Karibia ada di nomor empat dengan total kasus 46 juta.

Dalam tujuh hari terakhir, rata-rata penambahan kasus harian COVID-19 di seluruh dunia sebanyak 449 ribu. Jumlah tersebut naik sedikit dari pertengahan Oktober lalu, yaitu sebanyak 400 ribu kasus per hari.

kumparan post embed

Inggris Segera Masukkan Sinovac dan Covaxin ke Daftar Vaksin yang Disetujui

Bandara Southampton, Inggris Foto: Shutter Stock

Pemerintah Inggris dalam waktu dekat segera memasukkan vaksin Sinovac, Covaxin dan Sinopharm ke dalam daftar vaksin yang disetujui penggunaannya.

Rencananya, keputusan ini mulai berlaku 22 November mendatang. Artinya, masyarakat yang sudah menerima dosis dari tiga vaksin itu bisa masuk ke Inggris dengan leluasa.

"Aturan perjalanan sedang disederhanakan lebih lanjut karena semua orang di bawah usia 18 tahun yang telah divaksinasi sepenuhnya dapat memasuki Inggris tanpa mengisolasi diri pada saat kedatangan," tulis pernyataan Departemen Transportasi Inggris.

kumparan post embed

Penularan COVID-19 di Jerman Melonjak, Positivity Rate Kini 12,20%

Model virus corona terlihat melekat pada tanda selama protes terhadap pembatasan COVID-19 pemerintah di Kassel, Jerman (20/3). Foto: Thilo Schmuelgen/Reuters

Penularan COVID-19 di Jerman kembali melonjak jelang musim dingin 2021. Bahkan angka positivity rate kini 12,20 persen atau 201,1 orang per 100 ribu orang.

Dikutip dari France24, Selasa (9/11), positivity rate ini lebih tinggi dibanding Desember 2020. Sedangkan angka positivity rate ideal dari WHO adalah di bawah 5 persen.

"Rekor sebelumnya 197,6 per 100 ribu orang pada Desember tahun lalu," tulis keterangan Robert Koch Institute.

Sementara kasus harian pada Senin (8/11), bertambah 5.957 orang. Sedangkan kematian ada tambahan 27 orang.

Dengan tambahan itu, kini jumlah kasus kumulatif positif COVID-19 di Jerman menjadi 4.786.526 orang di mana 97.086 di antaranya meninggal.

kumparan post embed

Infeksi COVID-19 di Jerman Capai Angka Tertinggi Sejak Awal Pandemi

Rumah sakit di Belanda saat mengevakuasi pasien corona asal Jerman Foto: AP Photo/Martin Meissner

Tingkat infeksi COVID-19 di Jerman kini semakin mengkhawatirkan. Pasalnya telah mencapai 201,1 kasus per 100.000 penduduk pada Senin (8/11).

Angka itu merupakan kali pertama sejak pandemi COVID-19, tingkat infeksi di negara tersebut melebihi 200 kasus per 100 ribu orang.

Rekor tertinggi sebelumnya terjadi pada 22 Desember 2020 dengan tingkat infeksi sebesar 197,6 kasus per 100.000 penduduk.

Namun, ada perbedaan besar dari dua periode tersebut adalah jumlah orang yang sudah mendapatkan vaksin.

Sebab saat ini sebanyak 67 persen populasi Jerman yang telah mendapatkan vaksin, termasuk mereka yang masuk dalam kelompok berisiko. Sementara pada Desember 2020, pemberian vaksin baru akan dimulai.

Hal tersebut berpengaruh pada banyaknya orang yang harus dirawat di rumah sakit karena terinfeksi COVID-19. Kini sekitar empat orang per 100.000 penduduk yang harus dibawa ke rumah sakit. Sedangkan pada Desember 2020, ada 15 orang per 100.000 penduduk yang harus dirawat inap.

Meski jumlah pasien rawat inap masih cukup rendah, Jerman mulai bersiap mengantisipasi terus meningkatnya tingkat infeksi dengan lebih mengetatkan peraturan.

kumparan post embed

Warga Selandia Baru Gelar Demo Tolak Wajib Vaksin dan Lockdown

Para pengunjuk rasa berunjuk rasa menentang pembatasan dan mandat vaksin di Wellington, Selandia Baru, Selasa (9/11//2021). Foto: Praveen Menon/Reuters

Ratusan warga Selandia Baru menggelar unjuk rasa di depan gedung parlemen pada Selasa (9/11/2021). Demo digelar untuk menolak wajib vaksin dan lockdown.

Unjuk rasa di depan gedung parlemen berjalan damai. Meski demikian, mayoritas pengunjuk rasa tidak memakai masker.

Pada unjuk rasa tersebut massa membawa spanduk bertuliskan: "Kebebasan" hingga "Kiwi bukan laboratorium uji coba".

"Saya tidak mau dipaksa untuk sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh saya," ucap seorang warga Selandia Baru yang ikut demo demikian dikutip dari Reuters.

"Bawa kami kembali ke tahun 2018. Sesederhana itu, saya hanya ingin kebebasan saya kembali," sambung dia.

kumparan post embed

Kota di China Tawarkan Warga Uang untuk Bantu Ungkap Sumber Wabah Corona

Seorang pekerja medis mengambil swab dari seorang wanita di tempat pengujian COVID-19, di Beijing, China. Foto: Tingshu Wang/REUTERS

Pejabat Kota Heihe di perbatasan China dengan Rusia menjanjikan warganya uang senilai 100 ribu Yuan atau setara Rp 222 juta, bagi yang bisa memberikan informasi mengenai sumber corona.

"Demi mengungkap sumber wabah virus ini secepat mungkin serta mengetahui rantai penularan, perang rakyat untuk mencegah dan mengendalikan epidemi perlu dilakukan," kata Pemerintah Heihe seperti dikutip dari Reuters.

Saat ini China berhadapan dengan naiknya kasus COVID-19 di beberapa wilayah termasuk ibu kota Beijing. Meski hanya naik dua digit, jumlah itu membuat China kelabakan.

Pemerintah China jelang Olimpiade Musim Dingin tahun depan, menargetkan nihil kasus corona. Kebijakan ketat seperti pembatasan kegiatan, karantina sampai penutupan perbatasan diberlakukan.

kumparan post embed