Kepala BNPT: Pelaku Bom Gereja Katedral Korban Jebakan Batman Propaganda Teroris

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3). Foto: Dok. Istimewa

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Boy Rafly Amar meninjau langsung lokasi bom bunuh diri yang dilakukan 2 pelaku di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan.

Diketahui kedua pelaku ini merupakan suami istri berinisial L dan YSF. Keduanya baru menikah selama 6 bulan.

Boy mengatakan, kedua pelaku bom bunuh diri ini merupakan korban jebakan propaganda jaringan teroris, sehingga mereka nekat melakukan aksi bom bunuh diri tersebut.

"Yang sudah menjadi ciri khas korban propaganda jaringan terorisme yang telah atau istilahnya dapat saya katakan seperti jebakan batman untuk anak muda. Kita ikut prihatin dan kita tidak boleh kalah," ujar Boy kepada wartawan, Senin (29/3).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3). Foto: Dok. Istimewa

Ia mengatakan, peristiwa ini adalah sebuah tindakan yang tak berkeprimanusiaan. Apa yang dilakukan kedua pelaku bukanlah karakter bangsa Indonesia, yang sayangnya menyasar anak muda.

"Jadi pengaruh paham terorisme yang hinggap di kalangan generasi muda, karena teridentifikasi pelaku kelahiran tahun 95. Inisial L ini dengan istrinya adalah masuk dalam kalangan milenial," ungkap Boy.

Boy menyebut, pengaruh buruk dari propaganda jaringan teroris ini sangat berbahaya karena tak terlihat secara kasat mata. Namun baru dapat diamati ketika korban mulai menunjukkan perubahan perilaku hingga berani melakukan tindakan ekstrem.

"Virus ini hinggap di kalangan anak muda tidak cepat terlihat. Dia tidak kasat mata, tapi lama-lama akan ada perubahan dari perilaku. Makanya kita bangun semangat ketahanan keluarga," ujarnya.

embed from external kumparan

Sebelumnya identitas dua pelaku bom bunuh diri ini disampaikan oleh Mabes Polri. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, pasangan tersebut baru menikah selama 6 bulan dan bekerja sebagai swasta.

“Identitas laki-laki tersebut diketahui L sementara yang wanita YSF pekerjaan swasta,” ujar Argo di Mabes Polri.

Dalam bom bunuh diri di depan Gereja Katedral tersebut, jumlah korban luka yang masih dirawat di rumah sakit tinggal 15 orang. 13 di antaranya di rawat di RS Bhayangkari Makassar dan 2 lainnya di RS Siloam.